Istighfar dan Doa Sayidul Istighfar Sesuai Sunnah Rasul
Senin, 18 Januari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah SAW bersabda: "Barang Siapa yang melazimkan Istighfar setiap hari, niscaya Allah SWT akan menjadikan setiap kegundahan menjadi ketenangan, dan Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, dan Allah SWT akan memberikan rezeki yang halal tanpa dia duga". (Riwayat Abu Daud, AnNasa'i, Ibnu Majah, dan Hakim ).
Dalam Istighfar juga terdapat maslahah yang tidak diketahui oleh seorang hamba. Seorang ulama salaf pernah berkata: "Dosa seorang hamba bisa membawanya ke surga, dan amal baik seorang hamba bisa membawanya ke neraka. Lalu mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ketika seorang hamba berbuat dosa, ia menangis kala mengingatnya, lalu menyesal dan akhirnya beristighfar dan bertaubat kepada-Nya berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut, maka ia akan mendapatkan rahmat-Nya dan masuk surga.
Sebaliknya, ketika ia berbuat baik, kemudian ia riya', sombong, ta'jub atas pujian orang kepadanya, maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka."
Baca juga: Berikut Contoh Redaksi Doa dan Istighfar Dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi
Doa Sayyidul Istighfar
Jika istighfar adalah meminta ampunan, adapun sayyidul istighfar adalah doa istighfar yang paling utama, karena sayyidul istighfar adalah raja dari semua macam doa meminta ampun.
Dalam sebuah hadis , umat muslim dianjurkan untuk berdoa dengan sayyidul istighfar setiap selesai salat sebanyak tiga kali, sebagaimana Rasul mencontohkannya. Berikut doa tersebut
اللَّهُمَّ أنْتَ رَبّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ وأنا على عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بِذَنْبي فاغْفِرْ لي فإنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas tatha’tu a’uudzu bika min syarri ma shana’tu abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzanbii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa ant(a)
Artinya: Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku (yang aku perbuat). Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.
Baca juga: Begini Syarat-Syarat Istighfar dan Etikanya, Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Dalam Istighfar juga terdapat maslahah yang tidak diketahui oleh seorang hamba. Seorang ulama salaf pernah berkata: "Dosa seorang hamba bisa membawanya ke surga, dan amal baik seorang hamba bisa membawanya ke neraka. Lalu mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ketika seorang hamba berbuat dosa, ia menangis kala mengingatnya, lalu menyesal dan akhirnya beristighfar dan bertaubat kepada-Nya berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut, maka ia akan mendapatkan rahmat-Nya dan masuk surga.
Sebaliknya, ketika ia berbuat baik, kemudian ia riya', sombong, ta'jub atas pujian orang kepadanya, maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka."
Baca juga: Berikut Contoh Redaksi Doa dan Istighfar Dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi
Doa Sayyidul Istighfar
Jika istighfar adalah meminta ampunan, adapun sayyidul istighfar adalah doa istighfar yang paling utama, karena sayyidul istighfar adalah raja dari semua macam doa meminta ampun.
Dalam sebuah hadis , umat muslim dianjurkan untuk berdoa dengan sayyidul istighfar setiap selesai salat sebanyak tiga kali, sebagaimana Rasul mencontohkannya. Berikut doa tersebut
اللَّهُمَّ أنْتَ رَبّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ وأنا على عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بِذَنْبي فاغْفِرْ لي فإنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas tatha’tu a’uudzu bika min syarri ma shana’tu abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzanbii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa ant(a)
Artinya: Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku (yang aku perbuat). Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.
Baca juga: Begini Syarat-Syarat Istighfar dan Etikanya, Menurut Al-Qur'an dan Hadis
(mhy)
Lihat Juga :