Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah

Selasa, 02 Juni 2026 - 19:01 WIB
loading...
A A A
Pintu Masjid dijadikan enam buah, dan di samping ada tempat yang diberi nama al-Batha'; jika ada orang mau mengucapkan kata-kata atau mau berbicara dengan suara keras, harus keluar ke tempat itu, sehingga tidak menodainya seperti dalam urusan perdagangan atau hal-hal yang tidak semestinya.

Dirobohkan Utsman bin Affan

Sesudah kekhalifahan beralih ke tangan Utsman, maka yang pertama disampaikannya kepada umum ialah rencana perluasan Masjid. Keluhan masyarakat adalah Masjid itu terasa sudah terlalu sempit untuk salat Jumat, setelah penduduk Madinah bertambah dalam jumlah besar, sejalan dengan bertambahnya wilayah-wilayah yang dibebaskan. Utsman bermusyawarah dengan beberapa pemuka dan mereka sepakat untuk merobohkan Masjid itu, lalu membangun kembali dan memperluasnya.

Utsman menambah perluasan Masjid itu besar-besaran, namun tidak hanya menambah perluasannya seperti yang dilakukan oleh Umar, melainkan ia mengadakan pembaruan dalam bangunan itu sesuai dengan kecenderungan aspirasinya.

Langkah ini telah menimbulkan keberatan sekelompok jemaah Muslimin ketika itu, yang menginginkan pembangunan Masjid seperti yang dibangun oleh Rasulullah. Tetapi Utsman tidak peduli apa yang mereka katakan.

Ia tidak lagi membaharui Masjid dengan bata jemur, tiang-tiangnya tidak lagi menggunakan kayu dan langit-langitnya juga bukan lagi dari pelepah daun kurma, tetapi seluruh dindingnya dibuat dari batu yang diukir dan tiang-tiangnya dari batu yang dipahat dan mengisinya dengan batang besi, dicor dengan timah serta bagian luarnya diukir dan langit-langitnya dibuat dari kayu bermutu tinggi.

Dengan demikian bangunan Masjid itu dibangun kembali dari dasarnya, beberapa macam hiasan dan ornamen dihilangkan. Dengan demikian tindakannya itu oleh beberapa sahabat Rasulullah dianggap aneh. Mereka mengecamnya, karena telah menyalahi kelaziman Rasulullah dan kedua penggantinya, Abu Bakar dan Umar.

Utsman telah melengkapi Masjid Nabi itu dengan lambang kewibawaan, sebab kini sudah menjadi pusat pemerintahan. Semua perintah dikeluarkan dari sana untuk para petinggi di daerah-daerah yang tinggal dalam gedung-gedung mewah di Damsyik, di Fustat, Kufah dan Basrah.

Beda dengan Masjidilharam

Haekal mengatakan ketikaUtsman mengadakan perluasan Masjidilharam di Makkah, yang demikian itu tidak dilakukannya. Kakbah sebagai Baitullah, yang ada berdiri di sekitarnya hanyalah sebuah beranda sempit tempat orang salat di sana. Selama masa Nabi dan selama masa Abu Bakar keadaannya tetap seperti itu.

Sesudah Islam berkembang dan banyak orang yang menunaikan ibadah haji dan salat di sekeliling Kakbah di masa Umar bin Khattab, ruangan itu sudah terasa sempit sekali. Kemudian orang memasuki Masjid dari pintu-pintu rumah yang ada di sekitarnya.

Ketika itulah rumah-rumah di sekitar Kakbah itu dibeli oleh Umar kemudian dirobohkan dan digabungkan ke daerah suci Masjidilharam dan dipagari dengan tembok rendah.

Di masa Utsman orang datang menunaikan ibadah haji makin banyak lagi, maka Utsman pun mengikuti jejak Umar, membeli rumah-rumah di sekitarnya dan ditambahkan ke lingkungan Kakbah lalu dipagar dengan tembok rendah setinggi orang berdiri, seperti yang dilakukan Umar sebelumnya.

Jadi, kata Haekal, Utsman tidak memperlakukan Masjid di Makkah itu seperti Masjid di Medinah, sebab Masjid yang di Makkah semata-mata hanya untuk ibadah dan salat, sedang Masjid di Madinah sebagai pusat pemerintahan yang sekaligus juga untuk keperluan salat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Inilah 4 Masjid yang...
Inilah 4 Masjid yang Harus Dikunjungi Jemaah Haji di Tanah Suci
Masjid Quba, Masjid...
Masjid Quba, Masjid Istimewa yang Dipuji Allah dalam Al-Qur'an
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Masjid Nabawi: Perpaduan...
Masjid Nabawi: Perpaduan Jejak Sejarah Rasulullah dan Kemegahan Arsitektur Islam
Askar Tak Berseragam...
Askar Tak Berseragam Awasi Masjid Nabawi, Jemaah Haji Diminta Ekstra Disiplin
Cegah Jemaah Haji Tercecer...
Cegah Jemaah Haji Tercecer dan Tersesat, Kemenhaj Siapkan 5 Pos di Area Masjid Nabawi
Rekomendasi
Symphony of Stones:...
Symphony of Stones: Tembok Vertikal Armenia yang Dibangun untuk Mengurung Ya'juj dan Ma'juj?
Mengapa Pelangi Terlihat...
Mengapa Pelangi Terlihat Ada 7 Warna? Ini Fakta Sebenarnya
Banjir Terbesar dalam...
Banjir Terbesar dalam Sejarah Dunia Diklaim Ciptakan Laut Mediterania
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Negara Mayoritas Muslim...
Negara Mayoritas Muslim yang Menjadi Pendukung Setia Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved