Hadis yang Digunakan untuk Tujuan Buruk dan Diletakkan Bukan pada Tempatnya
Senin, 25 Januari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Sikap ekstreem sebagian manusia ini mendorong seorang ulama besar, seperti muhaddits Syeikh Ahmad Syakir, memberikan komentar atas hadis ini, dalam Musnad Imam Ahmad [Lihat: Komentar atas hadits nomor 1395 dari kitab Musnad Ahmad, dengan tahqiq Ahmad Muhammad Syakir, cet. Daar Ma'arif.]
Ia berkata: "Hadis ini telah didengung-dengungkan oleh orang-orang atheis Mesir dan orang-orang yang terbaratkan, seperti para budak orientalis dan murid para missionaris, sebagai dalil untuk menyerang ahli sunnah dan orang-orang yang mendukung sunnah, serta orang-orang yang bergelut dalam bidang syari'ah Islam."
"Mereka berusaha menghapus seluruh sunnah, dan mengingkari syari'ah Islam, dalam mengatur mu'amalah, tatanan sosial, dan sebagainya. Mereka berpendapat bahwa semua itu adalah urusan dunia. Dengan berdasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Anas: 'Kalian lebih tahu tentang urusan dunia Kalian'.
Baca juga: Kata Sri Mulyani Nih: Hampir Semua Universitas Islam Dibangun Pakai Utang Syariah
Allah SWT lebih tahu bahwa mereka tidak mempercayai pokok agama, ketuhanan dan risalah kenabian. Serta dalam diri mereka tidak mempercayai Al-Quran. Jikapun dari mereka itu ada yang beriman, maka ia hanya beriman di ujung lidahnya saja, sedangkan hatinya mengimani yang sebaliknya.
Mereka tidak beriman dengan sepenuh keyakinan, namun semata karena taklid dan takut saja. Maka jika ada suatu kandungan syari'ah Islam, Al Quran dan sunnah yang bertentangan dengan apa yang mereka pelajari di Mesir atau di Eropa, mereka tanpa ragu-ragu mengagungkan dan memihak kepada apa yang ada di Eropa.
Mereka segera memilih apa yang mereka pelajari dari guru-guru mereka, dan apa yang disenangi oleh hati mereka. Kemudian, setelah itu, mereka menisbahkan diri mereka, atau orang menisbahkan mereka kepada Islam.
Hadis tersebut amat jelas, tidak bertentangan dengan Al-Quran, dan tidak menjadi landasan untuk menafikkan sunnah sebagai sumber hukum dalam segala urusan. Karena hadis tersebut datang dalam masalah pembuahan kurma.
Ketika, pada suatu saat Rasulullah SAW bersabda: "Aku pikir, perbuatan itu tidak akan menghasilkan apa-apa". Sabda Rasulullah SAW tersebut tidak bermuatan larangan atau perintah. Dan tidak sedang menyampaikan pesan dari Allah SWT serta beliau tidak menjadikannya sebagai sunnah, sehingga maknanya terus meluas dan menjadi landasan untuk merobohkan pokok syari'ah Islam."
Makna: "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian" Maka, apa makna hadis ini: "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian?"
Maknanya amat jelas. Al-Qardhawi menjelaskan yaitu agama tidak turut campur dalam urusan-urusan manusia yang didorong oleh insting dan kebutuhan duniawinya. Kecuali jika telah terjadi sikap berlebihan, mengurangi atau penyimpangan. Dan agama akan turut campur tangan untuk mengaitkan seluruh gerak manusia --yang bersifat insting atau biasa-- dengan tujuan-tujuan Rabbaniah yang luhur serta akhlak yang mulia. Kemudian memberikan tuntunan etika kemanusian yang luhur dalam melaksanan semua tugas tersebut, sehingga membedakan manusia dari hewan. (Bersambung)
Ia berkata: "Hadis ini telah didengung-dengungkan oleh orang-orang atheis Mesir dan orang-orang yang terbaratkan, seperti para budak orientalis dan murid para missionaris, sebagai dalil untuk menyerang ahli sunnah dan orang-orang yang mendukung sunnah, serta orang-orang yang bergelut dalam bidang syari'ah Islam."
"Mereka berusaha menghapus seluruh sunnah, dan mengingkari syari'ah Islam, dalam mengatur mu'amalah, tatanan sosial, dan sebagainya. Mereka berpendapat bahwa semua itu adalah urusan dunia. Dengan berdasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Anas: 'Kalian lebih tahu tentang urusan dunia Kalian'.
Baca juga: Kata Sri Mulyani Nih: Hampir Semua Universitas Islam Dibangun Pakai Utang Syariah
Allah SWT lebih tahu bahwa mereka tidak mempercayai pokok agama, ketuhanan dan risalah kenabian. Serta dalam diri mereka tidak mempercayai Al-Quran. Jikapun dari mereka itu ada yang beriman, maka ia hanya beriman di ujung lidahnya saja, sedangkan hatinya mengimani yang sebaliknya.
Mereka tidak beriman dengan sepenuh keyakinan, namun semata karena taklid dan takut saja. Maka jika ada suatu kandungan syari'ah Islam, Al Quran dan sunnah yang bertentangan dengan apa yang mereka pelajari di Mesir atau di Eropa, mereka tanpa ragu-ragu mengagungkan dan memihak kepada apa yang ada di Eropa.
Mereka segera memilih apa yang mereka pelajari dari guru-guru mereka, dan apa yang disenangi oleh hati mereka. Kemudian, setelah itu, mereka menisbahkan diri mereka, atau orang menisbahkan mereka kepada Islam.
Hadis tersebut amat jelas, tidak bertentangan dengan Al-Quran, dan tidak menjadi landasan untuk menafikkan sunnah sebagai sumber hukum dalam segala urusan. Karena hadis tersebut datang dalam masalah pembuahan kurma.
Ketika, pada suatu saat Rasulullah SAW bersabda: "Aku pikir, perbuatan itu tidak akan menghasilkan apa-apa". Sabda Rasulullah SAW tersebut tidak bermuatan larangan atau perintah. Dan tidak sedang menyampaikan pesan dari Allah SWT serta beliau tidak menjadikannya sebagai sunnah, sehingga maknanya terus meluas dan menjadi landasan untuk merobohkan pokok syari'ah Islam."
Makna: "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian" Maka, apa makna hadis ini: "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian?"
Maknanya amat jelas. Al-Qardhawi menjelaskan yaitu agama tidak turut campur dalam urusan-urusan manusia yang didorong oleh insting dan kebutuhan duniawinya. Kecuali jika telah terjadi sikap berlebihan, mengurangi atau penyimpangan. Dan agama akan turut campur tangan untuk mengaitkan seluruh gerak manusia --yang bersifat insting atau biasa-- dengan tujuan-tujuan Rabbaniah yang luhur serta akhlak yang mulia. Kemudian memberikan tuntunan etika kemanusian yang luhur dalam melaksanan semua tugas tersebut, sehingga membedakan manusia dari hewan. (Bersambung)
(mhy)
Lihat Juga :