Tamparan Keras Ulama Sufi Abu Yazid Al-Busthami kepada Muridnya
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 21:40 WIB
loading...
A
A
A
Abu Yazid berkata: "Ucapan tasbihmu itu adalah syirik." Murid itu keheranan, "Mengapa bisa begitu?"
Abu Yazid menjawab, "Karena kelihatannya kau sedang memuji Allah 'Azza wa Jalla, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu."
Murid itu berkata, "Aku tidak mampu melakukannya, tunjukkan aku cara lain yang bisa kulakukan."
Abu Yazid berkata: "Mulailah dengan hal ini sebelum yang lain, sampai perasaan agungmu hilang, dan dirimu merasa rendah, lalu akan kuberitahu apa apa yang baik bagimu."
Sang murid menjawab: "Aku tidak mampu melakukannya." Abu Yazid berkata: "Kau memang takkan mampu melakukannya!"
Cerita ini menyimpan hikmah dan pelajaran yang amat berharga, di antaranya:
1. Abu Yazid mengajarkan bahwa orang yang sering beribadah mudah terkena penyakit ujub dan takabur.
2. Abu Yazid menganjurkan muridnya berlatih menjadi orang hina agar ego dan keinginan untuk menonjol dan dihormati segera hilang, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian.
3. Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadah. Orang sering merasa ibadah yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan.
4. Orang yang gemar beribadah banyak biasa jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadah dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan kecewa bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya.
(Baca Juga: Si Raja Mistik Itu Bernama Abu Yazid Al-Busthami )
Sumber:
Kitab Taqdiisul Asykhosh Fil Fikris Shufiy Jilid 1
Abu Yazid menjawab, "Karena kelihatannya kau sedang memuji Allah 'Azza wa Jalla, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu."
Murid itu berkata, "Aku tidak mampu melakukannya, tunjukkan aku cara lain yang bisa kulakukan."
Abu Yazid berkata: "Mulailah dengan hal ini sebelum yang lain, sampai perasaan agungmu hilang, dan dirimu merasa rendah, lalu akan kuberitahu apa apa yang baik bagimu."
Sang murid menjawab: "Aku tidak mampu melakukannya." Abu Yazid berkata: "Kau memang takkan mampu melakukannya!"
Cerita ini menyimpan hikmah dan pelajaran yang amat berharga, di antaranya:
1. Abu Yazid mengajarkan bahwa orang yang sering beribadah mudah terkena penyakit ujub dan takabur.
2. Abu Yazid menganjurkan muridnya berlatih menjadi orang hina agar ego dan keinginan untuk menonjol dan dihormati segera hilang, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian.
3. Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadah. Orang sering merasa ibadah yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan.
4. Orang yang gemar beribadah banyak biasa jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadah dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan kecewa bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya.
(Baca Juga: Si Raja Mistik Itu Bernama Abu Yazid Al-Busthami )
Sumber:
Kitab Taqdiisul Asykhosh Fil Fikris Shufiy Jilid 1
(rhs)
Lihat Juga :