Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Kamis, 25 Juni 2026 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Ketika itu juga ia dikelilingi burung-burung dan lain-lainnya. Lalu muncullah Nabi Sulaiman dalam bentuk yang tidak seperti biasanya, yakni tanpa pakaian kebesaran, ia melihat bahwa di singgasananya telah duduk seseorang.
Kemudian ia berkata kepada orang-orang yang ada di situ, "Aku adalah Sulaiman."
Akan tetapi orang-orang mengingkarinya (kemudian ia kembali) yakni kembali dapat merebut kebesarannya setelah selang beberapa hari; yaitu setelah ia berhasil merebut cincin kebesarannya, lalu memakainya dan duduk di atas singgasananya kembali.
Dikisahkan, ketika Nabi Sulaiman memerangi raja kafir, beliau menikahi anak perempuan raja kafir tersebut. Karena istrinya selalu rindu kepada ayahnya, istrinya memohon kepada Nabi Sulaiman untuk dibuatkan patung yang menyerupai ayahnya.
Lambat waktu ternyata istri Nabi Sulaiman ini, menyembah patung ayahnya, di luar pengetahuan Nabi Sulaiman. Karena menyembah patung itu, istrinya kemudian diikuti oleh setan.
Suatu ketika pada saat Nabi Sulaiman wudlu, Nabi Sulaiman memiliki cincin sakti yang tidak boleh dibawa ke kamar mandi, sehingga dititipkan kepada istrinya. Ternyata itu bukan istrinya melainkan setan yang menyamar sebagai istri Nabi Sulaiman.
Oleh karena jimat Nabi Sulaiman adalah cincin, maka hilang sebagian kekuatannya.
Paling menonjol dan mengundang perbedaan adalah perihal kisah jimat Nabi Sulaiman as. Dalam kisah itu disebutkan bahwa setelah jin sukses mencuri jimat Nabi Sulaiman, maka jin menggagahi semua istri sang nabi selama 40 hari.
Tafsir sejenis, selain yang ditafsirkan Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi, adalah:
Konon Nabi Sulaiman as menikahi seorang wanita yang sangat beliau cintai, namanya Jaradah. Hanya saja ia menyembah berhala di rumah Nabi Sulaiman, tanpa sepengetahuan beliau.
Kemudian ia berkata kepada orang-orang yang ada di situ, "Aku adalah Sulaiman."
Akan tetapi orang-orang mengingkarinya (kemudian ia kembali) yakni kembali dapat merebut kebesarannya setelah selang beberapa hari; yaitu setelah ia berhasil merebut cincin kebesarannya, lalu memakainya dan duduk di atas singgasananya kembali.
Dikisahkan, ketika Nabi Sulaiman memerangi raja kafir, beliau menikahi anak perempuan raja kafir tersebut. Karena istrinya selalu rindu kepada ayahnya, istrinya memohon kepada Nabi Sulaiman untuk dibuatkan patung yang menyerupai ayahnya.
Lambat waktu ternyata istri Nabi Sulaiman ini, menyembah patung ayahnya, di luar pengetahuan Nabi Sulaiman. Karena menyembah patung itu, istrinya kemudian diikuti oleh setan.
Suatu ketika pada saat Nabi Sulaiman wudlu, Nabi Sulaiman memiliki cincin sakti yang tidak boleh dibawa ke kamar mandi, sehingga dititipkan kepada istrinya. Ternyata itu bukan istrinya melainkan setan yang menyamar sebagai istri Nabi Sulaiman.
Oleh karena jimat Nabi Sulaiman adalah cincin, maka hilang sebagian kekuatannya.
Ujian Nabi Sulaiman
Perihal kisah ini dikaitkan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Shad ayat 34 tersebut. Kendati demikian, para ulama tafsir berbeda-beda dalam menafsirkan ayat tersebut.Paling menonjol dan mengundang perbedaan adalah perihal kisah jimat Nabi Sulaiman as. Dalam kisah itu disebutkan bahwa setelah jin sukses mencuri jimat Nabi Sulaiman, maka jin menggagahi semua istri sang nabi selama 40 hari.
Tafsir sejenis, selain yang ditafsirkan Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi, adalah:
Konon Nabi Sulaiman as menikahi seorang wanita yang sangat beliau cintai, namanya Jaradah. Hanya saja ia menyembah berhala di rumah Nabi Sulaiman, tanpa sepengetahuan beliau.
Lihat Juga :