Ajaran Sesat Abu Nawas, Salat Nggak Usah Rukuk dan Sujud
Senin, 18 Mei 2020 - 02:55 WIB
loading...
A
A
A
"Apa maksudmu? Jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya," ucap Khalifah ketus.
(Baca juga: Strategi Maling, Abu Nawas Kena Tipu )
Singkat cerita Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan.
Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, "Saudaraku, saya memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu saya menjelaskan tata cara salat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud."
Khalifah mengangguk-angguk membenarkan. "Bagaimana soal aku yang suka fitnah?" tanya Khalifah.
Abu Nawas menjawab dengan senyum, "Kalau itu, saya sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti anda suka ’fitnah’ (ujian) itu."
Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.
Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun Al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita. (Baca juga: Timur Lenk Minta Nasruddin Hoja Mengajari Keledai Membaca )
(Baca juga: Strategi Maling, Abu Nawas Kena Tipu )
Singkat cerita Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan.
Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, "Saudaraku, saya memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu saya menjelaskan tata cara salat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud."
Khalifah mengangguk-angguk membenarkan. "Bagaimana soal aku yang suka fitnah?" tanya Khalifah.
Abu Nawas menjawab dengan senyum, "Kalau itu, saya sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti anda suka ’fitnah’ (ujian) itu."
Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.
Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun Al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita. (Baca juga: Timur Lenk Minta Nasruddin Hoja Mengajari Keledai Membaca )
(mhy)
Lihat Juga :