Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Rabu, 17 Juni 2026 - 14:54 WIB
loading...
Bagi Umat Islam, keutamaan puasa Asyura 10 Muharam tidak sekadar ibadah sunnah, namun ada fadhilah besar bagi yang mengerjakannya. Puasa ini merupakan puasa paling afdhol setelah puasa Ramadan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Bagi Umat Islam, keutamaan puasa Asyura 10 Muharam tidak sekadar ibadah sunnah, namun ada fadhilah besar bagi yang mengerjakannya. Puasa ini merupakan puasa paling afdhol setelah puasa Ramadan.
Untuk diketahui, jadwal puasa Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah jatuh pada Hari Kamis, 25 Juni 2026. Sedangkan puasa Tasu'a dilaksanakan pada 9 Muharam bertepatan Rabu, 24 2026.
Berikut keutamaan puasa Asyura disebutkan dalam beberapa dari Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Keutamaan puasa ini dapat menjadi penyemangat dan motivasi bagi kaum muslim untuk mengerjakannya.
Artinya: "Puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram." (HR Muslim 1163, Ad-Darimi 1758, Ibnu Khuzaimah 2076, Ahmad 8534)
Baca juga: Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun akan datang. Puasa 'Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim 1162)
Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
Artinya: "Dan berpuasa 'Asyura, sesungguhnya saya berharap kepada Allah, puasa ini menghapuskan dosa setahun sebelumnya." (HR Abu Dawud 2425, Ibnu Majah 1738)
Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa Asyura. Beliau bertanya: "Apa ini?" Mereka menjawab: "Ini hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa." Maka, Nabi ﷺ bersabda: "Saya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian." Maka, beliau pun berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa Asyura." (HR Muttafaq 'Alaih)
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, katanya:
"Ketika Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura dan beliau memerintahkan manusia untuk berpuasa pada hari itu, para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani," Maka Nabi bersabda: "Jika datang tahun yang akan datang --Insya Allah-- kita akan berpuasa pada hari ke-9." Ibnu Abbas berkata: "Sebelum datangnya tahun yang akan datang, Rasulullah ﷺ telah wafat." (HR Muslim 1134 dan Abu Dawud 2445)
Sementara dalam lafazh lainnya: "Jika saya benar-benar masih sehat sampai tahun depan, maka saya akan berpuasa pada hari ke-9." (HR Muslim 1134, Ibnu Majah 1736, Al-Baihaqi 8185 dan Ahmad 1971)
Selain itu, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma secara marfu':
Artinya: "Puasalah pada hari Asyura dan berselisihlah dengan Yahudi, dan berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya." (HR Ahmad 2154)
Baca juga: 7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Untuk diketahui, jadwal puasa Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah jatuh pada Hari Kamis, 25 Juni 2026. Sedangkan puasa Tasu'a dilaksanakan pada 9 Muharam bertepatan Rabu, 24 2026.
Berikut keutamaan puasa Asyura disebutkan dalam beberapa dari Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Keutamaan puasa ini dapat menjadi penyemangat dan motivasi bagi kaum muslim untuk mengerjakannya.
1. Puasa Paling Afdhal Setelah Puasa Ramadan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل
Artinya: "Puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram." (HR Muslim 1163, Ad-Darimi 1758, Ibnu Khuzaimah 2076, Ahmad 8534)
Baca juga: Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
2. Diampuni Dosa Setahun Sebelumnya
Dalam Hadis yang shahih, Rasulullah ﷺ bersabda:صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun akan datang. Puasa 'Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim 1162)
Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: "Dan berpuasa 'Asyura, sesungguhnya saya berharap kepada Allah, puasa ini menghapuskan dosa setahun sebelumnya." (HR Abu Dawud 2425, Ibnu Majah 1738)
3. Hari Paling Mulia Melaksanakan Puasa Sunnah
Hari Asyura adalah hari dimana Allah Ta'ala membebaskan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, katanya:قدم النبي صلى الله عليه وسلم المدينة فرأى اليهود تصوم عاشوراء. فقال: ” ما هذا؟ ” قالوا: يوم صالح، نجى الله فيه موسى وبني السرائيل من عدوهم، فصامه موسى فقال صلى الله عليه وسلم: ” أنا أحق بموسى منكم ” فصامه، وأمر بصيامه
Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa Asyura. Beliau bertanya: "Apa ini?" Mereka menjawab: "Ini hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa." Maka, Nabi ﷺ bersabda: "Saya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian." Maka, beliau pun berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa Asyura." (HR Muttafaq 'Alaih)
Kapan Pelaksanaannya?
Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia, Ustaz Farid Nu'man Hasan menjelaskan bahwa puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharam dan menambahnya sehari sebelumnya atau sesudahnya untuk menyelesihi puasa kaum YahudiDari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, katanya:
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Ketika Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura dan beliau memerintahkan manusia untuk berpuasa pada hari itu, para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani," Maka Nabi bersabda: "Jika datang tahun yang akan datang --Insya Allah-- kita akan berpuasa pada hari ke-9." Ibnu Abbas berkata: "Sebelum datangnya tahun yang akan datang, Rasulullah ﷺ telah wafat." (HR Muslim 1134 dan Abu Dawud 2445)
Sementara dalam lafazh lainnya: "Jika saya benar-benar masih sehat sampai tahun depan, maka saya akan berpuasa pada hari ke-9." (HR Muslim 1134, Ibnu Majah 1736, Al-Baihaqi 8185 dan Ahmad 1971)
Selain itu, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma secara marfu':
صوموا يوم عاشوراء وخالفوا اليهود ، صوموا يوما قبله أو يوما بعده
Artinya: "Puasalah pada hari Asyura dan berselisihlah dengan Yahudi, dan berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya." (HR Ahmad 2154)
Baca juga: 7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
(wid)
Lihat Juga :