Kisah Sufi

Timur Lenk Minta Nasruddin Hoja Mengajari Keledai Membaca

loading...
Timur Lenk Minta Nasruddin Hoja Mengajari Keledai Membaca
Timur Lenk bertanya, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya? Ilustrasi/Ist
Nasruddin Hoja adalah seorang sufi yang hidup di kawasan sekitar Turki pada abad-abad kekhalifahan Islam hingga penaklukan Bangsa Mongol yang dipimpin Timur Lenk yang kejam. Nasrudin dapat melewati masa ini.

(Baca juga: Lolos Dari Maut, Abu Nawas Mengolah Ladang dari Dalam Penjara )

SUATU hari Timur Lenk menghadiahi Nasruddin seekor keledai. Nasruddin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, "Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya."

Nasruddin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasruddin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.(Baca juga: Strategi Maling, Abu Nawas Kena Tipu )

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasruddin.

"Demikianlah," kata Nasruddin, "Keledaiku sudah bisa membaca."

Timur Lenk mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?"

(Baca juga: Orang-Orang Kanibal, Abu Nawas Akan Disembelih dan Dijadikan Bubur )

Nasruddin berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar."

"Tapi," tukas Timur Lenk tidak puas, "Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?"
(Baca juga: Tipu Dibalas Tipu, Abu Nawas Kok Dilawan )

Nasruddin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan?" (Baca juga: Kisah Sufi Mojud: Orang yang Hidupnya Tak Terpahami )
(mhy)
cover top ayah
وَاِذَا قُرِئَ الۡقُرۡاٰنُ فَاسۡتَمِعُوۡا لَهٗ وَاَنۡصِتُوۡا لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ‏
Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.

(QS. Al-A’raf:204)
cover bottom ayah
preload video