Meneladani Umar bin Abdul Aziz: Membangun Ekosistem Zakat Produktif dalam Organisme Pesantren

Senin, 16 Maret 2026 - 10:22 WIB
loading...
A A A
Data dari Kemenag menunjukkan bahwa lebih dari 70% pesantren masih menggantungkan operasional harian pada dana non-produktif . Ini masalah serius. Pesantren rentan terhadap inflasi, resesi, bahkan pandemi. Ketergantungan pada donatur dan sumbangan masyarakat menjadi sumber utama pemasukan .

Padahal, potensi zakat di Indonesia luar biasa besar. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi pesantren, tidak sekadar bantuan konsumtif .

Program seperti Zmart Pesantren dari BAZNAS dirancang agar pesantren memiliki unit usaha ritel, semacam minimarket, yang dikelola langsung oleh santri. Ini bukan hanya soal pendapatan, tapi juga laboratorium kewirausahaan bagi santri .

Dari Mustahik Menjadi Muzakki: Tahapan yang Terukur

Penelitian terbaru dalam International Journal of Zakat mengkaji program Beasiswa Cendekia BAZNAS. Hasilnya menggembirakan: 100% alumni program ini berada di atas garis kemiskinan nasional. Bahkan, 12% dari mereka telah mencapai ambang batas nisab dan mulai membayar zakat .

Inilah yang disebut wisuda mustahik. Sebuah proses transformasi yang terukur.

Dalam program ini, ada tahapan yang jelas: asesmen potensi, pemberian bantuan yang sesuai, pendampingan intensif, penguatan kelembagaan, dan exit strategy . Penelitian itu juga menemukan bahwa alumni dari perguruan tinggi negeri dan bidang STEM cenderung memiliki pendapatan tertinggi, menunjukkan pentingnya kualitas pendidikan dalam proses pemberdayaan .

Pesantren bisa mengadopsi model ini. Bayangkan jika santri kita tidak hanya diajar kitab kuning, tapi juga dibekali keterampilan wirausaha, diberi modal dari dana zakat produktif, lalu didampingi hingga usahanya berjalan. Mereka akan menjadi muzakki baru yang menghidupi ekosistem.

Praktik Baik dari Pesantren

Saya mendapat cerita menarik dari Sukabumi. Di Pondok Pesantren Baiti Jannati, DT Peduli menggulirkan program zakat produktif untuk santri. Mereka dilatih memproduksi sabun, memasarkannya, bahkan mengurus izin dan merek .

Muhammad Nasirudin, Ketua Umum Kewirausahaan Baiti Jannati, mengatakan bahwa unit usaha ini tidak hanya menopang operasional pesantren, tapi juga menjadi kelas kewirausahaan nyata bagi santri .

Di Sumedang, Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah mengelola berbagai unit usaha berbasis wakaf produktif: depot air minum isi ulang, peternakan ayam kampung, perikanan air tawar, pertanian, hingga minimarket Al-Hikam Mart . Hasilnya? Sekitar 70 santri dari keluarga kurang mampu bisa belajar gratis .

Kolaborasi NU Care-LAZISNU, BPKH, dan Kemenag dalam Program Inkubasi Wakaf Produktif ini menjadi contoh sinergi yang patut diapresiasi .

Di Depok, Gabungan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPPI) menggelar halaqah yang membahas kemandirian ekonomi dan digitalisasi zakat. Pesantren Cendikia Amanah bahkan sudah menghasilkan sekitar 5 ton sayuran hidroponik setiap bulan, melibatkan santri dalam seluruh proses budidaya .

KH Cholil Nafis, Ketua Umum GAPPI, menegaskan bahwa pesantren memiliki modal sosial luar biasa: jaringan santri, alumni, dan masyarakat. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi kekuatan ekonomi umat .

Tantangan yang Masih Membayangi

Namun, perjalanan masih panjang. Penelitian Nurul Huda (2024) menunjukkan bahwa program zakat produktif BAZNAS baru meningkatkan aspek ekonomi, tapi belum membangun kemandirian secara menyeluruh. Alasannya: belum ada pelatihan manajemen usaha dan pendampingan berkelanjutan .

Penelitian internal BAZNAS bahkan menemukan bahwa sekitar 60% mustahik gagal mengembangkan usaha di lingkungan pesantren karena keterbatasan keterampilan dan minimnya pendampingan rutin .

Ini penting. Memberi modal tanpa pendampingan sama dengan memberi pancing tanpa mengajari memancing. Ekosistem zakat produktif harus mencakup seluruh siklus: dari identifikasi, pelatihan, pendampingan, hingga pemasaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Khotbah Jumat : Ciri-ciri...
Khotbah Jumat : Ciri-ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadan
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Jakarta Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Bandung Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Jadwal Salat dan Imsakiyah...
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H
Rekomendasi
Iihhh... 13 Kaki Hewan...
Iihhh... 13 Kaki Hewan Ini Terlihat Sangat Aneh
Goliath Manusia Raksasa...
Goliath Manusia Raksasa yang Identik dengan Umat Nabi Daud
Deretan Tokoh Islam...
Deretan Tokoh Islam di Bidang Kimia, Nomor 3 Orang Spanyol
Artikel Terkini
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved