Sebelum Perjalanan Isra Mikraj, Malaikat Jibril Membelah Dada dan Menyucikan Hati Nabi SAW
Rabu, 07 Januari 2026 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan (Buraq itu berjingkrak-jingkrak memperlihatkan kekuatannya). Maka Jibril meletakkan tangannya di wajah Buraq sembari berkata: "Wahai Buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulia daripada dia (Rasulullah)".
Mendengar itu, Buraq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat. Setelah tenang, naiklah Rasulullah ke atas punggungnya, dan sebelum Beliau, banyak Anbiya' yang menaiki Buraq ini.
Dalam perjalanan, Jibril menemani Rasulullah di sebelah kanan Beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri. Menurut riwayat Ibnu Sa'ad, Jibril memegang sanggurdi pelana Buraq, sedang Mikail memegang tali kendali. Mereka melaju mengarungi keindahan alam Allah Ta'ala yang penuh keajaiban dan hikmah dengan inayah dan rahmat-Nya menuju Baitul Maqdis Palestina.
Kemudian Buraq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: "Berhentilah dan turunlah serta salatlah di tempat ini!". Setelah salat dan kembali ke atas Buraq, Jibril memberitahukan bahwa Beliau salat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung di bawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Fir'aun.
Perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina', sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah. Beliau pun salat di tempat itu. Kemudian Beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada Beliau istana-istana Syam, Beliau turun dan salat di sana.
Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: "Anda telah salat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam".
Baca juga: 6 Tugas Malaikat Jibril, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Mendengar itu, Buraq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat. Setelah tenang, naiklah Rasulullah ke atas punggungnya, dan sebelum Beliau, banyak Anbiya' yang menaiki Buraq ini.
Dalam perjalanan, Jibril menemani Rasulullah di sebelah kanan Beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri. Menurut riwayat Ibnu Sa'ad, Jibril memegang sanggurdi pelana Buraq, sedang Mikail memegang tali kendali. Mereka melaju mengarungi keindahan alam Allah Ta'ala yang penuh keajaiban dan hikmah dengan inayah dan rahmat-Nya menuju Baitul Maqdis Palestina.
Rasulullah Singgah di Madinah dan Thur Sina
Di tengah perjalanan mereka berhenti di satu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas Malaikat Jibril berkata: "Turunlah disini dan salatlah". Setelah Beliau salat, Jibril berkata: "Tahukah anda di mana Anda sholat?" "Tidak," jawab Rasulullah. Jibril berkata: "Anda telah salat di Thoybah (nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah".Kemudian Buraq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: "Berhentilah dan turunlah serta salatlah di tempat ini!". Setelah salat dan kembali ke atas Buraq, Jibril memberitahukan bahwa Beliau salat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung di bawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Fir'aun.
Perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina', sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah. Beliau pun salat di tempat itu. Kemudian Beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada Beliau istana-istana Syam, Beliau turun dan salat di sana.
Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: "Anda telah salat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam".
Baca juga: 6 Tugas Malaikat Jibril, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
Lihat Juga :