Sering Sujud, Kulit Kening Ali bin Abu Thaib Menebal dan Keras Kehitam-hitaman
Rabu, 24 Februari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Kata Abu Darda lebih lanjut: "Ia lalu tenggelam di dalam tangis. Makin lama suaranya tidak kudengar lagi. Kupikir mungkin ia tertidur nyenyak karena terlalu banyak bergadang. Dini hari ia hendak kubangunkan untuk salat subuh. Ia kudekati, ternyata ia tergeletak seperti sebatang kayu. Ia kugerak-gerakkan dan kubalik-balik, tetapi sama sekali tidak berkutik. Kuduga ia wafat. Lalu aku mengucap: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Aku cepat-cepat lari ke rumahnya untuk memberi tahu keluarganya."
Setelah mendengar keteranganku, Sitti Fatimah r.a. hanya bertanya: "Hai Abu Darda, dia kenapa dan bagaimana keadaannya?"
Sesudah kujelaskan keadaan Ali bin Abu Thalib r.a., Sitti Fatimah r.a. memberitahu kepadaku, bahwa "…dia sedang pingsan, karena sangat takut kepada Allah!"
Bada juga: Muawiyah Tinggal di Istana Megah, Ali bin Abu Thalib: Itu Istana Celaka!
Keluarganya lantas mendatangi Ali bin Abu Thalib r.a. dengan membawa air, kemudian mengusap-usapkan pada wajahnya. Tak lama setelah itu ia siuman dan sadarkan diri kembali. Ia memandang kepadaku dan aku menangis.
Ia bertanya: "Hai Abu Darda, mengapa engkau menangis?"
"Karena melihat sesuatu yang menimpa dirimu," jawabku.
"Hai Abu Darda," ujar Ali bin Abu Thalib r.a. lebih lanjut, "bagaimanakah kiranya kalau engkau melihat aku dipanggil untuk menghadapi perhitungan (hisab), melihat sendiri orang-orang yang berbuat dosa sedang menderita siksa azab, melihat aku dikelilingi sejumlah Malaikat yang bengis dan keras di hadapan Allah Maha Perkasa, sedang para pencintaku sudah tiada lagi dan para ahli dunia pun sudah meninggalkan diriku. Seandainya engkau melihat itu semua, engkau pasti akan lebih mengasihi diriku di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu betapa pun kecilnya."
"Aku tidak pernah melihat hal itu terjadi pada sahabat Rasulullah SAW yang lain…," sahut Abu Darda.
Itulah keistimewaan Ali bin Abu Thalib r.a. dalam menghadapkan diri kepada Allah s.w.t. dengan kekhusyu'an seluruh jiwa-raganya. Suatu hal yang sudah biasa disaksikan sendiri oleh semua Ahlul Bait. Mereka tidak terkejut ketika diberitahu oleh Abu Darda tentang keadaan Ali bin Abu Thalib r.a. Bahkan Sitti Fatimah r.a. menceritakan, bahwa apa yang disaksikan oleh Abu Darda itu sudah biasa dialami oleh Ali bin Abu Thalib r.a. tiap saat menghadapkan diri kepada Allah s.w.t. di tengah malam.
Mengenai banyaknya ibadah yang dilakukan Ali bin Abu Thalib r.a. di waktu malam, Nauf Al Bikally menceritakan penyaksiannya sebagai berikut: "Pada satu hari aku menginap di rumah Ali bin Abu Thalib r.a. Sepanjang malam ia bersembahyang. Sebentar-sebentar ia keluar, mengarahkan pandangan ke langit, dan membaca Al-Qur'an. Di malam yang sunyi senyap itu ia bertanya kepadaku: 'Hai Nauf, engkau tidur ataukah melek?"
"Aku melek dan melihatmu dengan mataku, ya Amiral Mukminin," jawabku.
Setelah mendengar keteranganku, Sitti Fatimah r.a. hanya bertanya: "Hai Abu Darda, dia kenapa dan bagaimana keadaannya?"
Sesudah kujelaskan keadaan Ali bin Abu Thalib r.a., Sitti Fatimah r.a. memberitahu kepadaku, bahwa "…dia sedang pingsan, karena sangat takut kepada Allah!"
Bada juga: Muawiyah Tinggal di Istana Megah, Ali bin Abu Thalib: Itu Istana Celaka!
Keluarganya lantas mendatangi Ali bin Abu Thalib r.a. dengan membawa air, kemudian mengusap-usapkan pada wajahnya. Tak lama setelah itu ia siuman dan sadarkan diri kembali. Ia memandang kepadaku dan aku menangis.
Ia bertanya: "Hai Abu Darda, mengapa engkau menangis?"
"Karena melihat sesuatu yang menimpa dirimu," jawabku.
"Hai Abu Darda," ujar Ali bin Abu Thalib r.a. lebih lanjut, "bagaimanakah kiranya kalau engkau melihat aku dipanggil untuk menghadapi perhitungan (hisab), melihat sendiri orang-orang yang berbuat dosa sedang menderita siksa azab, melihat aku dikelilingi sejumlah Malaikat yang bengis dan keras di hadapan Allah Maha Perkasa, sedang para pencintaku sudah tiada lagi dan para ahli dunia pun sudah meninggalkan diriku. Seandainya engkau melihat itu semua, engkau pasti akan lebih mengasihi diriku di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu betapa pun kecilnya."
"Aku tidak pernah melihat hal itu terjadi pada sahabat Rasulullah SAW yang lain…," sahut Abu Darda.
Itulah keistimewaan Ali bin Abu Thalib r.a. dalam menghadapkan diri kepada Allah s.w.t. dengan kekhusyu'an seluruh jiwa-raganya. Suatu hal yang sudah biasa disaksikan sendiri oleh semua Ahlul Bait. Mereka tidak terkejut ketika diberitahu oleh Abu Darda tentang keadaan Ali bin Abu Thalib r.a. Bahkan Sitti Fatimah r.a. menceritakan, bahwa apa yang disaksikan oleh Abu Darda itu sudah biasa dialami oleh Ali bin Abu Thalib r.a. tiap saat menghadapkan diri kepada Allah s.w.t. di tengah malam.
Mengenai banyaknya ibadah yang dilakukan Ali bin Abu Thalib r.a. di waktu malam, Nauf Al Bikally menceritakan penyaksiannya sebagai berikut: "Pada satu hari aku menginap di rumah Ali bin Abu Thalib r.a. Sepanjang malam ia bersembahyang. Sebentar-sebentar ia keluar, mengarahkan pandangan ke langit, dan membaca Al-Qur'an. Di malam yang sunyi senyap itu ia bertanya kepadaku: 'Hai Nauf, engkau tidur ataukah melek?"
"Aku melek dan melihatmu dengan mataku, ya Amiral Mukminin," jawabku.
Lihat Juga :