Sering Sujud, Kulit Kening Ali bin Abu Thaib Menebal dan Keras Kehitam-hitaman

Rabu, 24 Februari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Hati Siti Aisyah Tersayat-sayat Meratapi Akhir Tragis Muhammad bin Abu Bakar

"Hai Nauf," ujar Ali bin Abu Thalib r.a. meneruskan, "bahagialah orang yang hidup zuhud di dunia, orang-orang yang merindukan akhirat. Mereka itulah orang-orang yang menjadikan bumi ini sebagai hamparan, menjadikan pasirnya sebagai kasur, menjadikan airnya sebagai nikmat, menjadikan doa sebagai syi'ar, menjadikan Al-Qur'an sebagai selimut, dan meninggalkan dunia ini dengan cara seperti Isa bin Maryam as.!"

Selama hidupnya Ali bin Abu Thalib r.a. tidak pernah putus sembahyang malam. Tentang hal ini, Abu Ya'laa meriwayatkan, bahwa Ali bin Abu Thalib r.a. pernah menegaskan: "Aku tidak pernah meninggalkan salat malam semenjak kudengar Rasulullah SAW mengatakan, bahwa salat malam itu adalah cahaya."

Berdasarkan keterangan yang diterima dari ibunya, Sulaiman bin Al-Mughirah mengatakan: "Bulan Ramadhan atau pun Syawal, bagi Ali bin Abu Thalib r.a. adalah sama saja. Tiap malam ia bergadang untuk beribadah."

Begitu agungnya kedudukkan Allah 'Azza wa Jalla dalam jiwa Ali bin Abu Thalib r.a. Ia beribadah karena dorongan rasa cinta dan rindu kepada-Nya. Ia menyadari sepenuhnya bahwa Allah sajalah yang berhak disembah.

Ia bersembah sujud semata-mata hanya karena merasa keterikatan hidupnya dengan Allah. Ia hidup bertauladan kepada Mahagurunya, yaitu Rasulullah SAW.

Suatu ibadah yang lebih besar artinya daripada hanya sekadar berdasar keyakinan, dan lebih mulia daripada hanya sekadar dorongan iman! Dengan ucapannya yang abadi, ia pernah menegaskan: "Orang-orang yang beribadah kepada Allah karena pamrih, sama seperti ibadahnya kaum pedagang. Orang-orang yang beribadah karna takut, sama seperti ibadahnya seorang budak. Orang yang beribadah karena syukur, itulah ibadahnya manusia merdeka!"

Di samping Ali bin Abu Thalib r.a. sendiri selalu menjaga baik-baik kewajiban salat, ia pun terus-menerus mengingatkan para pengikutnya supaya selalu menunaikan salat tepat pada waktunya.

Salat itu ibarat sebuah pisau yang dapat mengupas daki dan kotoran manusia. Hanya salatlah yang dapat membersihkannya sama sekali. Oleh Rasulullah SAW salat diibaratkan sebagai mata air panas yang tersedia di depan pintu rumah tiap muslim.

Bila tiap sehari semalam seorang muslim mandi dengan air panas itu lima kali, kotoran apakah yang tidak terbuang dari badannya?!

Baca juga: Benarkah Nabi Melarang Ali Memadu Fatimah? Istri Ali Berjumlah 9 dan Dianugerahi 19 Anak

Sekalipun Rasulullah SAW telah menjanjikan nikmat kepada Ali bin Abu Thalib r.a., namun kewajiban salat tetap dijaga kuat-kuat olehnya, sesuai dengan perintah Allah s.w.t. dalam firman-Nya yang berarti: "Perintahkanlah keluargamu bersembahyang dan hendaknya bersabar dalam menunaikannya…" (S. Thaha: 132).
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Rekomendasi
Bangsa Mesir Kuno Percaya...
Bangsa Mesir Kuno Percaya Bima Sakti Jalan Menuju Surga
Ilmuwan Temukan Makhluk...
Ilmuwan Temukan Makhluk Tak Dikenal Bersembunyi di Gua Terpanjang di Dunia
NASA Laporkan Gunung...
NASA Laporkan Gunung Berapi Bawah Laut Teraktif di Dunia Keluarkan Gelembung
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved