Ini Mengapa Ujian Bisa Berubah Menjadi Bencana yang Dahsyat
Rabu, 10 Februari 2021 - 13:53 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Berbagai bencana di Indonesia, maupun secara global, belakangan ini hendaknya mengundang kita untuk instropeksi diri dan merenung. Mengapa bencana beruntun terjadi, adakah ini ujian ataukah ini hukuman?
Baca juga: Kiamat Sudah Dekat, Syaikh Abdul Qadir: Itu Jadi Hari Raya Bagi Sebagian Kaum
Rasulullah SAW bersabda:
ستكون فتن كقطع الليل المظلم؛ يصبح مؤمنا و يمسى كافرا، و يمسي مؤمنا و يصبح كافرا. يبيع دينه بعرض من الدنيا
“Sesungguhnya akan terjadi beragam malapetaka di hadapanmu bagaikan malam gelap gulita, seseorang di pagi hari masih mukmin, di sore hari bisa berubah menjadi kufur. Di sore hari masih mukmin, di pagi hari bisa berubah jadi kufur. la menjual agamanya karena menginginkan kehormatan dunia." (HR Abu Dawud, Kitaabul Fitan wal Malaahim, no. 4259 dan HR. Ibnu Majah, Bab At-Tatsbiit fil fitnah, dari shahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallaahu 'anh, no. 3961).
Demikianlah Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam mengingatkan ummatnya.
Ustaz Teten Romly Qomaruddien, Ketua Bidang Kajian & Ghazwul Fikri Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), menjelaskan isyarat kenabian yang disampaikan dalam hadisnya yang mulia ini mengandung renungan sangat mendalam dan perlu perhatian sangat serius.
Baca juga: Perempuan Menentukan Cepat Atau Lambatnya Kiamat, Benarkah?
Pertama, akan terjadi badai petaka yang sangat dahsyat menimpa kaum Muslimin.
Kedua, akan terjadinya perubahan perilaku yang sangat besar menimpa kaum Muslimin, di mana keimanan dan keislaman seseorang sudah menjadi barang murahan untuk dipertaruhkan.
"Tentu saja keduanya terjadi bukan tanpa sebab, melainkan banyak faktor yang menyebabkannya. Faktor-faktor inilah yang disebut dengan api fitnah atau sumber malapetaka," ujar Anggota Komisi Pengkajian & Penelitian MUI Pusat ini.
Memahami Makna Ujian
Ustaz Teten Romly memaparkan dalam kitab-kitab kamus (ma'aajim) dituliskan, bahwa yang dimaksud ujian (fitnah) memiliki banyak pengertian lain: selain diartikan batu ujian, cobaan, 'aib dan noda, bahkan stress atau kegilaan, masuk di dalamnya.
Terkadang diartikan pula dengan siksa, penyakit, kegaduhan, kerusuhan, chaos dan huru hara. Di samping itu, anak dan istri, juga harta benda yang dimiliki termasuk ujian. "Yang jelas, semuanya mengindikasikan kepada segala sesuatu yang tidak disenangi (kullu syai'in makruuhatin)," jelasnya dalam ulasannya yang berjudul "Agar Ujian Tidak Berubah Menjadi Bencana".
Baca juga: Kiamat Sudah Dekat: Perdagangan Online Marak, Apa Hubungannya?
Dikarenakan semuanya bisa menjadi beban dan setiap beban akan terasa menjadi siksa, maka sederhananya fitnah dapat dimaknai azab, sekalipun bagi orang-orang saleh bisa berubah menjadi rahmat.
Hal ini tercermin dalam dialog Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam bersama Umul Mukminin Aisyah radhiyallaahu . Nabi bersabda: “Apabila telah tampak kerusakan di muka bumi, maka Allah akan turunkan siksa pada penghuninya.”
Lalu 'Aisyah menyangkalnya: “Bukankah penduduk bumi masih ada orang saleh?"
Baca juga: Kiamat Sudah Dekat, Syaikh Abdul Qadir: Itu Jadi Hari Raya Bagi Sebagian Kaum
Rasulullah SAW bersabda:
ستكون فتن كقطع الليل المظلم؛ يصبح مؤمنا و يمسى كافرا، و يمسي مؤمنا و يصبح كافرا. يبيع دينه بعرض من الدنيا
“Sesungguhnya akan terjadi beragam malapetaka di hadapanmu bagaikan malam gelap gulita, seseorang di pagi hari masih mukmin, di sore hari bisa berubah menjadi kufur. Di sore hari masih mukmin, di pagi hari bisa berubah jadi kufur. la menjual agamanya karena menginginkan kehormatan dunia." (HR Abu Dawud, Kitaabul Fitan wal Malaahim, no. 4259 dan HR. Ibnu Majah, Bab At-Tatsbiit fil fitnah, dari shahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallaahu 'anh, no. 3961).
Demikianlah Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam mengingatkan ummatnya.
Ustaz Teten Romly Qomaruddien, Ketua Bidang Kajian & Ghazwul Fikri Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), menjelaskan isyarat kenabian yang disampaikan dalam hadisnya yang mulia ini mengandung renungan sangat mendalam dan perlu perhatian sangat serius.
Baca juga: Perempuan Menentukan Cepat Atau Lambatnya Kiamat, Benarkah?
Pertama, akan terjadi badai petaka yang sangat dahsyat menimpa kaum Muslimin.
Kedua, akan terjadinya perubahan perilaku yang sangat besar menimpa kaum Muslimin, di mana keimanan dan keislaman seseorang sudah menjadi barang murahan untuk dipertaruhkan.
"Tentu saja keduanya terjadi bukan tanpa sebab, melainkan banyak faktor yang menyebabkannya. Faktor-faktor inilah yang disebut dengan api fitnah atau sumber malapetaka," ujar Anggota Komisi Pengkajian & Penelitian MUI Pusat ini.
Memahami Makna Ujian
Ustaz Teten Romly memaparkan dalam kitab-kitab kamus (ma'aajim) dituliskan, bahwa yang dimaksud ujian (fitnah) memiliki banyak pengertian lain: selain diartikan batu ujian, cobaan, 'aib dan noda, bahkan stress atau kegilaan, masuk di dalamnya.
Terkadang diartikan pula dengan siksa, penyakit, kegaduhan, kerusuhan, chaos dan huru hara. Di samping itu, anak dan istri, juga harta benda yang dimiliki termasuk ujian. "Yang jelas, semuanya mengindikasikan kepada segala sesuatu yang tidak disenangi (kullu syai'in makruuhatin)," jelasnya dalam ulasannya yang berjudul "Agar Ujian Tidak Berubah Menjadi Bencana".
Baca juga: Kiamat Sudah Dekat: Perdagangan Online Marak, Apa Hubungannya?
Dikarenakan semuanya bisa menjadi beban dan setiap beban akan terasa menjadi siksa, maka sederhananya fitnah dapat dimaknai azab, sekalipun bagi orang-orang saleh bisa berubah menjadi rahmat.
Hal ini tercermin dalam dialog Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam bersama Umul Mukminin Aisyah radhiyallaahu . Nabi bersabda: “Apabila telah tampak kerusakan di muka bumi, maka Allah akan turunkan siksa pada penghuninya.”
Lalu 'Aisyah menyangkalnya: “Bukankah penduduk bumi masih ada orang saleh?"
Lihat Juga :