Mengenal Sunnah Rasulullah, Arti, Jenis dan Contohnya yang Penting Diketahui
Selasa, 09 Desember 2025 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﺗﺼﺪﻗﻮﺍﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﻮﺍﺗﻜﻢ ﺃﻣﻮﺍﺗﻜﻢ ﻭﻟﻮﺑﺸﺮﺑﺔ ماﺀﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﻘﺪﺭﻭﺍ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﺒﺄﻳﺔ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﺍﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻓﺎﺩﻋﻮ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﻤﻐﻔﺮﺓ ﻭﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﺍﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﺪﻛﻢ ﺍﻹﺟﺎﺑﺔ
Artinya: "Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Jika kalian tidak mengerti Al-Qur'an, berdoalah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh Allah telah berjanji akan mengabulkan doa kalian." (HR Ad-Darimi dan Nasa'i dari Ibnu Abbas)
3. Sunnah Taqririyah
Yaitu diamnya Rasulullah SAW terhadap perbuatan atau amalan yang dilakukan para sahabat. Artinya, diamnya Rasulullah SAW menjadi Sunnah bagi umatnya.Baca juga: Berpikir Positif dan Optimistis dalam Hidup, Itu Sunnah Lho!
Contohnya, salat sunnah syukril wudu yang dilakukan sahabat Nabi. Berikut riwayatnya:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ
Dari Abu Hurairaoh radhiyallohu 'anhu bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Bilal radhiyallohu 'anhu ketika salat Fajar (Subuh): "Wahai Bilal, ceritakan padaku amal yang paling utama yang kamu amalkan dalam Islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga." Bilal berkata: "Tidak ada amal yang utama yang aku amalkan kecuali bahwa jika aku bersuci (berwudu) pada suatu malam ataupun siang melainkan aku selalu salat dengan wudhu tersebut di samping salat wajib." (HR Al-Bukhari 1081)
4. Sunnah Hamiyah
Yaitu sesuatu yang pernah direncanakan Rasulullah SAW tetapi beliau belum sempat mengerjakannya karena ditakdirkan wafat. Artinya, sesuatu yang diniatkan Nabi namun tidak sempat melaksanakannya. Contohnya, puasa sunnah 9 Asyura.Dikisahkan oleh Ibnu Abbas:
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
Artinya: "Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: "Ya, Nabi Muhammad! Hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." Rasulullah SAW bersabda, "Tahun yang akan datang insya Allah aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan." (HR Muslim)
Hadis di atas menyebutkan keinginan Rasulullah SAW untuk berpuasa pada hari ke-9 bulan Asyura. Namun, keinginan itu gagal direalisasikan karena beliau wafat sebelum sampai pada bulan Asyura tahun berikutnya.
Demikian pengertian Sunnah dalam pembahasan ini, tidak sebatas yang pernah dikerjakan atau dicontohkan Baginda Nabi Muhammad SAW saja. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat.
(wid)
Lihat Juga :