Surah Al-Waqi'ah: Rahasia Pembuka Pintu Rezeki
Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
"Rahmat Tuhanku", jawab Abdullah bin Mas'ud.
"Apakah engkau ingin aku panggilkan dokter untukmu",
"Tidak perlu," ujar Abdullah bin Mas’ud.
"Apakah engkau ingin aku memberikan sesuatu bagimu?" tanya Utsman lagi.
"Aku tidak membutuhkannya", ujar Abdullah bin Mas'ud.
"Mungkin untuk bekal putri-putrimu sepeningalmu", tutur Utsman.
Abdullah bin Mas'ud menjawab: "Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, maka dia tidak akan ditimpa kemiskinan."
Syeikh Nashirudin Al-Albani, pakar Hadis kontemporer, dalam bukunya "Silsilah Hadis Dha'if", menerangkan bahwa Hadis tentang keutamaan membaca Surat Al-Waqi'ah berkualitas dha'if (lemah). Syuja’ dan As-Surry diragukan kualitas ke-tsiqah-annya (Dalam Ilmu Hadis, salah satu kriteria menentukan sebuah Hadis itu shahih, hasan, atau dha'if adalah para perawi harus tsiqah. Tsiqah mengandung arti dua aspek, yaitu memiliki kemampuan hafalan yang baik (dhabit) dan memiliki karakter atau akhlak terpuji).
Lantas, bagaimana menyikapinya? Imam Ahmad bin Hanbal , ulama penulis Kitab Hadis Musnad Imam Ahmad, menerangkan bahwa Hadis dha'if yang terkait fadhailul a’mal (keutamaan sebuah amalan) boleh diamalkan. Yang dimaksud Hadis dha'if tidak diperbolehkan menjadi hujjah yaitu dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan istinbath hukum. Dalam hal ini, tidak diperbolehkan berijtihad untuk menetapkan status hukum suatu masalah dengan berlandaskan pada Hadis dha'if. Adapun menjadikannya sebagai hujjah bagi amalan baik itu diperbolehkan.
Imam Ibnu Hajar Al-Ashqalani, ulama ahli Hadis dan penulis Kitab Hadis Riyadh Ash-Shalihin, juga menerangkan bahwa Hadis dha'if yang terkait fadhailul a'mal boleh diamalkan. (Baca Juga: Membaca Surat Al-Waqiah, Amalan Terbaik bagi Perempuan )
"Apakah engkau ingin aku panggilkan dokter untukmu",
"Tidak perlu," ujar Abdullah bin Mas’ud.
"Apakah engkau ingin aku memberikan sesuatu bagimu?" tanya Utsman lagi.
"Aku tidak membutuhkannya", ujar Abdullah bin Mas'ud.
"Mungkin untuk bekal putri-putrimu sepeningalmu", tutur Utsman.
Abdullah bin Mas'ud menjawab: "Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, maka dia tidak akan ditimpa kemiskinan."
Syeikh Nashirudin Al-Albani, pakar Hadis kontemporer, dalam bukunya "Silsilah Hadis Dha'if", menerangkan bahwa Hadis tentang keutamaan membaca Surat Al-Waqi'ah berkualitas dha'if (lemah). Syuja’ dan As-Surry diragukan kualitas ke-tsiqah-annya (Dalam Ilmu Hadis, salah satu kriteria menentukan sebuah Hadis itu shahih, hasan, atau dha'if adalah para perawi harus tsiqah. Tsiqah mengandung arti dua aspek, yaitu memiliki kemampuan hafalan yang baik (dhabit) dan memiliki karakter atau akhlak terpuji).
Lantas, bagaimana menyikapinya? Imam Ahmad bin Hanbal , ulama penulis Kitab Hadis Musnad Imam Ahmad, menerangkan bahwa Hadis dha'if yang terkait fadhailul a’mal (keutamaan sebuah amalan) boleh diamalkan. Yang dimaksud Hadis dha'if tidak diperbolehkan menjadi hujjah yaitu dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan istinbath hukum. Dalam hal ini, tidak diperbolehkan berijtihad untuk menetapkan status hukum suatu masalah dengan berlandaskan pada Hadis dha'if. Adapun menjadikannya sebagai hujjah bagi amalan baik itu diperbolehkan.
Imam Ibnu Hajar Al-Ashqalani, ulama ahli Hadis dan penulis Kitab Hadis Riyadh Ash-Shalihin, juga menerangkan bahwa Hadis dha'if yang terkait fadhailul a'mal boleh diamalkan. (Baca Juga: Membaca Surat Al-Waqiah, Amalan Terbaik bagi Perempuan )
Lihat Juga :