Inilah Hikmah Nuzulul Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jum'at, 06 Maret 2026 - 16:49 WIB
loading...
A
A
A
Allah SWT tentu memiliki hikmah tersendiri pada setiap peristiwa yang terjadi, termasuk peristiwa Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur. Mungkin, bagi sebagian orang, penurunan Al-Qur'an secara sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW adalah lebih baik dan lebih tuntas ketimbang turun secara berangsur-angsur.
Namun, ternyata Allah memiliki rencana dan hikmahnya tersendiri atas peristiwa tersebut. Para ulama juga turut memikirkan pertanyaan tersebut: kenapa Al-Qur'an tidak diturunkan secara sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW dan malah Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur?
Menurut KH Ahmad Kosasih, ada beberapa hikmah Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur antara lain:
Artinya: "Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar)."
Salah satu contoh dalam hal ini, misalnya, ada pada QS. Al-Isra/17: 85. Nabi pernah ditanya perihal ruh. Lalu, Allah berfirman: "Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."
Salah satu contoh dalam hal ini adalah hukum tentang khamr. Allah tidak langsung mengharamkan khamr. Allah secara bertahap-tahap menetapkan keharaman khamr. Pertama, Allah menjelaskan bahwa manfaat khamr lebih kecil ketimbang mudaratnya. Ini termaktub dalam Surat Al-Baqarah: 219. Kemudian, Allah menurunkan QS. Al-Nisa: 43 yang menjelaskan bahwa umat Islam dilarang mengkonsumsi khamr saat menjalankan ibadah salat. Terakhir, Allah memerintahkan umat Islam untuk menjauhi khamr karena itu adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Ini terdapat dalam QS. Al-Ma’idah/5: 91-92.
Demikian hikmah dari Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur. Hendaknya umat Islam terus meningkatkan amal ibadahnya pada bulan Ramadan, terutama membaca, menghafal, dan mentadaburi Al-Qur'an. Wallahu A'lam
Baca juga: 5 Keutamaan Nuzulul Quran, Malam Penuh Berkah hingga Para Malaikat Ikut Turun ke Bumi
Namun, ternyata Allah memiliki rencana dan hikmahnya tersendiri atas peristiwa tersebut. Para ulama juga turut memikirkan pertanyaan tersebut: kenapa Al-Qur'an tidak diturunkan secara sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW dan malah Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur?
Menurut KH Ahmad Kosasih, ada beberapa hikmah Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur antara lain:
Hikmah Nuzulul Quran
1. Meneguhkan Hati Nabi Muhammad SAW
Ketika berdakwah dan menyebarkan ajaran Allah, Nabi Muhammad mendapatkan banyak sekali cobaan, baik berupa kata-kata yang menyakitkan, maupun perbuatan diskriminatif dari kaum musyrik.Dengan diturunkan secara berangsur-angsur, seolah Nabi Muhammad SAW ditemani dengan firman Allah setiap waktunya. Jika ada beberapa kejadian yang menyulitkan Nabi SAW, maka Al-Qur'an akan turun. Dalam QS Al-Furqan/25: ayat 32, Allah berfirman:Artinya: "Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar)."
2. Memudahkan Nabi dan Sahabat dalam Mempelajari Al-Qur'an
Penurunan Al-Qur'an secara berangsur-angsur menjadikannya mudah dihafal, dipelajari, dan juga diamalkan. Bukanlah hal yang mudah menghafal Al-Qur'an, ketika itu, jika Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus. Kemudian, pengamalan Al-Qur'an juga akan terasa sulit karena transisi tradisi dan hukum yang dirasakan sangat jauh berbeda. Berbeda hal apabila al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, maka umat Islam dapat beradaptasi dengan lebih baik.3. Respons atas Peristiwa atau Pertanyaan
Tak jarang Nabi Muhammad SAW mendapatkan tantangan dari para musuhnya berupa pertanyaan atau bahkan perbuatan. Dari sini, Al-Qur'an turut membantu Nabi saw. dalam menjawab setiap pertanyaan yang datang dan dirasa sulit dijawab oleh Nabi SAW. Jika tidak ada bantuan dari wahyu.Salah satu contoh dalam hal ini, misalnya, ada pada QS. Al-Isra/17: 85. Nabi pernah ditanya perihal ruh. Lalu, Allah berfirman: "Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."
4. Penetapan Hukum yang Lebih Mudah Diadaptasi
Sebagaimana dijelaskan pada poin sebelumnya, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur agar hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah dapat diterima dengan lebih mudah. Istilah ini dalam Islam dikenal dengan nama tadaruj.Salah satu contoh dalam hal ini adalah hukum tentang khamr. Allah tidak langsung mengharamkan khamr. Allah secara bertahap-tahap menetapkan keharaman khamr. Pertama, Allah menjelaskan bahwa manfaat khamr lebih kecil ketimbang mudaratnya. Ini termaktub dalam Surat Al-Baqarah: 219. Kemudian, Allah menurunkan QS. Al-Nisa: 43 yang menjelaskan bahwa umat Islam dilarang mengkonsumsi khamr saat menjalankan ibadah salat. Terakhir, Allah memerintahkan umat Islam untuk menjauhi khamr karena itu adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Ini terdapat dalam QS. Al-Ma’idah/5: 91-92.
Demikian hikmah dari Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur. Hendaknya umat Islam terus meningkatkan amal ibadahnya pada bulan Ramadan, terutama membaca, menghafal, dan mentadaburi Al-Qur'an. Wallahu A'lam
Baca juga: 5 Keutamaan Nuzulul Quran, Malam Penuh Berkah hingga Para Malaikat Ikut Turun ke Bumi
(wid)
Lihat Juga :