Hauqalah, Kalimat Ringan Khasiatnya Tak Terbayangkan
Rabu, 13 Mei 2020 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam redaksi yang lain juga ada tambahan al’‘aliyyil azhīmi. Lengkapnya lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi:“Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.”
Syekh M Nawawi Al-Bantani menyebutkan, “Salah satu keistimewaan lafal hauqalah adalah apa yang disebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadis riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, ‘Siapa saja yang membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran,’” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).
Menurut Syaikh Nawawi, hauqalah merupakan lafal yang baik dibaca ketika seseorang tengah dirundung kesulitan dan kebuntuan.
“Diriwayatkan di dalam hadis juga bahwa bila kebimbangan hinggap di hati seseorang lalu ia membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi sebanyak 300 kali, niscaya Allah membukakan jalan keluar baginya, maksudnya Allah mengurangi beban kesulitannya. Hal ini disebutkan oleh guru kami, Syekh Yusuf dalam hasyiyah Mi’raj-nya,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).
Lafal hauqalah ini merupakan bacaan baik atau kalimah thayyibah yang memang seharusnya dilazimkan oleh lidah kita sebagai umat Islam. Dengan kelaziman pada bacaan lafal ini, kita berharap Allah membuka jalan keluar atas kebuntuan masalah yang tengah kita hadapi.
Menutup 99 Pintu Kemudharatan
Kalimat hauqala merupakan bagian dari perbendaharaan surga. Dan manfaatnya adalah dapat menolak atau menutup pintu kemudharatan atau sesuatu yang dapat membahayakan.
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa kemudharatan (keburukan) itu ada 99 pintu, di mana yang paling rendah adalah merasa gelisah dan juga merasa fakir.
Merasa gelisah berarti merasa galau dalam hati disebabkan oleh masalah yang sedang menimpanya. Atau kekahawatiran yang berlebihan terhadap sesuatu yang akan dialaminya.
Maka dengan mengucapkan kalimat hauqala ini dengan sepenuh hati akan menjadikan rasa galau tersebut menjadi sirna. Karena akan dapat mengembalikan suasana hati untuk senantiasa pasrah terhadap keadaan apapun yang menimpa.
Semua itu akan dijalaninya dengan penuh optimis dan prasangka baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alhamdulillahi ‘ala kulli haal segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.
Merasa fakir juga demikian. Khawatir terhadap kefakiran yang akan dialaminya. Seolah rezeki Allah akan berhenti atau semakin merasa kecil saja anugerah yang diberikan kepada kita. Padahal jika jatah rezeki sudah habis tentu seseorang akan meninggal dunia, karena sudah tidak ada lagi jatah rezekinya. (Baca juga: 3 Ikhtiar Ini Diyakini Dapat Memperluas Rezeki )
Syekh M Nawawi Al-Bantani menyebutkan, “Salah satu keistimewaan lafal hauqalah adalah apa yang disebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadis riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa ia bersabda, ‘Siapa saja yang membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran,’” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).
Menurut Syaikh Nawawi, hauqalah merupakan lafal yang baik dibaca ketika seseorang tengah dirundung kesulitan dan kebuntuan.
“Diriwayatkan di dalam hadis juga bahwa bila kebimbangan hinggap di hati seseorang lalu ia membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi sebanyak 300 kali, niscaya Allah membukakan jalan keluar baginya, maksudnya Allah mengurangi beban kesulitannya. Hal ini disebutkan oleh guru kami, Syekh Yusuf dalam hasyiyah Mi’raj-nya,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).
Lafal hauqalah ini merupakan bacaan baik atau kalimah thayyibah yang memang seharusnya dilazimkan oleh lidah kita sebagai umat Islam. Dengan kelaziman pada bacaan lafal ini, kita berharap Allah membuka jalan keluar atas kebuntuan masalah yang tengah kita hadapi.
Menutup 99 Pintu Kemudharatan
Kalimat hauqala merupakan bagian dari perbendaharaan surga. Dan manfaatnya adalah dapat menolak atau menutup pintu kemudharatan atau sesuatu yang dapat membahayakan.
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa kemudharatan (keburukan) itu ada 99 pintu, di mana yang paling rendah adalah merasa gelisah dan juga merasa fakir.
Merasa gelisah berarti merasa galau dalam hati disebabkan oleh masalah yang sedang menimpanya. Atau kekahawatiran yang berlebihan terhadap sesuatu yang akan dialaminya.
Maka dengan mengucapkan kalimat hauqala ini dengan sepenuh hati akan menjadikan rasa galau tersebut menjadi sirna. Karena akan dapat mengembalikan suasana hati untuk senantiasa pasrah terhadap keadaan apapun yang menimpa.
Semua itu akan dijalaninya dengan penuh optimis dan prasangka baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alhamdulillahi ‘ala kulli haal segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.
Merasa fakir juga demikian. Khawatir terhadap kefakiran yang akan dialaminya. Seolah rezeki Allah akan berhenti atau semakin merasa kecil saja anugerah yang diberikan kepada kita. Padahal jika jatah rezeki sudah habis tentu seseorang akan meninggal dunia, karena sudah tidak ada lagi jatah rezekinya. (Baca juga: 3 Ikhtiar Ini Diyakini Dapat Memperluas Rezeki )
Lihat Juga :