Kisah Buraq Menangis karena Merindukan Rasulullah SAW
Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam riwayat lain disebutkan, ketika Jibril melihat seluruh Buraq, ia mendapati satu Buraq duduk menyendiri menjauh dari yang lain. Buraq itu menangis dan tangisannya terbentuk sungai mutiara yang indah yang mengalir deras dari matanya yang merupakan tangisan cinta dan kerinduan.
Jibril mendekati Buraq itu dan berkata: "Semua Buraq lain bersholawat memuji Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan gembira, tetapi mengapa kau di sini sendirian menangis, apa yang membuat kau menangis?
Buraq itu berkata: "Ketika Allah menciptakan Buraq dan memberi tahu kami bahwa salah satu dari kami akan membawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maka semenjak hari itu aku menangis tak pernah berhenti."
Aku pun berdoa kepada Allah: "Ya Rabb, hatiku terbakar karena cintaku kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku memohon kepada-Mu untuk menjadi Buraq yang membawa Nabi Muhammad ke Surga-Mu."
Jibril berkata: "Kalau begitu kaulah yang aku pilih untuk membawa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."
Syekh Muhyidin ibn Arabi mengatakan: "Pada saat itu pula air mata Buraq itu berhenti menangis karena rasa bahagia bahwa ia akan membawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam."
Dari puluhan ribu Buraq, Allah memilih Buraq tersebut menjadi Buraq yang mulia karena membawa Rasulullah dalam perjalanan Isra' dan Mikraj pada malam 27 Rajab.
Ketika melakukan perjalanan Isra' Mikraj, Rasulullah didampingi Malaikat Jibril yang berada di sebelah kanannya, sedangkan Mikail di sebelah kirinya. Ibnu Sa'ad berkata bahwa yang memegang pelananya adalah Jibril, dan yang memegang tali kekangnya adalah Mikail.
Buraq tersebut menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menembus tujuh lapis langit dan berakhir di Sidratul Muntaha hingga bertemu Allah 'Azza wa Jalla.
Baca juga: Benarkah Kecepatan Buraq Mencapai 4.320.000.000 km/jam? Begini Penjelasannya
Jibril mendekati Buraq itu dan berkata: "Semua Buraq lain bersholawat memuji Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan gembira, tetapi mengapa kau di sini sendirian menangis, apa yang membuat kau menangis?
Buraq itu berkata: "Ketika Allah menciptakan Buraq dan memberi tahu kami bahwa salah satu dari kami akan membawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maka semenjak hari itu aku menangis tak pernah berhenti."
Aku pun berdoa kepada Allah: "Ya Rabb, hatiku terbakar karena cintaku kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku memohon kepada-Mu untuk menjadi Buraq yang membawa Nabi Muhammad ke Surga-Mu."
Jibril berkata: "Kalau begitu kaulah yang aku pilih untuk membawa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."
Syekh Muhyidin ibn Arabi mengatakan: "Pada saat itu pula air mata Buraq itu berhenti menangis karena rasa bahagia bahwa ia akan membawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam."
Dari puluhan ribu Buraq, Allah memilih Buraq tersebut menjadi Buraq yang mulia karena membawa Rasulullah dalam perjalanan Isra' dan Mikraj pada malam 27 Rajab.
Ketika melakukan perjalanan Isra' Mikraj, Rasulullah didampingi Malaikat Jibril yang berada di sebelah kanannya, sedangkan Mikail di sebelah kirinya. Ibnu Sa'ad berkata bahwa yang memegang pelananya adalah Jibril, dan yang memegang tali kekangnya adalah Mikail.
Buraq tersebut menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menembus tujuh lapis langit dan berakhir di Sidratul Muntaha hingga bertemu Allah 'Azza wa Jalla.
Baca juga: Benarkah Kecepatan Buraq Mencapai 4.320.000.000 km/jam? Begini Penjelasannya
(wid)
Lihat Juga :