Syaikh Abdul Qadir al Jilani tentang Derajat (Kebesaran) dan Serigala

Senin, 26 Oktober 2020 - 10:42 WIB
loading...
Syaikh Abdul Qadir al...
Ilustrasi/Ist
A A A
'JALAN' ini diadakan oleh para pengikut Syaikh Abdul Qadir dari Gilan, yang lahir di Nif, distrik Gilan, sebelah selatan Laut Kaspia. Dia meninggal dunia tahun 1166, dan menggunakan terminologi sangat sederhana yang kemudian hari digunakan oleh orang-orang Rosicrucia di Eropa. (Baca juga: Baca juga: Bunga Mawar dari Baghdad dan Anggur )

Idries Shah dalam bukunya berjudul The Way of the Sufi dan diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha menjadi " Jalan Sufi : Reportase Dunia Ma'rifat" menyebutkan ringkasan berikut, termasuk materi pelajaran tradisional dari disiplin Qadiriyah dan juga beberapa pokok ucapan atau teguran Abdul Qadir sendiri. (Baca juga: Instruksi dan Tradisi Chisytiyah: Misteri Kaum Sufi? )

SANG GURU DAN ANJING

Seorang guru Sufi , berjalan sepanjang jalan dengan seorang muridnya, telah diserang oleh seekor anjing yang galak.

Si murid dengan garang berteriak:

"Betapa berani kau mendekati guruku dalam sikap seperti itu!"

"Dia lebih berpendirian tetap daripada dirimu," kata sang Guru, "karena dia menggonggong kepada seseorang, sesuai dengan kebiasaan dan kesukaannya; sementara engkau memandangku sebagai gurumu dan sama sekali tidak dapat merasakan manfaat dari banyaknya penerangan yang telah kita persiapkan untuk mengarungi perjalanan ini, mengabaikan mereka tanpa pertimbangan lagi." (Baca juga: Instruksi dan Tradisi Chisytiyah: Misteri Kaum Sufi? )

DERAJAT (KEBESARAN) DAN SERIGALA

Serigala berpikir bahwa dia telah menyenangkan diri sendiri dengan baik, ketika dia pada kenyataannya hanya memakan sisa-sisa dari (makanan) singa.

Aku menyebarkan ilmu pengetahuan yang menghasilkan 'derajat'. Inilah, digunakan untuk diri sendiri, sebab-sebab bencana. Dia yang menggunakannya hanya akan menjadi terkenal, bahkan sangat kuat. Dia akan memimpin manusia menyembah 'derajat', hingga mereka akan nyaris tak dapat kembali kepada Jalan Sufi. (Abdul Qadir al Jilani). (Baca juga: Instruksi dan Tradisi Chisytiyah: Kaum Sufi Adalah Pembohong )

BINATANG BUAS, KAMBING DAN ORANG DESA

Suatu kali seekor binatang buas telah tertangkap oleh penduduk desa. Mereka mengikatnya ke sebuah pohon. Merenungkan penderitaan yang mereka timpakan atas dirinya; telah diputuskan untuk menghanyutkan dia ke laut sore itu, setelah mereka menyelesaikan pekerjaan mereka sehari-hari.

Tetapi seekor kambing yang tidak begitu pandai, datang menghampiri dan menanyai binatang buas yang cerdik itu, mengapa dia diikat seperti itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Rekomendasi
Ukuran Gerbang Neraka...
Ukuran Gerbang Neraka Siberia Terdeteksi Bertambah 3 Kali Lipat
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Jejak Kaum Ad yang Berhasil...
Jejak Kaum Ad yang Berhasil Ditemukan Ilmuwan seperti Dijelaskan dalam Al Quran
Artikel Terkini
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Infografis
Fakta Putin Sangat Menghargai...
Fakta Putin Sangat Menghargai dan Ramah Terhadap Umat Islam Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved