9 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Shafar

loading...
9 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Shafar
Dinamakan bulan Shafar, karena bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang. Foto ilustrasi/Ist
Hari ini (19/9/2020) kita memasuki bulan Shafar (صفر), bulan kedua dalam kalender Hijriyah (1 Shafar 1442 Hijriyah). Bulan Shafar memang tidak seagung bulan Muharram yang dimuliakan Allah Ta'ala.

(Baca Juga: Sehari Bertambah 3.891 Kasus, Total 236.519 Orang Positif Corona)

Shafar berasal dari kata Shifr [صفر] yang berarti kosong. Bulan ini dinamakan Shofar atau Shifr, karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang. Banyak peristiwa perang terjadi di bulan Shafar. (Baca Juga: Selamat Datang Shafar, Bulan Peperangan dan Pesimisnya Arab Jahiliyah)

Syeikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, ulama Saudi Arabia yang dilansir dari islamqa menyebutkan peristiwa yang terjadi di bulan Shafar ini di antaranya peperangan yang terjadi pada kehidupan Nabi صلى الله عليه وسلم. Berikut peristiwanya:



1. Perang Al-Abwa atau Waddan
Perang ini merupakan pertempuran pertama yang melibatkan pasukan Muslim dan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Penyergapan Kafilah berlangsung 623-624, yang kemudian menyebabkan terjadinya Perang Badar. Ibnul Qoyyim mengatakan, "Beliau صلى الله عليه وسلم berperang sendiri dalam perang 'Abwan' atau dikenal dengan 'Waddan' terjadi pada bulan Shafar, dua belas bulan dari peristiwa Hijriyah. Yang membawa bendera perang adalah Hamzah bin Abdul Mutholib berwana putih. Yang menggantikan di Madinah adalah Sa'ad bin Ubadah. Orang-orang Muhajirin keluar khusus untuk menghadang barang dagangan Quraisy. Mereka tidak mendapatkan tipu daya.

Dalam perang ini, beliau صلى الله عليه وسلمmengambil perjanjian Makhsyi bin Amr Ad-Dumari pemimpin Bani Dumar untuk tidak menyerang Bani Dumar dan mereka tidak menyerang (kaum muslimin), tidak mengumpulkan (pasukan) dan tidak membantu musuh. Perdamaian itu ditulis antara beliau dan mereka dalam suatu perjanjian. (Zadul Ma'ad, 3/164, 165).

2. Peristiwa Mata Air Roji'
Ketika bulan Shafar (tahun ketiga Hijriyah), kaum Adhal dan Qorah datang. Mereka menyebutkan di dalam (kaum) mereka ada yang masuk Islam sehingga mereka meminta agar diutus bersama mereka orang yang mengajarkan agama dan membacakan Qur'an. Sehingga diutuslah bersama mereka enam orang (menurut pendapat Ibnu Ishaq, sementara Al-Bukhari mengatakan sepuluh sahabat). Diangkat jadi pemimpinnya adalah Martsad bin Abi Martsad Al-Gonawi. Di dalamnya juga ada Khubaib bin Ady. Mereka pergi bersamanya.



Ketika sampai di mata air Roji', yaitu mata air kepunyaan Huzail ke arah Hijaz, kau Adhal dan Qorah berkhianat. Mereka minta tolong suku Huzail lalu mereka datang mengepungnya. Maka para sahabat hampir semuanya dibunuh, sedangkan Khubaib bin Ady dan Zaid bin Datsinah ditawan. Keduanya dijual di Mekkah dan keduanya pernah membunuh pembesar (Mekkah) waktu perang Badar. (Zadul Ma’ad, 3/244).
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
لَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِيۡنَ يَفۡرَحُوۡنَ بِمَاۤ اَتَوْا وَّيُحِبُّوۡنَ اَنۡ يُّحۡمَدُوۡا بِمَا لَمۡ يَفۡعَلُوۡا فَلَا تَحۡسَبَنَّهُمۡ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الۡعَذَابِ‌ۚ وَلَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.

(QS. Ali 'Imran:188)
cover bottom ayah
preload video