Kalimat Kedua Syahadatain, Jembatan Hati Setiap Muslim dengan Al-Qur'an
Senin, 08 Februari 2021 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum ia pandai membedakan mana yang baik dan buruk seyogianyalah manusia diperkenalkan kepada Allah Al Rahman Al Rahim melalui pendidikan yang penuh kasih sayang orangtuanya.
Setiap hari sejak kecilnya ia telah dididik mengulang-ulang kedua sifat ini minimum tiga puluh empat kali (tujuh belas raka'at kali dua dalam setiap membaca al Fatihah ) demi meyakinkan dirinya akan kasih sayang Allah ini.
Untuk dapat menerima ayat tersebut sebagai firman Allah, maka manusia haruslah mempercayai kerasulan Muhammad SAW sebagai pembawa firman Allah ini.
Keyakinan yang bulat akan integritas Muhammad merupakan syarat mutlak untuk menerima al-Qur'an sebagai firman Allah. Oleh karena itu sesudah meyakini kalimat "Laa ilaha illa Allah" seorang Muslim harus pula meyakini "Muhammad Rasul Allah" sebagai komitmen kedua.
Baca juga: Trinita Tuhan-Tuhan Tandingan yang Disembah Manusia Sejak Zaman Awal
Kedua kalimat ini dikenal dengan nama " Syahadatain " atau dua kalimah kesaksian. Kalimat kedua merupakan jembatan hati antara setiap Muslim dengan al-Qur'an sebagai firman Allah yang tak perlu diragukannya, karena mengandalkan sifat Muhammad yang terkenal "amanah" itu. Maka seluruh jalan hidupnya akan berpedoman kepada firman Allah yang dikumpulkan di dalam mushaf yang telah mulai dijilid sejak zaman Abu Bakar, shahabat terdekat Rasul, dan khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah itu. (Bersambung)
Baca juga: Syahwat Sebagai Ilah: Nabi Yusuf Pilih Penjara daripada Seks Menyimpang
Setiap hari sejak kecilnya ia telah dididik mengulang-ulang kedua sifat ini minimum tiga puluh empat kali (tujuh belas raka'at kali dua dalam setiap membaca al Fatihah ) demi meyakinkan dirinya akan kasih sayang Allah ini.
Untuk dapat menerima ayat tersebut sebagai firman Allah, maka manusia haruslah mempercayai kerasulan Muhammad SAW sebagai pembawa firman Allah ini.
Keyakinan yang bulat akan integritas Muhammad merupakan syarat mutlak untuk menerima al-Qur'an sebagai firman Allah. Oleh karena itu sesudah meyakini kalimat "Laa ilaha illa Allah" seorang Muslim harus pula meyakini "Muhammad Rasul Allah" sebagai komitmen kedua.
Baca juga: Trinita Tuhan-Tuhan Tandingan yang Disembah Manusia Sejak Zaman Awal
Kedua kalimat ini dikenal dengan nama " Syahadatain " atau dua kalimah kesaksian. Kalimat kedua merupakan jembatan hati antara setiap Muslim dengan al-Qur'an sebagai firman Allah yang tak perlu diragukannya, karena mengandalkan sifat Muhammad yang terkenal "amanah" itu. Maka seluruh jalan hidupnya akan berpedoman kepada firman Allah yang dikumpulkan di dalam mushaf yang telah mulai dijilid sejak zaman Abu Bakar, shahabat terdekat Rasul, dan khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah itu. (Bersambung)
Baca juga: Syahwat Sebagai Ilah: Nabi Yusuf Pilih Penjara daripada Seks Menyimpang
(mhy)
Lihat Juga :