Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Rabu, 17 Juni 2026 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa Asyura. Beliau bertanya: "Apa ini?" Mereka menjawab: "Ini hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa." Maka, Nabi ﷺ bersabda: "Saya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian." Maka, beliau pun berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa Asyura." (HR Muttafaq 'Alaih)
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, katanya:
"Ketika Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura dan beliau memerintahkan manusia untuk berpuasa pada hari itu, para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani," Maka Nabi bersabda: "Jika datang tahun yang akan datang --Insya Allah-- kita akan berpuasa pada hari ke-9." Ibnu Abbas berkata: "Sebelum datangnya tahun yang akan datang, Rasulullah ﷺ telah wafat." (HR Muslim 1134 dan Abu Dawud 2445)
Sementara dalam lafazh lainnya: "Jika saya benar-benar masih sehat sampai tahun depan, maka saya akan berpuasa pada hari ke-9." (HR Muslim 1134, Ibnu Majah 1736, Al-Baihaqi 8185 dan Ahmad 1971)
Selain itu, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma secara marfu':
Artinya: "Puasalah pada hari Asyura dan berselisihlah dengan Yahudi, dan berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya." (HR Ahmad 2154)
Baca juga: 7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kapan Pelaksanaannya?
Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia, Ustaz Farid Nu'man Hasan menjelaskan bahwa puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharam dan menambahnya sehari sebelumnya atau sesudahnya untuk menyelesihi puasa kaum YahudiDari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, katanya:
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Ketika Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura dan beliau memerintahkan manusia untuk berpuasa pada hari itu, para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani," Maka Nabi bersabda: "Jika datang tahun yang akan datang --Insya Allah-- kita akan berpuasa pada hari ke-9." Ibnu Abbas berkata: "Sebelum datangnya tahun yang akan datang, Rasulullah ﷺ telah wafat." (HR Muslim 1134 dan Abu Dawud 2445)
Sementara dalam lafazh lainnya: "Jika saya benar-benar masih sehat sampai tahun depan, maka saya akan berpuasa pada hari ke-9." (HR Muslim 1134, Ibnu Majah 1736, Al-Baihaqi 8185 dan Ahmad 1971)
Selain itu, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma secara marfu':
صوموا يوم عاشوراء وخالفوا اليهود ، صوموا يوما قبله أو يوما بعده
Artinya: "Puasalah pada hari Asyura dan berselisihlah dengan Yahudi, dan berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya." (HR Ahmad 2154)
Baca juga: 7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
(wid)
Lihat Juga :