Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Rabu, 01 April 2026 - 16:45 WIB
loading...
Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu dikenal sebagai sosok yang berjasa membawa kejayaan Islam di masa Rasulullah hingga zaman sahabat. Meski berkali-kali ikut perang membela Islam, Sayyidina Umar justru Syahid ketika memimpin salat. Foto ilustrasi
A
A
A
Kisah tentang Umar bin Khattab yang ingin mati syahid ini menarik untuk disimak. Khalifah yang dikenal sangat tegas ini pun memanjatkqan doa-doa khusus agar keinginannya tersebut tercapai. Simak kisahnya berikut ini;
Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu dikenal sebagai sosok yang berjasa membawa kejayaan Islam di masa Rasulullah hingga zaman sahabat. Meski berkali-kali ikut perang membela Islam, Sayyidina Umar justru Syahid ketika memimpin salat.
Kesyahidan beliau saat menjadi khalifah kedua menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan buah dari doanya yang memohon agar diwafatkan dalam keadaan Syahid . Allah Ta'ala mengabulkan doanya.
Umar yang dijuluki Al-Faruq oleh Rasulullah SAW dapat menjadi teladan bagaimana beliau berjuang mati-matian untuk memuliakan Islam. Sikap tegas dan keadillannya memimpin kaum muslimin mendapat ganjaran mulia dari Allah hingga makamnya pun bersanding dengan makam Nabi Muhammad SAW di Kompleks Masjid Nabawi Madinah.
Berikut kisah Umar menjelang wafatnya. Sebelum tiba waktu Subuh, Khalifah Umar berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk salat subuh. Ketika waktu Subuh tiba, beliau mengatur shaf (barisan) dan mengimami jamaah.
Baca juga: 5 Golongan Ini Mendapatkan Derajat Mati Syahid, Siapa Saja Mereka?
Pada Subuh itu terjadi tragedi besar dalam sejarah Islam. Saat beliau mengucapkan Takbiratul Ihram, seorang lelaki pengkhianat Majusi bernama Abu Lu'luah tiba-tiba menikam tubuh Umar dengan sebilah pisau mengenai bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur ketika beliau memimpin sholat.
Semua jamaah cemas akan keselamatan Khalifah. Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata salat!"
Lalu, yang hadir serentak berkata, "Salat, wahai Amirul Mukminin. Salat telah hampir dilaksanakan."
Beliau pun tersadar, "Salat? Kalau demikian di sanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan alat." Lalu, beliau melaksanakan salat dengan darah bercucuran.
Pada situasi sekarat itu Umar masih sempat memikirkan keadaan umat dan sosok penggantinya. Khalifah Umar yang terbaring tak berdaya itu mengungkap sosok sahabat yang akan meneruskan kepemimpinannya. Beliau mengungkapkan bahawa Rasulullah SAW merestuai 6 sahabat dari kalangan Quraiys. Yaitu Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Thalhah bin 'Ubaidillah, Zubair bin Al 'Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin 'Auf.
Tak lama kemudian, sahabat dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ini pun mengembuskan nafas terakhirnya. Apa yang dialami Umar ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Allah. Dikisahkan, ketika beliau sedang wukuf di Arafah, beliau pernah memanjatkan doa: "Ya Allah, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rasul-Mu (Madinah)."
Seperti itulah Allah mengabulkan doa Umar bin Khathab sehingga wafat dalam keadaan Syahid. Beliau dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah dan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
"Siapa yang dengan jujur meminta kepada Allah untuk mati syahid, maka Allah akan mengangkat derajatnya seperti derajat orang yang mati syahid, meskipun nantinya dia akan mati di ranjang." (HR. Muslim No 5039 dan Ibnu Majah No 2797)
Berikut doa yang dipanjatkan Sayyidina Umar bin Khatab:
Allahummarzuqnii Syahadatan Fii Sabiilika waj'al Mauti Fii Baladi Rasulika shallallahu 'alaihi wasallam
"Ya Allah berikanlah aku anugerah mati syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di negeri Rasul-Mu shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR Al-Bukhari No 1890)
Baca juga: Benarkah Gugur Saat Bertugas Termasuk Mati Syahid? Begini Kriterianya Dalam Islam
Wallahu A'lam
Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu dikenal sebagai sosok yang berjasa membawa kejayaan Islam di masa Rasulullah hingga zaman sahabat. Meski berkali-kali ikut perang membela Islam, Sayyidina Umar justru Syahid ketika memimpin salat.
