Godaan Zaman Sangat Besar, Ini Nasehat untuk Kaum Perempuan
Rabu, 03 Februari 2021 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Jangan dipikirkan ketika dikatakan oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab bahwasannya cadar bukan dari Islam, cadar ada budaya Arab, dan seterusnya. Tinggalkan itu, ikuti apa yang ada dalam Al-Qur’an dan apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadis-hadisnya.
Contoh lain adalah jilbab yang panjang yang menutupi seluruh tubuh, maka dia tidak memperdulikan apa yang dicelotehkan oleh manusia-manusia rendahan yang tidak paham dan tidak menginginkan kebaikan bagi wanita muslimah. Yang terpenting bagi wanita muslimah adalah dia mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bagaimana dia mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam.
Menyadur tiga hadis yang disampaikan Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin, beliau mengajak kepada para perempuan secara khusus untuk memperhatikan dengan perhatian yang sangat mendalam. Dan juga berdiam memperhatikan apa saja kandungan-kandungan yang terdapat di dalamnya.
Baca juga: Isu Pulau RI Dijual ke Asing, KKP Gencar Sertifikasi Hak Atas Tanah Pulau Terluar
Hadis pertama, hadis riwayat Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahih mereka berdua, dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bercerita: “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah keluar pada waktu hari Idul Adha atau hari Idul Fitri. Lalu beliau melewati para perempuan kemudian beliau bersabda:
يا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فإنِّي أُرِيتُكُنَّ أكْثَرَ أهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ: وبِمَ يا رَسولَ اللَّهِ؟ قالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، ما رَأَيْتُ مِن نَاقِصَاتِ عَقْلٍ ودِينٍ أذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ مِن إحْدَاكُنَّ
“Wahai sekelompok kalian para perempuan seluruhnya, hendaknya kalian bersedekah, karena sesungguhnya diperlihatkan kepadaku kalian adalah penghuni neraka yang paling terbanyak.”
Lalu para sahabat-sahabat wanita bertanya: “Dengan apa kami menjadi penghuni neraka yang paling terbanyak?”
Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Karena kalian mencaci, melaknat dan kalian kufur terhadap kebaikan suami. Aku tidak melihat dari makhluk-makhluk kurang akalnya dan agamanya lebih menghilangkan otak orang yang tegas di antara kalian dibandingkan kalian wahai para perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Jakarta Tambah Mesin Pompa Stationer untuk Antisipasi Banjir, Netizen: Awas Kabelnya Diputus!
Hadis ini secara umum maknanya adalah bahwa kebiasaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menasehati para perempuan, sebagaimana kebiasaan beliau juga menasehati para lelaki. Dan kebanyakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan para perempuan tentang kekurangan-kekurangan yang ada pada perempuan, kemudian juga tentang penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para perempuan. Ini agar mereka menjaga diri dari kekurangan-kekurangan tersebut dan mengobati kalau seandainya memiliki kekurangan-kekurangan tersebut.
Maka pada hari Idul Adha atau hari Idul Fitri, setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah Id, beliau bersabda: “Wahai para perempuan, bersedekahlah kalian, sesungguhnya diperlihatkan kepadaku kalian adalah penghuni neraka paling terbanyak.”
Kemudian lanjutan dari hadis ini adalah para sahabat wanita bertanya kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Kenapa kurang agama kami dan kurang akal kami Wahai Rasulullah?” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أليسَ شَهَادَةُ المَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ
“Bukankah persaksian seorang perempuan seperti setengah dari persaksian seorang lelaki?”
Contoh lain adalah jilbab yang panjang yang menutupi seluruh tubuh, maka dia tidak memperdulikan apa yang dicelotehkan oleh manusia-manusia rendahan yang tidak paham dan tidak menginginkan kebaikan bagi wanita muslimah. Yang terpenting bagi wanita muslimah adalah dia mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bagaimana dia mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam.
Menyadur tiga hadis yang disampaikan Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin, beliau mengajak kepada para perempuan secara khusus untuk memperhatikan dengan perhatian yang sangat mendalam. Dan juga berdiam memperhatikan apa saja kandungan-kandungan yang terdapat di dalamnya.
Baca juga: Isu Pulau RI Dijual ke Asing, KKP Gencar Sertifikasi Hak Atas Tanah Pulau Terluar
Hadis pertama, hadis riwayat Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahih mereka berdua, dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bercerita: “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah keluar pada waktu hari Idul Adha atau hari Idul Fitri. Lalu beliau melewati para perempuan kemudian beliau bersabda:
يا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فإنِّي أُرِيتُكُنَّ أكْثَرَ أهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ: وبِمَ يا رَسولَ اللَّهِ؟ قالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، ما رَأَيْتُ مِن نَاقِصَاتِ عَقْلٍ ودِينٍ أذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ مِن إحْدَاكُنَّ
“Wahai sekelompok kalian para perempuan seluruhnya, hendaknya kalian bersedekah, karena sesungguhnya diperlihatkan kepadaku kalian adalah penghuni neraka yang paling terbanyak.”
Lalu para sahabat-sahabat wanita bertanya: “Dengan apa kami menjadi penghuni neraka yang paling terbanyak?”
Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Karena kalian mencaci, melaknat dan kalian kufur terhadap kebaikan suami. Aku tidak melihat dari makhluk-makhluk kurang akalnya dan agamanya lebih menghilangkan otak orang yang tegas di antara kalian dibandingkan kalian wahai para perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Jakarta Tambah Mesin Pompa Stationer untuk Antisipasi Banjir, Netizen: Awas Kabelnya Diputus!
Hadis ini secara umum maknanya adalah bahwa kebiasaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menasehati para perempuan, sebagaimana kebiasaan beliau juga menasehati para lelaki. Dan kebanyakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan para perempuan tentang kekurangan-kekurangan yang ada pada perempuan, kemudian juga tentang penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para perempuan. Ini agar mereka menjaga diri dari kekurangan-kekurangan tersebut dan mengobati kalau seandainya memiliki kekurangan-kekurangan tersebut.
Maka pada hari Idul Adha atau hari Idul Fitri, setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah Id, beliau bersabda: “Wahai para perempuan, bersedekahlah kalian, sesungguhnya diperlihatkan kepadaku kalian adalah penghuni neraka paling terbanyak.”
Kemudian lanjutan dari hadis ini adalah para sahabat wanita bertanya kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Kenapa kurang agama kami dan kurang akal kami Wahai Rasulullah?” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أليسَ شَهَادَةُ المَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ
“Bukankah persaksian seorang perempuan seperti setengah dari persaksian seorang lelaki?”