Inilah Hikmah Nuzulul Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!

Jum'at, 06 Maret 2026 - 16:49 WIB
loading...
Inilah Hikmah Nuzulul...
Hikmah Nuzulul Quran, yang diperingati setiap 17 Ramadan, adalah momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang turunnya wahyu pertama dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama hidup. Foto ilustrasi/ist
A A A
Hikmah Nuzulul Quran , yang diperingati setiap 17 Ramadan, adalah momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang turunnya wahyu pertama dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama hidup. Lantas apa saja hikmah peristiwa agung Nuzulul Quran ini?

KH Ahmad Kosasih MAg, Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur'an menjelaskan, Al-Quran diturunkan setidaknya melalui dua proses besar.

Pertama, Al-Qur'an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia). Al-Qur'an turut menjelaskan peristiwa ini.
Dalam kajian Al-Qur'an, sejumlah ulama menjelaskan bahwa proses ini ditandai dengan kata anzala (انزل) yang artinya turun secara sekaligus. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ


Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Qadar." (QS. Al-Qadr/97: 1)



Kedua, Al-Qur'an diturunkan dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditandai dengan kata Nazzala (نزّل) dalam al-Qur’an yang artinya turun secara berangsur-angsur. Dalam ayat lain, Allah berfirman:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ


Artinya: "Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil." (QS. Ali-Imran/3: 3)

Baca juga: Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya

Jadi, Al-Qur'an turun dalam dua fase: dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Kemudian dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara malaikat Jibril.

Allah SWT tentu memiliki hikmah tersendiri pada setiap peristiwa yang terjadi, termasuk peristiwa Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur. Mungkin, bagi sebagian orang, penurunan Al-Qur'an secara sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW adalah lebih baik dan lebih tuntas ketimbang turun secara berangsur-angsur.

Namun, ternyata Allah memiliki rencana dan hikmahnya tersendiri atas peristiwa tersebut. Para ulama juga turut memikirkan pertanyaan tersebut: kenapa Al-Qur'an tidak diturunkan secara sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW dan malah Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur?

Menurut KH Ahmad Kosasih, ada beberapa hikmah Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur antara lain:

Hikmah Nuzulul Quran

1. Meneguhkan Hati Nabi Muhammad SAW

Ketika berdakwah dan menyebarkan ajaran Allah, Nabi Muhammad mendapatkan banyak sekali cobaan, baik berupa kata-kata yang menyakitkan, maupun perbuatan diskriminatif dari kaum musyrik.Dengan diturunkan secara berangsur-angsur, seolah Nabi Muhammad SAW ditemani dengan firman Allah setiap waktunya. Jika ada beberapa kejadian yang menyulitkan Nabi SAW, maka Al-Qur'an akan turun. Dalam QS Al-Furqan/25: ayat 32, Allah berfirman:

Artinya: "Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar)."

2. Memudahkan Nabi dan Sahabat dalam Mempelajari Al-Qur'an

Penurunan Al-Qur'an secara berangsur-angsur menjadikannya mudah dihafal, dipelajari, dan juga diamalkan. Bukanlah hal yang mudah menghafal Al-Qur'an, ketika itu, jika Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus. Kemudian, pengamalan Al-Qur'an juga akan terasa sulit karena transisi tradisi dan hukum yang dirasakan sangat jauh berbeda. Berbeda hal apabila al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, maka umat Islam dapat beradaptasi dengan lebih baik.

3. Respons atas Peristiwa atau Pertanyaan

Tak jarang Nabi Muhammad SAW mendapatkan tantangan dari para musuhnya berupa pertanyaan atau bahkan perbuatan. Dari sini, Al-Qur'an turut membantu Nabi saw. dalam menjawab setiap pertanyaan yang datang dan dirasa sulit dijawab oleh Nabi SAW. Jika tidak ada bantuan dari wahyu.

Salah satu contoh dalam hal ini, misalnya, ada pada QS. Al-Isra/17: 85. Nabi pernah ditanya perihal ruh. Lalu, Allah berfirman: "Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."

4. Penetapan Hukum yang Lebih Mudah Diadaptasi

Sebagaimana dijelaskan pada poin sebelumnya, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur agar hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah dapat diterima dengan lebih mudah. Istilah ini dalam Islam dikenal dengan nama tadaruj.

Salah satu contoh dalam hal ini adalah hukum tentang khamr. Allah tidak langsung mengharamkan khamr. Allah secara bertahap-tahap menetapkan keharaman khamr. Pertama, Allah menjelaskan bahwa manfaat khamr lebih kecil ketimbang mudaratnya. Ini termaktub dalam Surat Al-Baqarah: 219. Kemudian, Allah menurunkan QS. Al-Nisa: 43 yang menjelaskan bahwa umat Islam dilarang mengkonsumsi khamr saat menjalankan ibadah salat. Terakhir, Allah memerintahkan umat Islam untuk menjauhi khamr karena itu adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Ini terdapat dalam QS. Al-Ma’idah/5: 91-92.

Demikian hikmah dari Nuzulul Qur'an secara berangsur-angsur. Hendaknya umat Islam terus meningkatkan amal ibadahnya pada bulan Ramadan, terutama membaca, menghafal, dan mentadaburi Al-Qur'an. Wallahu A'lam

Baca juga: 5 Keutamaan Nuzulul Quran, Malam Penuh Berkah hingga Para Malaikat Ikut Turun ke Bumi
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Khotbah Jumat : Ciri-ciri...
Khotbah Jumat : Ciri-ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadan
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Jakarta Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Bandung Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Rekomendasi
Bumi Semakin Kritis,...
Bumi Semakin Kritis, Turn Down the Heat Demi Cegah Pencairan Es Kutub Utara
4 Fenomena Gaib yang...
4 Fenomena Gaib yang Belum Bisa Dijelaskan secara Sains, Nomor Terakhir Sangat Populer
Masya Allah! Inilah...
Masya Allah! Inilah Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Quran
Artikel Terkini
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Infografis
Ini Perintah dalam Al-Quran...
Ini Perintah dalam Al-Quran Kaum Muslim Wajib Membela Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved