Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah

Jum'at, 12 Juni 2026 - 11:44 WIB
loading...
A A A
Artinya: "Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa: 100)

Ayat Hijrah tersebut mengandung makna yang dalam yaitu memotivasi umat Islam untuk berhijrah di jalan Allah. Di antaranya adalah umat Islam tidak akan mengalami kemiskinan dan jika ia berhijrah karena Allah. Ingin kebaikan Akhirat dan dunia lalu meninggal akan mendapatkan pahalanya Allah. Ayat-ayat lain yang bicara Hijrah banyak memotivasi manusia untuk hidup lebih baik dari sebelumnya.

Agar tahun baru Hijriyah ini bermakna bagi kita, monggo kita berubah lebih baik dari sebelumnya. Jika sebelumnya jarang baca Al-Qur'an, tahun baru ini kita tingkatkan baca Al-Qur'annya. Pun demikian jika tahun sebelumnya jarang berjamaah ayo di tahun baru ini kita tingkatnya sholat jamaah kita. Intinya di tahun baru ini, ibadah individual dan ibadah sosial harus lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

Kedua, peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah untuk membangun tatanan kehidupan yang lebih baik. Peristiwa Hijrah ini tidak dilakukan secara sembarangan. Akan tetapi dilakukan dengan strategi yang matang dan teknis perjalanan yang cermat. Semisal adanya perencanaan rute perjalanan yang jarang dilalui oleh orang kafir, perbekalan yang cukup, kendaraan yang kuat, adanya mata-mata perjalanan dan lain-lain. Ini adalah peristiwa sangat penting.

Rasulullah SAW melalui peristiwa Hijrah mengajarkan kepada umatnya untuk berpikir perencanaan yang matang. Jika umat Islam ingin jaya, maju dan umat Islam selalu terdepan, maka perencanaan haruslah matang. Jika tidak matang, maka umat Islam bisa dikalahkan oleh musuh.

Ketiga, setelah Nabi Muhammad SAW Hijrah dan menempati Yastrib, Nabi mengubah daerah itu menjadi Madinah yang berarti bisa tempat yang berbudaya, bisa juga kota. Dua makna ini sama maksudnya yaitu suatu daerah yang maju. Jika kita mengikuti pelajaran ini, ayo umat Islam menjadi umat yang berbudaya tinggi contohnya adalah disiplin, taat aturan, menjadi teladan, saling menghormati, saling menghargai, tepat waktu, dan lain-lain. Sungguh, jika ini dilakukan umat Islam akan menjadi jaya dan maju.

Keempat, setelah Nabi Muhammad SAW sampai di tempat Hijrah, Beliau pertama kali membangun masjid. Ini artinya Rasulullah SAW mengajarkan kepada umat Islam untuk menjadikan masjid sebagai tempat pemersatu. Caranya adalah ayo memakmurkan masjid dengan aktivitas jamaah. Sholat 5 waktu berjamaah serta menjadikan masjid semarak pengajian dan kegiatan keagamaan. Jika salah ditegur, dan jika benar pemimipin diikuti hingga selesai. Jika ini dilakukan niscaya masyarakat Islam akan damai, tentram dan sejahtera.

Kelima, ada amalan yang bagus dilakukan pada Bulan Muharram yaitu berpuasa tanggal 9 Muharram yang disebut dengan puasa Tasu'a dan 10 Muharram disebut Puasa Asyura. Puasa tanggal 10 disebut sebagai puasanya Nabi Musa dan Rasulullah SAW berkeinginan untuk puasa tanggal 9 untuk membedakan agar tidak sekadar tanggal 10 saja sebagaimana orang Yahudi dan Narani. Puasa tanggal 9 dan 10 bulan Muharram dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Artinya: "Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas, semoga Allah SWT meridhoi keduanya. Abdullah berkata, "Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, para sahabat bertanya, 'Ya Rasulallah, itu adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah SAW bersabda, "Kalau ada kesempatan pada tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa Tasua (9 Muharram)." Abdullah Ibnu Abbas berkata, "Belum datang tahun depan, tetapi Rasulullah sudah terlebih dulu wafat." (HR Muslim)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Rekomendasi
Identik dengan Nabi...
Identik dengan Nabi Musa, Keanehan di Laut Merah Kembali Ditemukan
Daftar Fenemona Alam...
Daftar Fenemona Alam Unik yang Terjadi di Indonesia
Fenomena Cahaya Misterius...
Fenomena Cahaya Misterius Ini Muncul saat Detik-detik Maroko Diguncang Gempa
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved