Kemaksiatan Hati: Cinta Dunia, Biang Semua Kesalahan

Kamis, 14 Mei 2020 - 17:10 WIB
loading...
A A A
Nabi saw menyamakan antara manfaat yang diperoleh melalui kepemimpinan dan orang yang menyusui, serta menyamakan orang yang disapih dengan pemimpin yang sudah lepas dari jabatannya, karena mati atau dicopot.

Kepemimpinan itu memang mendatangkan manfaat dan kenikmatan tetapi cepat sekali menghilang, dan akan berakhir dengan kerugian. Oleh karena itu, orang yang berakal tidak akan tamak terhadap kenikmatan yang sifatnya sementara, yang banyak menimbulkan kerugian.

Putus Asa
Di antara kemaksiatan hati yang dianggap besar ialah rasa putus asa dari rahmat Allah SWT.

وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

"... dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS Yusuf 87)

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ

"Ibrahim berkata, "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat." (QS al-Hijr: 56)

Termasuk dalam kemaksiatan hati yang besar juga ialah merasa aman dan azab Allah SWT. Allah SWT berfirman:

أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS Al-A'raf: 99)

Kemaksiatan besar lainnya ialah merasa senang apabila kekejian menyebar di dalam kaum Mukmin. Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat..." (QS an-Nur: 19)

Itulah sebagian kemaksiatan besar yang dilakukan oleh hati manusia atau hal-hal yang dapat membinasakan kehidupannya, dan hanya sedikit sekali orang yang peduli terhadapnya karena mereka lebih memperhatikan kepada amalan-amalan lahiriah, berupa ketaatan yang dianjurkan dan kemaksiatan yang dilarang. (Baca juga: Bikin Binasa Kehidupan, Gara-Gara Memperturutkan Hawa Nafsu )

Kemaksiatan hati itulah yang oleh Imam Ghazali dinamakan dengan hal-hal yang merusak (al-muhlikat). Dia mengkhususkan pembahasan mengenai hal ini tiga perempat bukunya, Ihya' 'Ulum al-Din. Maka betapa indahnya bila pemeluk agama ini dan para dainya memberikan perhatian kepada apa yang diutamakan oleh agama ini, sehingga mereka mau mengerahkan pikiran dan perasaannya kepada pendidikan dan pengajaran.

Cinta dunia tidak terkait langsung dengan mencari, memiliki, dan menggunakannya, tapi terkait dengan cara menyimpannya. Mencari, memiliki, dan menggunakan dunia tidak dilarang, bahkan dianjurkan. Asalkan dunia yang dicari dan dimiliki tidak dipakai untuk merusak, tapi memperbaiki (kemaslahatan) (QS al-Qashash:77). Cinta dunia lebih terkait dengan cara menyimpannya.

Secara simbolik ada tiga cara menyimpan dunia, yaitu di tangan, di bawah kaki, dan di dalam hati. Menyimpan dunia di tangan dan di bawah kaki tidak berbahaya karena tidak akan melahirkan cinta dunia. Namun, menyimpannya di dalam hati sangat berbahaya karena cara demikian termasuk cinta dunia. (Baca juga: Kikir dan Bakhil, Kemaksiatan Hati yang Merusak Kehidupan )

Orang yang menyimpan dunia di tangan menganggap bahwa dunia yang berada digenggamannya bukan miliknya, tapi hanya titipan Allah SWT. Oleh karena itu, ia tidak akan menahannya jika harus dilepas dan tidak akan melepasnya jika harus ditahan. Ada dan tidak adanya dunia di tangan tidak memengaruhi kehidupannya.

Anggapan yang sama ada pada orang yang menyimpan dunia di bawah kakinya. Dunia dianggap tidak lebih mulia dari dirinya, sehingga diinjaknya. Dunia tidak dibiarkan mengatur dirinya, tapi ia yang mengaturnya. Baginya, dunia hanya sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, bukan tujuan. Oleh karena itu, keberadaan dunia tidak banyak memengaruhi kehidupannya.(Baca juga: Takjub dengan Diri Sendiri, Dapat Membinasakan Kehidupan Manusia )

Adapun orang yang menyimpan dunia di dalam hati meyakini bahwa dunia yang ada digenggamannya semua miliknya, bukan titipan Allah SWT. Akibatnya, dunia sangat memengaruhi kehidupannya. Kebahagiaan dan kesedihannya sangat ditentukan oleh ada dan tidak adanya dunia. Dunia yang hilang, tapi hati yang sakit. Inilah hakikat cinta dunia.

Bibit-bibit cinta dunia yang dikhawatirkan oleh Nabi SAW mulai terlihat pada zaman Khulafa ar-Rasyidin, ketika pembendaharaan dunia terbuka bersamaan dengan meluasnya kekuasaan kaum Muslimin. Kekhawatiran tersebut diekspresikan pada doa Khalifah Umar bin Khattab: "Ya, Allah jadikanlah dunia dalam genggaman kami, jangan jadikan dunia di dalam hati-hati kami". Wallahu a'lam.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Dalil Perintah Kurban...
Dalil Perintah Kurban dan Aqiqah dalam Al Quran serta Hadis
Rekomendasi
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Dua Gunung Berapi Besar...
Dua Gunung Berapi Besar Diprediksi Akan Meletus pada 2025
Uniknya 4 Robot Pelayan...
Uniknya 4 Robot Pelayan Restoran di Dunia
Artikel Terkini
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Infografis
Tiga Pemain Muslim yang...
Tiga Pemain Muslim yang Tampil di Final Piala Dunia 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved