Hukum Menghidupkan Malam Nisfu Syaban
Rabu, 28 Januari 2026 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
"Apa yang kami paparkan di atas adalah beberapa kutipan yang dinyatakan oleh para ulama besar, walaupun di sana juga banyak ulama lain yang tidak menyetujui tentang malam Nisfu Sya’ban. Namun ketidaksetujuan mereka adalah ijtihad mereka, sebab memakmurkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah kepada Allah adalah permasalahan ijtihad (masalah far’iyah/masalah cabang, bukan masalah akidah)," kata Habib Ahmad yang juga lulusan Hadhramaut Yaman.
Ini adalah masalah yang luas, yang memerlukan kelapangan dada. Bagi yang menyetujuinya silakan dan bagi yang tidak menyetujuinya pun silahkan. Perkara ijtihad disebutkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. "Orang yang berijtihad, apabila dia benar dalam ijtihadnya maka mendapatkan 2 pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala, dan apabila dia salah dalam ijtihadnya maka mendapatkan 1 pahala dari Allah."
Di antara hadis yang shahih ialah yang diriwayatkan oleh Al Imam At Tabrani, sebagaimana telah diriwayatkan dan sishahihkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dari Muadz bin Jabbal bahwa Rasulullah bersabda:
"Allah memberikan perhatian‐Nya kepada seluruh makhluk‐Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dan Allah mengampuni seluruh makhluk‐Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling berdengki satu sama lain."
Di antara hadis kemuliaan malam Nisfu Sya'ban adalah yang iriwayatkan oleh Al Bazar dan Imam Baihaki dari Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
"Allah turun ke langit dunia ini dengan menurunkan rahmat‐Nya pada malam Nisfu Sya’ban, sehingga Allah mengampuni segala sesuatu kecuali orang yang musyrik dan orang yang di dalam hatinya terdapat kedengkian."
Berkata Al-Hafidz Al Mundziri bahwa Isnaduhu La Ba'sa bihi yakni sanad hadits ini tidak ada keburukan. Al-Ustaz Nashiruddin Al-Albani, walaupun banyak dari ulama‐ulama ahli hadits di berbagai penjuru dunia tidak menganggapnya sebagai pakar hadits, dan sangat banyak kitab yang ditulis untuk membantah pendapat‐pendapat menyimpang Al-Albani, namun saya ingin mengutip suatu hadits dari karya beliau karena banyak dari kelompok‐kelompok yang mengingkari kemulian malam Nisfu Sya'ban adalah orang‐orang yang bertumpu dan fanatik berpegang kepada segala pendapat beliau.
Dalam suatu karya beliau yang berjudul Shahih Ibn Maajah yang merangkum seluruh hadits‐hadits shohih Ibn Maajah. Pada jilid 1 halaman 414‐415 Ustaz Nashiruddin Al-Albani mengutip suatu hadits dari sahabat Abu Musa Al Asy'ary dari Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah memandang pada malam Nisfu Sya'ban, maka Allah mengampuni seluruh makhluk‐Nya kecuali orang musyrik dan orang yang mendengki".
Ini adalah masalah yang luas, yang memerlukan kelapangan dada. Bagi yang menyetujuinya silakan dan bagi yang tidak menyetujuinya pun silahkan. Perkara ijtihad disebutkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. "Orang yang berijtihad, apabila dia benar dalam ijtihadnya maka mendapatkan 2 pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala, dan apabila dia salah dalam ijtihadnya maka mendapatkan 1 pahala dari Allah."
Di antara hadis yang shahih ialah yang diriwayatkan oleh Al Imam At Tabrani, sebagaimana telah diriwayatkan dan sishahihkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dari Muadz bin Jabbal bahwa Rasulullah bersabda:
يطلع االله إلى جميع خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
"Allah memberikan perhatian‐Nya kepada seluruh makhluk‐Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dan Allah mengampuni seluruh makhluk‐Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling berdengki satu sama lain."
Di antara hadis kemuliaan malam Nisfu Sya'ban adalah yang iriwayatkan oleh Al Bazar dan Imam Baihaki dari Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
ينزل االله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء
"Allah turun ke langit dunia ini dengan menurunkan rahmat‐Nya pada malam Nisfu Sya’ban, sehingga Allah mengampuni segala sesuatu kecuali orang yang musyrik dan orang yang di dalam hatinya terdapat kedengkian."
Berkata Al-Hafidz Al Mundziri bahwa Isnaduhu La Ba'sa bihi yakni sanad hadits ini tidak ada keburukan. Al-Ustaz Nashiruddin Al-Albani, walaupun banyak dari ulama‐ulama ahli hadits di berbagai penjuru dunia tidak menganggapnya sebagai pakar hadits, dan sangat banyak kitab yang ditulis untuk membantah pendapat‐pendapat menyimpang Al-Albani, namun saya ingin mengutip suatu hadits dari karya beliau karena banyak dari kelompok‐kelompok yang mengingkari kemulian malam Nisfu Sya'ban adalah orang‐orang yang bertumpu dan fanatik berpegang kepada segala pendapat beliau.
Dalam suatu karya beliau yang berjudul Shahih Ibn Maajah yang merangkum seluruh hadits‐hadits shohih Ibn Maajah. Pada jilid 1 halaman 414‐415 Ustaz Nashiruddin Al-Albani mengutip suatu hadits dari sahabat Abu Musa Al Asy'ary dari Rasulullah bersabda:
إن االله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك و مشاحن
"Sesungguhnya Allah memandang pada malam Nisfu Sya'ban, maka Allah mengampuni seluruh makhluk‐Nya kecuali orang musyrik dan orang yang mendengki".
Lihat Juga :