Ditawari Jadi Menteri Oleh Baginda, Abu Nawas Malah Konsultasi dengan Burung
Minggu, 01 November 2020 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
Utusan Baginda bingung setengah mati. Apa yang akan disampaikan kepada Baginda nanti.
Benar saja. Baginda marah-marah begitu menerima laporan utusannya. "Cari, di mana Abu Nawas. Harus ketemu," titahnya.
Sementara itu, Abu Nawas langsung berangkat ke hutan begitu utusan itu balik ke istana. Dia berpesan kepada istrinya jika utusan itu datang lagi bilang saja, "saya di hutan sana".
Utusan disertai beberapa pengawal Baginda datang juga ke rumah. Istrinya pun menunjukkan di mana suaminya berada.
Abu Nawas sedang duduk di mulut sebuah gua di hutan sambil bicara sendiri ketika utusan dan pengawal datang. "Hai Abu Nawas, Baginda mencarimu. Cepatlah..!" kata utusan Baginda.
"Sebentar, saya sedang ngobrol dengan burung itu," ujar Abu Nawas sembari menunjuk seekor burung yang bertengger di dahan pohon.
"Ah, kau gila ya?"
Abu Nawas menunjukkan wajah serius. "Saya sedang bicara dengan burung. Diamlah. Ini menyangkut masa depan Baginda," ujar Abu Nawas meyakinkan.
Utusan Baginda terheran-heran. Mau tak mau mereka pun sabar menanti sembari menyaksikan tingkah Abu Nawas yang aneh itu.
Tak lama kemudian, Abu Nawas ngeloyor menaiki keledainya. Utusan dan pengawal Baginda mengawalnya sampai Istana.
Begitu sampai di istana, Abu Nawas duduk di tempat biasa.Sedangkan utusan menemui Baginda, di ruang lain. Sang utusan bercerita bahwa Abu Nawas setengah gila. "Hamba lihat, Abu bicara dengan burung," ujar utusan berkisah. Baginda penasaran juga.
"Kemana saja kamu?" tanya Baginda begitu melihat Abu Nawas berada di depannya.
"Mohon ampun baginda ... Hamba sedang menjalankan mimpi hamba untuk uzlah ke hutan," jawab Abu Nawas.
"Mimpi Apa?"
"Mimpi bertemu ayah hamba. Beliau berpesan agar hamba menyepi untuk sementara waktu agar dapat wangsit," ujar Abu Nawas.
Benar saja. Baginda marah-marah begitu menerima laporan utusannya. "Cari, di mana Abu Nawas. Harus ketemu," titahnya.
Sementara itu, Abu Nawas langsung berangkat ke hutan begitu utusan itu balik ke istana. Dia berpesan kepada istrinya jika utusan itu datang lagi bilang saja, "saya di hutan sana".
Utusan disertai beberapa pengawal Baginda datang juga ke rumah. Istrinya pun menunjukkan di mana suaminya berada.
Abu Nawas sedang duduk di mulut sebuah gua di hutan sambil bicara sendiri ketika utusan dan pengawal datang. "Hai Abu Nawas, Baginda mencarimu. Cepatlah..!" kata utusan Baginda.
"Sebentar, saya sedang ngobrol dengan burung itu," ujar Abu Nawas sembari menunjuk seekor burung yang bertengger di dahan pohon.
"Ah, kau gila ya?"
Abu Nawas menunjukkan wajah serius. "Saya sedang bicara dengan burung. Diamlah. Ini menyangkut masa depan Baginda," ujar Abu Nawas meyakinkan.
Utusan Baginda terheran-heran. Mau tak mau mereka pun sabar menanti sembari menyaksikan tingkah Abu Nawas yang aneh itu.
Tak lama kemudian, Abu Nawas ngeloyor menaiki keledainya. Utusan dan pengawal Baginda mengawalnya sampai Istana.
Begitu sampai di istana, Abu Nawas duduk di tempat biasa.Sedangkan utusan menemui Baginda, di ruang lain. Sang utusan bercerita bahwa Abu Nawas setengah gila. "Hamba lihat, Abu bicara dengan burung," ujar utusan berkisah. Baginda penasaran juga.
"Kemana saja kamu?" tanya Baginda begitu melihat Abu Nawas berada di depannya.
"Mohon ampun baginda ... Hamba sedang menjalankan mimpi hamba untuk uzlah ke hutan," jawab Abu Nawas.
"Mimpi Apa?"
"Mimpi bertemu ayah hamba. Beliau berpesan agar hamba menyepi untuk sementara waktu agar dapat wangsit," ujar Abu Nawas.
Lihat Juga :