Syaikh Abdul Qadir al Jilani tentang Derajat (Kebesaran) dan Serigala
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:42 WIB
loading...
A
A
A
"Ah," kata binatang buas, "beberapa orang telah meletakkan aku di sini karena aku tidak mau menerima uang mereka."
"Mengapa mereka ingin memberikannya kepadamu, dan mengapa engkau tidak menerimanya?" tanya si kambing dengan bersemangat.
"Karena aku tafakur, dan mereka ingin menyuapku," kata binatang buas, "mereka manusia tak bertuhan."
Si kambing mempengaruhi bahwa dia akan menggantikan tempat binatang buas, dan menasihati agar binatang buas tersebut lari menjauh dari jangkauan orang-orang tak bertuhan tersebut. Maka mereka pun berganti tempat.
Warga desa kembali setelah senja turun, menutup kepala kambing dengan karung, mengikatnya, dan menghanyutkannya ke laut.
Keesokan harinya mereka terkejut melihat binatang buas memasuki desa dengan sekawanan domba.
"Di laut sana, ruh-ruh dengan baik hati membalas siapa saja yang terjun ke dalamnya dan 'tenggelam' dalam sikap demikian," kata binatang buas.
Dalam sekejap, orang berduyun-duyun pergi ke pantai dan terjun ke laut.
Itulah sebabnya mengapa binatang buas tersebut mengambil alih desa yang ditinggalkan penduduknya.(Baca juga: Kelompok Sufi, Ketika Kematian Bukan Kematian, dan Kamar Pinjaman )
"Mengapa mereka ingin memberikannya kepadamu, dan mengapa engkau tidak menerimanya?" tanya si kambing dengan bersemangat.
"Karena aku tafakur, dan mereka ingin menyuapku," kata binatang buas, "mereka manusia tak bertuhan."
Si kambing mempengaruhi bahwa dia akan menggantikan tempat binatang buas, dan menasihati agar binatang buas tersebut lari menjauh dari jangkauan orang-orang tak bertuhan tersebut. Maka mereka pun berganti tempat.
Warga desa kembali setelah senja turun, menutup kepala kambing dengan karung, mengikatnya, dan menghanyutkannya ke laut.
Keesokan harinya mereka terkejut melihat binatang buas memasuki desa dengan sekawanan domba.
"Di laut sana, ruh-ruh dengan baik hati membalas siapa saja yang terjun ke dalamnya dan 'tenggelam' dalam sikap demikian," kata binatang buas.
Dalam sekejap, orang berduyun-duyun pergi ke pantai dan terjun ke laut.
Itulah sebabnya mengapa binatang buas tersebut mengambil alih desa yang ditinggalkan penduduknya.(Baca juga: Kelompok Sufi, Ketika Kematian Bukan Kematian, dan Kamar Pinjaman )
(mhy)