Godaan Zaman Sangat Besar, Ini Nasehat untuk Kaum Perempuan
Rabu, 03 Februari 2021 - 07:51 WIB
loading...
Saat ini, banyak sekali prilaku-prilaku yang menjerumuskan para perempuan ke dalam hal-hal yang diharamkan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Saat ini, kita berada di zaman yang begitu dahsyat dengan godaan-godaan yang menghantarkan kepada kebinasaan, keburukan dan kehancuran . Dikutip dari 'Risalah Penting untuk Muslimah,", kitab yang ditulis Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah, pada zaman yang seperti inilah, manusia ditekankan untuk saling memberikan wasiat dengan takwa kepada Allah Ta'ala, saling memberikan wasiat untuk senantiasa taat kepada Allah, saling memberikan nasihat untuk senantiasa melazimi syariat-syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Bijaksana.
Baca juga: Pembaca Al-Qur'an dan Kehadiran Malaikat
Ini semua kita lakukan sebagai bentuk kasih sayang kita kepada hamba-hamba Allah dan juga berlepas diri kelak nanti di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maksudnya “berlepas diri” ini, menurut Ustadz Ahmad Zainudin, adalah bahwa ada orang yang menyimpang dari agama, baik itu perkara akidah atau ibadah atau muamalah atau akhlak dan adab. "Maka kita menasehati sebagai bentuk berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dan juga sebagai bentuk berlepas diri dari tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena nanti akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,"ungkapnya.
Kenapa ada orang yang melakukan maksiat, meninggalkan hal yang wajib tapi kita diamkan? Atau melakukan maksiat, melanggar hal yang dilarang tapi kita diamkan? Maka dengan kita memberikan nasihat, kita berlepas diri dari tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca juga: Ngerinya Zina yang Paling Berat
Khususnya untuk muslimah, nasihat seperti ini sangat penting, karena godaan zaman ini banyak terfokus kepada perempuan. Banyak sekali prilaku-prilaku yang menjerumuskan para perempuan ke dalam hal-hal yang diharamkan. Kemudian rencana-rencana yang sudah diatur sedemikian rupa tujuannya adalah untuk menghilangkan sifat malu kemuliaan, kehormatan dan kesucian yang dimiliki oleh perempuan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاللَّـهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا ﴿٢٧﴾
“Allah menginginkan untuk memberikan taubat atas kalian, dan orang-orang yang mengikuti syahwat menginginkan kalian menyimpang dengan penyimpangan yang besar.” (QS. An-Nisa[4]: 27)
Allah sudah mengabarkan bahwa ada manusia-manusia yang memang ingin agar perbuatan-perbuatan keji tersebar di tengah kaum muslimah sehingga kaum muslimah membuka auratnya, hilang rasa malunya, hilang ketertutupannya dari laki-laki yang bukan mahram, hilangnya keanggunannya.
Baca juga: Hukum Salat dengan Pakaian yang Tipis
Karena itu, Ustadz Ahmad Zainuddin menegaskan, hendaknya para perempuan bertakwa kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Dan hendaknya para perempuan mengetahui hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib dilakukan oleh seorang perempuan.
Dan hendaknya para perempuan mengetahui apa saja yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa saja syariat yang dibawa oleh Rasul Shallallahu alaihi wa sallam yang merupakan bimbingan-bimbingan yang agung, penyuluhan-penyuluhan yang menunjukkan kepada jalan kebenaran yang apabila dikerjakan maka didalamnya seorang perempuan akan mendapatkan kesuciannya, seorang perempuan akan mendapatkan kemuliaannya, seorang perempuan atau mendapatkan keutamaannya dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Dan perempuan yang terjaga, yang cerdas, yang menginginkan kebaikan untuk dirinya, dia tidak menoleh kepada apa yang dikatakan manusia-manusia rendahan yang menginginkan hilangnya kemuliaan, kesucian dan keagungan perempuan. Pandangan seorang perempuan selalu kepada apa yang dibawa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Semestinya seorang wanita muslimah seperti itu.
Baca juga: Berstatus Warga AS, Kemendagri Minta Polisi Periksa Bupati Terpilih di NTT
Baca juga: Pembaca Al-Qur'an dan Kehadiran Malaikat
Ini semua kita lakukan sebagai bentuk kasih sayang kita kepada hamba-hamba Allah dan juga berlepas diri kelak nanti di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maksudnya “berlepas diri” ini, menurut Ustadz Ahmad Zainudin, adalah bahwa ada orang yang menyimpang dari agama, baik itu perkara akidah atau ibadah atau muamalah atau akhlak dan adab. "Maka kita menasehati sebagai bentuk berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dan juga sebagai bentuk berlepas diri dari tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena nanti akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,"ungkapnya.
Kenapa ada orang yang melakukan maksiat, meninggalkan hal yang wajib tapi kita diamkan? Atau melakukan maksiat, melanggar hal yang dilarang tapi kita diamkan? Maka dengan kita memberikan nasihat, kita berlepas diri dari tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca juga: Ngerinya Zina yang Paling Berat
Khususnya untuk muslimah, nasihat seperti ini sangat penting, karena godaan zaman ini banyak terfokus kepada perempuan. Banyak sekali prilaku-prilaku yang menjerumuskan para perempuan ke dalam hal-hal yang diharamkan. Kemudian rencana-rencana yang sudah diatur sedemikian rupa tujuannya adalah untuk menghilangkan sifat malu kemuliaan, kehormatan dan kesucian yang dimiliki oleh perempuan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاللَّـهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا ﴿٢٧﴾
“Allah menginginkan untuk memberikan taubat atas kalian, dan orang-orang yang mengikuti syahwat menginginkan kalian menyimpang dengan penyimpangan yang besar.” (QS. An-Nisa[4]: 27)
Allah sudah mengabarkan bahwa ada manusia-manusia yang memang ingin agar perbuatan-perbuatan keji tersebar di tengah kaum muslimah sehingga kaum muslimah membuka auratnya, hilang rasa malunya, hilang ketertutupannya dari laki-laki yang bukan mahram, hilangnya keanggunannya.
Baca juga: Hukum Salat dengan Pakaian yang Tipis
Karena itu, Ustadz Ahmad Zainuddin menegaskan, hendaknya para perempuan bertakwa kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Dan hendaknya para perempuan mengetahui hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib dilakukan oleh seorang perempuan.
Dan hendaknya para perempuan mengetahui apa saja yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa saja syariat yang dibawa oleh Rasul Shallallahu alaihi wa sallam yang merupakan bimbingan-bimbingan yang agung, penyuluhan-penyuluhan yang menunjukkan kepada jalan kebenaran yang apabila dikerjakan maka didalamnya seorang perempuan akan mendapatkan kesuciannya, seorang perempuan akan mendapatkan kemuliaannya, seorang perempuan atau mendapatkan keutamaannya dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Dan perempuan yang terjaga, yang cerdas, yang menginginkan kebaikan untuk dirinya, dia tidak menoleh kepada apa yang dikatakan manusia-manusia rendahan yang menginginkan hilangnya kemuliaan, kesucian dan keagungan perempuan. Pandangan seorang perempuan selalu kepada apa yang dibawa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Semestinya seorang wanita muslimah seperti itu.
Baca juga: Berstatus Warga AS, Kemendagri Minta Polisi Periksa Bupati Terpilih di NTT