Nasihat Bijak Para Ulama Tentang 'Waktu' di Dunia
Kamis, 31 Desember 2020 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
4. Abdullah bin Mas'ud
“Penyesalanku yang paling mendalam adalah hari saat matahari terbenan yang berarti berkurang umurku, tapi amalku tidak bertambah.”
5. Ibnu Atha’illah As-Sakandari
“Jangan kau habiskan hembusan-hembusan nafasmu bukan dalam ketaatan kepada Allah Taala. Jangan kau lihat kecilnya hembusan-hembusan itu, tapi lihatlah besarnya amal yang bisa dilakukan di dalamnya, dan besarnya pahala amalan itu. Nafasmu adalah butiran-butiran mutiara. Pernahkah kau melihat orang membuang butiran mutiara di tempat sampah?”
(Baca juga: FPI Berubah Jadi Front Persatuan Islam, Fadli Zon Ucapkan Selamat )
6. Umar bin Abdul Aziz
“Siang dan malam hari terus bergerak mengambil dirimu, maka bergeraklah mengambil manfaat darinya.”
7. Hasan Al-Basri
“Hai manusia, sejatinya engkau adalah kumpulan hari-hari. Jika satu hari pergi, maka pergilah satu bagian darimu.”
Sedangkan ulama besar Saudi Arabia Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh, pernah mengatakan, sesungguhnya seorang mukmin yang mendapatkan taufiq adalah seorang yang menjadikan perubahan kondisi-kondisi sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran. Maka iapun menghisab dirinya, ia memperbaiki kondisinya dan meluruskan arah perjalanannya. Maka binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.
(Baca juga: Lagi, Dua Pembangkit PLN Campuran Sampah Resmi Beroperasi )
“Penyesalanku yang paling mendalam adalah hari saat matahari terbenan yang berarti berkurang umurku, tapi amalku tidak bertambah.”
5. Ibnu Atha’illah As-Sakandari
“Jangan kau habiskan hembusan-hembusan nafasmu bukan dalam ketaatan kepada Allah Taala. Jangan kau lihat kecilnya hembusan-hembusan itu, tapi lihatlah besarnya amal yang bisa dilakukan di dalamnya, dan besarnya pahala amalan itu. Nafasmu adalah butiran-butiran mutiara. Pernahkah kau melihat orang membuang butiran mutiara di tempat sampah?”
(Baca juga: FPI Berubah Jadi Front Persatuan Islam, Fadli Zon Ucapkan Selamat )
6. Umar bin Abdul Aziz
“Siang dan malam hari terus bergerak mengambil dirimu, maka bergeraklah mengambil manfaat darinya.”
7. Hasan Al-Basri
“Hai manusia, sejatinya engkau adalah kumpulan hari-hari. Jika satu hari pergi, maka pergilah satu bagian darimu.”
Sedangkan ulama besar Saudi Arabia Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh, pernah mengatakan, sesungguhnya seorang mukmin yang mendapatkan taufiq adalah seorang yang menjadikan perubahan kondisi-kondisi sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran. Maka iapun menghisab dirinya, ia memperbaiki kondisinya dan meluruskan arah perjalanannya. Maka binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.
(Baca juga: Lagi, Dua Pembangkit PLN Campuran Sampah Resmi Beroperasi )
Lihat Juga :