Orang-Orang Kanibal, Abu Nawas Akan Disembelih dan Dijadikan Bubur
Rabu, 13 Mei 2020 - 03:44 WIB
loading...
A
A
A
"Desa aneh, apa keanehannya?"
"Di desa tersebut ada orang menjual bubur haris yang khas dan sangat lezat. Di samping itu hawa di desa itu benar-benar sejuk dan segar. "
"Aku ingin berkunjung ke desa itu. Pengawal! Siapkan pasukan!"
"Ampun Tuanku, jangan membawa-bawa pengawal. Tuanku harus menyamar jadi orang biasa. "
"Tapi ini demi keselamatanku sebagai seorang raja"
"Ampun Tuanku, jika bawa-bawa tentara maka orang sedesa akan ketakukan dan Tuanku takkan dapat melihat orang menjual bubur khas itu."
"Baiklah, kapan kita berangkat?"
"Sekarang juga Tuanku, supaya nanti sore kita sudah datang di perkampungan itu."
Demikianlah, Baginda melepas pakaian kebesaran seorang raja, menyamar sebagai rakyat biasa. Ia mengikuti Abu Nawas ke perkampungan orang-orang badui kanibal.
Abu Nawas mengajak Baginda masuk ke rumah besar tempat orang-orang makan bubur. Di sana mereka membeli bubur.
Baginda memakan bubur itu dengan lahapnya.
"Betul katamu, bubur ini memang lezat!" kata Baginda setelah makan. "Kenapa buburmu tidak kau makan Abu Nawas. "
"Hamba masih kenyang," kata Abu Nawas sambil melirik dan berkedip ke arah penjual bubur.
Setelah makan, Baginda diajak ke tempat pohon rindang yang hawanya sejuk. "Betul juga katamu, di sini hawanya memang sejuk dan segar ahhhhh .. aku kok mengantuk sekali," kata Baginda.
"Tunggu Tuanku, jangan tidur dulu. ... hamba pamit mau buang ari kecil di semar belukar sana. "
"Baik, pergilah Abu Nawas!"
Baru saja Abu Nawas melangkah pergi, Baginda sudah tertidur, tapi ia segera terbangun lagi ketika mendengar suara bentakan keras.
"Hai orang gendut! Cepat bangun! Atau kau kami sembelih di tempat ini!" ternyata badui penjual bubur sudah berada di belakang Baginda dan menghunus pedang diarahkan ke leher Baginda.
"Apa-apaan ini!" protes Baginda.
"Jangan banyak cakap. Cepat jalan..!" perintah Badui.
Baginda mengikuti perintah orang badui itu dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara.
"Mengapa aku dipenjara?"
"Besok kau akan kami sembelih, dagingmu kami campur dengan tepung gandum dan jadilah bubur haris yang terkenal lezat. Hahahahaha!"
"Astaga jadi yang kumakan tadi..?"
"Betul kau telah memakan bubur kami, bubur manusia."
"Hoekkkkk...!" Baginda mau muntah tapi tak bisa.
"Sekarang tidurlah, berdoalah, sebab besok kau akan mati. "
"Tunggu..."
"Di desa tersebut ada orang menjual bubur haris yang khas dan sangat lezat. Di samping itu hawa di desa itu benar-benar sejuk dan segar. "
"Aku ingin berkunjung ke desa itu. Pengawal! Siapkan pasukan!"
"Ampun Tuanku, jangan membawa-bawa pengawal. Tuanku harus menyamar jadi orang biasa. "
"Tapi ini demi keselamatanku sebagai seorang raja"
"Ampun Tuanku, jika bawa-bawa tentara maka orang sedesa akan ketakukan dan Tuanku takkan dapat melihat orang menjual bubur khas itu."
"Baiklah, kapan kita berangkat?"
"Sekarang juga Tuanku, supaya nanti sore kita sudah datang di perkampungan itu."
Demikianlah, Baginda melepas pakaian kebesaran seorang raja, menyamar sebagai rakyat biasa. Ia mengikuti Abu Nawas ke perkampungan orang-orang badui kanibal.
Abu Nawas mengajak Baginda masuk ke rumah besar tempat orang-orang makan bubur. Di sana mereka membeli bubur.
Baginda memakan bubur itu dengan lahapnya.
"Betul katamu, bubur ini memang lezat!" kata Baginda setelah makan. "Kenapa buburmu tidak kau makan Abu Nawas. "
"Hamba masih kenyang," kata Abu Nawas sambil melirik dan berkedip ke arah penjual bubur.
Setelah makan, Baginda diajak ke tempat pohon rindang yang hawanya sejuk. "Betul juga katamu, di sini hawanya memang sejuk dan segar ahhhhh .. aku kok mengantuk sekali," kata Baginda.
"Tunggu Tuanku, jangan tidur dulu. ... hamba pamit mau buang ari kecil di semar belukar sana. "
"Baik, pergilah Abu Nawas!"
Baru saja Abu Nawas melangkah pergi, Baginda sudah tertidur, tapi ia segera terbangun lagi ketika mendengar suara bentakan keras.
"Hai orang gendut! Cepat bangun! Atau kau kami sembelih di tempat ini!" ternyata badui penjual bubur sudah berada di belakang Baginda dan menghunus pedang diarahkan ke leher Baginda.
"Apa-apaan ini!" protes Baginda.
"Jangan banyak cakap. Cepat jalan..!" perintah Badui.
Baginda mengikuti perintah orang badui itu dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara.
"Mengapa aku dipenjara?"
"Besok kau akan kami sembelih, dagingmu kami campur dengan tepung gandum dan jadilah bubur haris yang terkenal lezat. Hahahahaha!"
"Astaga jadi yang kumakan tadi..?"
"Betul kau telah memakan bubur kami, bubur manusia."
"Hoekkkkk...!" Baginda mau muntah tapi tak bisa.
"Sekarang tidurlah, berdoalah, sebab besok kau akan mati. "
"Tunggu..."
Lihat Juga :