Hati-hati, Jenis-Jenis Perbuatan Dzalim yang Tak Sadar Sering Dilakukan
Rabu, 24 Februari 2021 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Dzalim adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Adapun syirik adalah menyamakan Dzat Tuhan Pencipta yang Maha Memberi kenikmatan dengan makhluk yang tidak mampu memberi kenikmatan, bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. (Zubatut Tafsir Min Fathil Qadir/Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, Tafsirweb).
Tingkatan selanjutnya adalah kedzaliman berupa dosa-dosa besar dan setelahnya dosa-dosa kecil.
2. Kedzaliman terhadap hak hamba
Mengenai kedzaliman terhadap hak seorang hamba, maka hal ini akan dijelaskan berdasarkan tigal hal. sesuai dengan hadis yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam khutbahnya ketika haji Wada, beliau bersabda, “Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, semuanya haram atas sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, bulan ini, di tanah kalian ini.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Bayam Makanan Canggih, Bisa Lindungi Astronot dari Radiasi Luar Angkasa
Pertama, kedzaliman terhadap jiwa. Kedzaliman ini adalah saat seseorang berbuat melebihi batas kepada sesama Muslim dengan menyakiti secara fisik, baik dengan memukul, memerangi, membunuhnya atau menumpahkan darahnya.
Kedua, kedzaliman terhadap harta. Kedzaliman dari bentuk ini adalah saat seseorang berbuat dengan melebih batas sesama Muslim dalam masalah harta. Seperti enggan membayarkan yang wajib di keluarkan, atau dnegan melakukan hal yang haram dalam masalah harta, meninggalkan hal wajib atau melakukan sesuatu yang diharamkan terhadap harta orang lain.
Baca juga: PP 7/2021 Terbit, Teten Optimis Koperasi dan UMKM Dipermudah
Ketiga, kedzaliman terhadap kehormatan. Kehormatan ini tekait dengan berbuat sesuatu yang melebihi batas kepada sesama Muslim. Seperti melakukan zina, liwath (sodomi), qodzaf dan lainnya. Semua jenis ini haram hukumnya, tertulis dalam Syarah Riyadus Shallihin.
Selain itu, kedzaliman terhadap kehormatan ini juga termasuk saat seorang muslim mencari-cari kesalahan, mencaci, menggunjing, menyebarkan aib atau menuduh saudar muslim lainnya dengan tuduhan yang tidak jelas. Sehingga hal itu bisa menjadi fotnah dan menghancurkan kehormatannya serta menyakiti hatinya.
Baca juga: Mediasi Pembangunan Musala Grand Wisata Deadlock, Warga Kembali Datangi PN Cikarang
Tingkatan selanjutnya adalah kedzaliman berupa dosa-dosa besar dan setelahnya dosa-dosa kecil.
2. Kedzaliman terhadap hak hamba
Mengenai kedzaliman terhadap hak seorang hamba, maka hal ini akan dijelaskan berdasarkan tigal hal. sesuai dengan hadis yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam khutbahnya ketika haji Wada, beliau bersabda, “Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, semuanya haram atas sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, bulan ini, di tanah kalian ini.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Bayam Makanan Canggih, Bisa Lindungi Astronot dari Radiasi Luar Angkasa
Pertama, kedzaliman terhadap jiwa. Kedzaliman ini adalah saat seseorang berbuat melebihi batas kepada sesama Muslim dengan menyakiti secara fisik, baik dengan memukul, memerangi, membunuhnya atau menumpahkan darahnya.
Kedua, kedzaliman terhadap harta. Kedzaliman dari bentuk ini adalah saat seseorang berbuat dengan melebih batas sesama Muslim dalam masalah harta. Seperti enggan membayarkan yang wajib di keluarkan, atau dnegan melakukan hal yang haram dalam masalah harta, meninggalkan hal wajib atau melakukan sesuatu yang diharamkan terhadap harta orang lain.
Baca juga: PP 7/2021 Terbit, Teten Optimis Koperasi dan UMKM Dipermudah
Ketiga, kedzaliman terhadap kehormatan. Kehormatan ini tekait dengan berbuat sesuatu yang melebihi batas kepada sesama Muslim. Seperti melakukan zina, liwath (sodomi), qodzaf dan lainnya. Semua jenis ini haram hukumnya, tertulis dalam Syarah Riyadus Shallihin.
Selain itu, kedzaliman terhadap kehormatan ini juga termasuk saat seorang muslim mencari-cari kesalahan, mencaci, menggunjing, menyebarkan aib atau menuduh saudar muslim lainnya dengan tuduhan yang tidak jelas. Sehingga hal itu bisa menjadi fotnah dan menghancurkan kehormatannya serta menyakiti hatinya.
Baca juga: Mediasi Pembangunan Musala Grand Wisata Deadlock, Warga Kembali Datangi PN Cikarang
Lihat Juga :