Ngerinya Perasaan Dendam, Dapat Menghancurkan Pikiran dan Akhlak
Rabu, 16 Desember 2020 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Ridwan Kamil Tuding Mahfud MD, Politikus Demokrat Sebut Tidak Elok )
Bagaimana caranya? Allah Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ ﴿الحجرات : ۱۰
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ
وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ
وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِ ۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِ ۚ
وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ﴿الحجرات : ۱۱
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. al-Hujurat : 10-11).
(Baca juga : Erick Ungkap Strategi Besar Pertahankan BUMN di Tengah Hantaman Pandemi )
Jika kita disakiti seseorang, maka jangan lihat orang itu sebagai pihak yang menyakiti kita. Tapi lihatlah sebagai sarana ujian dan ladang amal dar Allah Ta’ala. Kalau kita melihatnya sebagai pihak yang menyakiti kita, maka tentu saja kita akan merasa sakit hati dan dendam.
(Baca juga : Jelang Akhir Tahun, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Terus Meningkat )
Karena itu, sungguh kita tidak akan rugi atas perlakuan apa saja dari orang lain kalau kita bisa menyikapi perlakuan itu dengan tepat. Malah akan menambah pahala kita tanpa perlu bersusah payah. Itulah ibadah hati yang tak semua orang dapat melakukannya.
Wallahu A'lam
Bagaimana caranya? Allah Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ ﴿الحجرات : ۱۰
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ
وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ
وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِ ۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِ ۚ
وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ﴿الحجرات : ۱۱
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. al-Hujurat : 10-11).
(Baca juga : Erick Ungkap Strategi Besar Pertahankan BUMN di Tengah Hantaman Pandemi )
Jika kita disakiti seseorang, maka jangan lihat orang itu sebagai pihak yang menyakiti kita. Tapi lihatlah sebagai sarana ujian dan ladang amal dar Allah Ta’ala. Kalau kita melihatnya sebagai pihak yang menyakiti kita, maka tentu saja kita akan merasa sakit hati dan dendam.
(Baca juga : Jelang Akhir Tahun, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Terus Meningkat )
Karena itu, sungguh kita tidak akan rugi atas perlakuan apa saja dari orang lain kalau kita bisa menyikapi perlakuan itu dengan tepat. Malah akan menambah pahala kita tanpa perlu bersusah payah. Itulah ibadah hati yang tak semua orang dapat melakukannya.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :