Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijjah, Bulan Haji dan Berkurban!
Jum'at, 15 Mei 2026 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya tengah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu disebutkan beberapa amal shalih, maka beliau bersabda,
‘Tidak ada hari-hari yang amal shaleh pada waktu tersebut lebih mulia daripada hari-hari sepuluh (bulan Dzulhijjah ini).’
Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak juga amalan jihad di jalan Allah?’
Beliau menjawab, ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah dengan nyawa dan hartanya, kemudian ia gugur di jalan Allah.’” (HR. Ahmad; HR. Ath-Thahawi; HR. Abu Nu’aim al-Asbhani. Dinyatakan shahih oleh muhaqqiq Hilyatul Awliya’ dan dinyatakan hasan oleh al-Albani)
Imam At-Tirmidzi menyatakan terdapat hadis dengan lafal yang serupa dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu. Kedua hadis di atas dan hadis-hadis penguatnya menunjukkan beberapa pelajaran penting bagi umat Islam:
1. Amal saleh apapun lebih dicintai oleh Allah jika dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, melebihi cinta Allah apabila amal shalih tersebut dikerjakan di hari-hari yang lain.
2. Karena amal saleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah lebih dicintai oleh Allah, maka hal itu bermakna ama tersebut lebih mulia dan lebih utama di sisi Allah.
3. Orang yang beramal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah lebih utama daripada orang yang berjihad dengan nyawa dan hartanya di hari-hari yang lain lalu ia bisa kembali kepada keluarganya dengan selamat.
4. Semua amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, tanpa terkecuali, akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah ‘azza wa jalla.
Baca juga: Beda Pandangan soal Dam Haji, DPR Sarankan Kemenhaj dan MUI Cari Titik Temu
‘Tidak ada hari-hari yang amal shaleh pada waktu tersebut lebih mulia daripada hari-hari sepuluh (bulan Dzulhijjah ini).’
Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak juga amalan jihad di jalan Allah?’
Beliau menjawab, ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah dengan nyawa dan hartanya, kemudian ia gugur di jalan Allah.’” (HR. Ahmad; HR. Ath-Thahawi; HR. Abu Nu’aim al-Asbhani. Dinyatakan shahih oleh muhaqqiq Hilyatul Awliya’ dan dinyatakan hasan oleh al-Albani)
Imam At-Tirmidzi menyatakan terdapat hadis dengan lafal yang serupa dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu. Kedua hadis di atas dan hadis-hadis penguatnya menunjukkan beberapa pelajaran penting bagi umat Islam:
1. Amal saleh apapun lebih dicintai oleh Allah jika dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, melebihi cinta Allah apabila amal shalih tersebut dikerjakan di hari-hari yang lain.
2. Karena amal saleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah lebih dicintai oleh Allah, maka hal itu bermakna ama tersebut lebih mulia dan lebih utama di sisi Allah.
3. Orang yang beramal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah lebih utama daripada orang yang berjihad dengan nyawa dan hartanya di hari-hari yang lain lalu ia bisa kembali kepada keluarganya dengan selamat.
4. Semua amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, tanpa terkecuali, akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah ‘azza wa jalla.
Baca juga: Beda Pandangan soal Dam Haji, DPR Sarankan Kemenhaj dan MUI Cari Titik Temu
(wid)
Lihat Juga :