Kesyahidan beliau saat menjadi khalifah kedua menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan buah dari doanya yang memohon agar diwafatkan dalam keadaan Syahid . Allah Ta'ala mengabulkan doanya.
Umar yang dijuluki Al-Faruq oleh Rasulullah SAW dapat menjadi teladan bagaimana beliau berjuang mati-matian untuk memuliakan Islam. Sikap tegas dan keadillannya memimpin kaum muslimin mendapat ganjaran mulia dari Allah hingga makamnya pun bersanding dengan makam Nabi Muhammad SAW di Kompleks Masjid Nabawi Madinah.
Berikut kisah Umar menjelang wafatnya. Sebelum tiba waktu Subuh, Khalifah Umar berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk salat subuh. Ketika waktu Subuh tiba, beliau mengatur shaf (barisan) dan mengimami jamaah.
Baca juga: 5 Golongan Ini Mendapatkan Derajat Mati Syahid, Siapa Saja Mereka?
Pada Subuh itu terjadi tragedi besar dalam sejarah Islam. Saat beliau mengucapkan Takbiratul Ihram, seorang lelaki pengkhianat Majusi bernama Abu Lu'luah tiba-tiba menikam tubuh Umar dengan sebilah pisau mengenai bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur ketika beliau memimpin sholat.
Semua jamaah cemas akan keselamatan Khalifah. Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata salat!"
Lalu, yang hadir serentak berkata, "Salat, wahai Amirul Mukminin. Salat telah hampir dilaksanakan."
Beliau pun tersadar, "Salat? Kalau demikian di sanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan alat." Lalu, beliau melaksanakan salat dengan darah bercucuran.
Pada situasi sekarat itu Umar masih sempat memikirkan keadaan umat dan sosok penggantinya. Khalifah Umar yang terbaring tak berdaya itu mengungkap sosok sahabat yang akan meneruskan kepemimpinannya. Beliau mengungkapkan bahawa Rasulullah SAW merestuai 6 sahabat dari kalangan Quraiys. Yaitu Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Thalhah bin 'Ubaidillah, Zubair bin Al 'Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin 'Auf.
Tak lama kemudian, sahabat dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ini pun mengembuskan nafas terakhirnya. Apa yang dialami Umar ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Allah. Dikisahkan, ketika beliau sedang wukuf di Arafah, beliau pernah memanjatkan doa: "Ya Allah, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rasul-Mu (Madinah)."
Seperti itulah Allah mengabulkan doa Umar bin Khathab sehingga wafat dalam keadaan Syahid. Beliau dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah dan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Doa Memohon Mati Syahid
Dari Sahl bin Hunaif radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ
"Siapa yang dengan jujur meminta kepada Allah untuk mati syahid, maka Allah akan mengangkat derajatnya seperti derajat orang yang mati syahid, meskipun nantinya dia akan mati di ranjang." (HR. Muslim No 5039 dan Ibnu Majah No 2797)
Berikut doa yang dipanjatkan Sayyidina Umar bin Khatab:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِى شَهَادَةً فِى سَبِيلِكَ ، وَاجْعَلْ مَوْتِى فِى بَلَدِ رَسُولِكَ – صلى الله عليه وسلم
Allahummarzuqnii Syahadatan Fii Sabiilika waj'al Mauti Fii Baladi Rasulika shallallahu 'alaihi wasallam
"Ya Allah berikanlah aku anugerah mati syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di negeri Rasul-Mu shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR Al-Bukhari No 1890)
Baca juga: Benarkah Gugur Saat Bertugas Termasuk Mati Syahid? Begini Kriterianya Dalam Islam
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :