Meneladani Umar bin Abdul Aziz: Membangun Ekosistem Zakat Produktif dalam Organisme Pesantren

Senin, 16 Maret 2026 - 10:22 WIB
loading...
Meneladani Umar bin...
Muhammad Irfanudin Kurniawan Dosen Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta. Foto dok UDN
A A A
Muhammad Irfanudin Kurniawan,
Dosen Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

TIGA pekan lalu, saya duduk di teras rumah menemani seorang kiai muda dari Jawa Barat. Beliau datang dengan wajah letih, bukan karena perjalanan, tapi karena beban pikiran. "Gus," katanya, "santri kami terus bertambah, bangunan makin perlu perbaikan, tapi donatur mulai menipis. Saya pusing tujuh keliling."

Saya hanya diam, memberi ruang untuk curhatnya mengalir. Setelah lama, saya buka laptop dan menunjukkan satu halaman. "Pernah baca ini?" tanya saya. "Di zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, petugas zakat sampai kebingungan karena tidak menemukan orang miskin yang perlu diberi zakat" .

Matanya membelalak. "Masyaallah, mungkin jika dibayangkan dengan zaman sekarang rasanya tidak mungkin ya, Gus?" .



Pertanyaan itu yang mengantarkan kami pada diskusi panjang tentang zakat , tentang ekosistem, dan tentang bagaimana pesantren bisa belajar dari sejarah.

Umar bin Abdul Aziz: Sang Pembaru Ekosistem

Khalifah Umar bin Abdul Aziz hanya memerintah sekitar tiga tahun (717-720 M). Tiga tahun saja. Tapi warisannya luar biasa. Dalam catatan sejarah, beliau dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin Kelima, sejajar dengan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali . Julukan itu disematkan karena kesalehan dan akhlaknya yang luar biasa .

Apa yang beliau lakukan?

Beliau membersihkan pemerintahan dari pejabat korup. Melarang pejabat negara berbisnis. Menghapus pemandian umum campur laki-laki dan perempuan. Membebaskan pajak jizyah bagi mualaf. Dan yang paling penting: membangun sistem distribusi zakat yang adil dan tepat sasaran .

Baca juga: Kapan Idulfitri 1447 Hijriah? Hendaknya Berlebaran Mengikuti Ketetapan Pemerintah

Hasilnya? Di Irak, di Basrah, di Afrika, petugas zakat bernama Yahya bin Said berkeliling mencari mustahik, tapi tidak menemukan seorang pun yang layak menerima zakat . Semua rakyat hidup berkecukupan.

Bahkan, ketika gubernur Irak melaporkan masih ada sisa uang di Baitul Mal, Umar memerintahkan untuk mencari orang-orang yang terlilit utang, lalu membayarkan utang mereka. Masih ada sisa? Beliau suruh membantu para pemuda lajang yang ingin menikah dengan memberikan mahar .

Inilah puncak dari ekosistem zakat yang sehat: mustahik telah bertransformasi menjadi muzakki. Mereka yang dulu menerima, kini justru menjadi pemberi.

Yang lebih mencengangkan, kebijakan ini tidak membuat negara bangkrut. Justru sebaliknya, zakat yang terkumpul melimpah ruah karena kesadaran masyarakat membayar zakat sangat tinggi . Ada siklus keberkahan yang berputar.

Ekosistem Zakat dalam Organisme Pesantren

Dalam perspektif organisme pesantren, zakat produktif bisa kita tempatkan sebagai sistem pencernaan. Ia mengubah dana umat menjadi energi yang mengalir ke seluruh tubuh. Bukan sekadar bantuan konsumtif yang habis sekali pakai, tapi dikelola menjadi modal usaha, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Khotbah Jumat : Ciri-ciri...
Khotbah Jumat : Ciri-ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadan
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Jakarta Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Bandung Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Rekomendasi
Tanda-tanda Kiamat Paling...
Tanda-tanda Kiamat Paling Nyata Muncul di Samudera Arktik
Cacing Api Serbu Pesisir...
Cacing Api Serbu Pesisir Teluk Texas, Warga AS Diminta Hindari Pantai
Fenomena Air Terjun...
Fenomena Air Terjun Berdarah Dikaitkan dengan Piramida di Bawah Antartika
Artikel Terkini
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved