Sejarah Kemunafikan di Zaman Nabi dan 4 Ciri Orang Munafik
Minggu, 20 Desember 2020 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
Dalam satu hadis dari Abdullah bahwa Nabi bersabda, "Seorang senantiasa berbohong dan memilih bohong sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pembohong." (HR Al-Bukhari)
2. Jika Berjanji Dia Tidak Menepati
Mengingkari janji termasuk perbuatan tercela dan salah satu tanda kemunafikan. Seseorang yang ingkar janji tidak bisa memegang perkataannya sendiri dan tidak pernah menepati janji yang sudah diberikan ke banyak orang. Allah berfirman: "Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya." (QS Al-Isra Ayat 34)
3. Jika Berdebat Dia Berpaling dari Kebenaran
Hal yang dimaksud dengan Al-Fujuur di sini adalah keluar dari kebenaran secara sengaja. Dia menjadikan yang benar menjadi keliru dan yang keliru menjadi benar. Ini yang membawanya kepada dusta. Dalam hadis disebutkan: "Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah penantang yang paling keras." (HR Al-Bukhari, Muslim)
4. Jika Diberi Amanah Dia Berkhianat
Allah melarang keras perbuatan khianat atas amanah karena akan menghilangkan kepercayaan pada diri seseorang. Sebagaimana firman-Nya: "Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (Surah Al Anfal Ayat 27).
Peringatan Al-Qur'an
Allah mengabadikan kaum Munafik ini dalam satu surah Al-Qur'an bernama "Al-Munafiqun" (kaum munafik), surah ke-63 terdiri dari 11 ayat. Surah ini menjadi peringatan bagi kita betapa bahayanya sifat munafik. Dalam ayat pembuka surah ini, Allah berfirman:
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, 'Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.' Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta." (QS Al-Munafiqun: 1)
Di ayat berikutnya, Allah berfirman: "Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?" (QS Al-Munafiqun Ayat 4)
Demikian sejarah kaum munafik dan ciri-cirinya sebagaimana dijelaskan Al-Qur'an dan Hadis Nabi. Mudah-mudahan Allah Ta'ala memelihara kita dari sifat tercela ini.
(Baca Juga: Bahaya Sifat Munafik dan Penyebabnya)
Wallahul Musta'an
2. Jika Berjanji Dia Tidak Menepati
Mengingkari janji termasuk perbuatan tercela dan salah satu tanda kemunafikan. Seseorang yang ingkar janji tidak bisa memegang perkataannya sendiri dan tidak pernah menepati janji yang sudah diberikan ke banyak orang. Allah berfirman: "Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya." (QS Al-Isra Ayat 34)
3. Jika Berdebat Dia Berpaling dari Kebenaran
Hal yang dimaksud dengan Al-Fujuur di sini adalah keluar dari kebenaran secara sengaja. Dia menjadikan yang benar menjadi keliru dan yang keliru menjadi benar. Ini yang membawanya kepada dusta. Dalam hadis disebutkan: "Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah penantang yang paling keras." (HR Al-Bukhari, Muslim)
4. Jika Diberi Amanah Dia Berkhianat
Allah melarang keras perbuatan khianat atas amanah karena akan menghilangkan kepercayaan pada diri seseorang. Sebagaimana firman-Nya: "Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (Surah Al Anfal Ayat 27).
Peringatan Al-Qur'an
Allah mengabadikan kaum Munafik ini dalam satu surah Al-Qur'an bernama "Al-Munafiqun" (kaum munafik), surah ke-63 terdiri dari 11 ayat. Surah ini menjadi peringatan bagi kita betapa bahayanya sifat munafik. Dalam ayat pembuka surah ini, Allah berfirman:
اِذَا جَآءَكَ الۡمُنٰفِقُوۡنَ قَالُوۡا نَشۡهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوۡلُ اللّٰهِ ۘ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوۡلُهٗ ؕ وَاللّٰهُ يَشۡهَدُ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ لَـكٰذِبُوۡنَ
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, 'Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.' Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta." (QS Al-Munafiqun: 1)
Di ayat berikutnya, Allah berfirman: "Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?" (QS Al-Munafiqun Ayat 4)
Demikian sejarah kaum munafik dan ciri-cirinya sebagaimana dijelaskan Al-Qur'an dan Hadis Nabi. Mudah-mudahan Allah Ta'ala memelihara kita dari sifat tercela ini.
(Baca Juga: Bahaya Sifat Munafik dan Penyebabnya)
Wallahul Musta'an
(rhs)
Lihat Juga :