Escape: Jalan Para Nabi Membangun Peradaban Utama di Tengah Dunia yang Kacau

Rabu, 04 Maret 2026 - 14:25 WIB
loading...
Escape: Jalan Para Nabi...
Fajar Suryono, Dosen Universitas Darunnajah Jakarta. Fok dok darunnajah
A A A
Fajar Suryono,
Dosen Universitas Darunnajah/Pakar Management SDM Lembaga Pendidikan Islam

SETIAP pagi, gawai kita menyuguhkan derita yang sama: konflik berkepanjangan, kejahatan yang merajalela, bencana alam silih berganti, dan hiruk-pikuk politik yang tak kunjung reda. Dunia seolah berpacu dalam kekacauan. Di tengah riuh rendah yang tak berkesudahan ini, banyak jiwa yang letih. Bukan sekadar lelah fisik, tetapi lelah batin yang mendalam. Stres, kecemasan, dan depresi menjadi epidemi sunyi di tengah peradaban modern.

Manusia merindukan ruang hening. Merindukan momen untukmelepaskan dirisejenak dari pusaran masalah. Dalam bahasa populer, ia disebutescape.

Namun, dalam khazanah Islam,escapebukanlah pelarian kalah atau menghindar dari realitas. Ia adalah strategi ilahiah yang dicontohkan para nabi: sebuah lompatan ke belakang untuk mengambil ancang-ancang yang lebih kuat, menyelami kedalaman jiwa, meraih bekal, lalu kembali membangun peradaban yang lebih unggul. Tiga kisah agung dalam Al-Qur'an mengajarkan kita tentang hakikatescapeyang membangun peradaban ini.

Gua Hira: Ketika Keheningan Melahirkan Risalah Peradaban

Jauh sebelum diangkat menjadi rasul, Muhammad SAW biasa menyendiri di Gua Hira, sebuah celah sempit di puncak Jabal Nur. Di tengah masyarakat Quraisy yang tenggelam dalam kegelapan jahiliyah—penyembahan berhala, penindasan, dan ketidakadilan—beliau mencari ketenangan dan kebenaran sejati. Berhari-hari bahkan bermalam-malam beliaubertahannuts, beribadah dan merenung di tempat sunyi itu.

Dari keheningan gua itulah, pada malam 17 Ramadhan, terjadi peristiwa agung yang mengubah sejarah dunia. Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَۚ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُۙ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ


"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
(QS. Al-'Alaq: 1-5)

Perhatikan, wahyu pertama bukan perintah shalat, puasa, atau zakat. Ia adalahperintah membaca—Iqra'!Ini adalah fondasi peradaban. Islam ingin membangun peradaban yang berbasis ilmu pengetahuan.

Ada tiga pilar utama dalam ayat ini.Pertama,Iqra'(literasi).Perintah membaca adalah gerbang menuntut ilmu. Tanpa kemampuan membaca, memahami, dan menelaah, mustahil sebuah peradaban dapat tegak.Kedua,Bismirabbika(transendensi).Aktivitas membaca harus dilandasi hubungan ketuhanan. Ilmu tanpa iman bisa menjadi bencana. Ilmu harus membawa kita semakin dekat kepada Allah.Ketiga,Alladzi Khalaq(kreasi-inovasi).Setelah berilmu dan beriman, luaran yang diharapkan adalah inovasi dan kreasi untuk kemaslahatan umat, meneladani sifat Allah Yang Maha Menciptakan.

Menariknya, kataiqra'diulang. Para ulama memaknai,Iqra'pertama adalah membaca untuk diri sendiri (belajar), danIqra'kedua adalah membaca untuk orang lain (mengajar). Dalam satu rangkaian wahyu, Allah telah mengajarkan siklus peradaban: belajar dan mengajar.

Setelah menerima wahyu, Rasulullah pulang dalam keadaan gemetar. Sayyidah Khadijah RA menenangkan beliau dengan kata-kata yang mengharukan:"Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Engkau adalah orang yang menyambung tali silaturahim, membantu yang membutuhkan, memberi makan orang miskin, memuliakan tamu, dan menolong mereka yang tertimpa musibah."(HR. Bukhari dan Muslim).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Fakta Menarik Bulan...
Fakta Menarik Bulan Zulhijjah, Banyak Kisah Agung Para Nabi Terjadi di Dalamnya
Menag Nasaruddin Umar:...
Menag Nasaruddin Umar: NU Mampu Menjembatani Peradaban Timur dan Barat
Kisah-kisah dalam Al...
Kisah-kisah dalam Al Quran : Penyaliban Nabi Isa Alaihisallam dan Kekufuran Bani Israil
Kisah Nabi Syamun dan...
Kisah Nabi Syam'un dan Awal Mula Sejarah Malam Lailatul Qadar
Rekomendasi
Ketika AI Mulai Melakukan...
Ketika AI Mulai Melakukan Penelitian Ilmiah, Gimana dengan Ilmuwan?
Ilmuwan Rilis Panduan...
Ilmuwan Rilis Panduan Bertahan Hidup untuk Menghindari Bencana Perubahan Iklim
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Artikel Terkini
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved