Apakah Amal Kita Diterima Allah SWT? Kenali Tanda-tandanya
Jum'at, 26 Februari 2021 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sering Lupa? Yuk, Baca Doa yang Diajarkan Rasulullah Ini
Itu menunjukkan bahwasanya amalan shaleh yang menimbulkan ketakwaan dan memberikan kekuatan untuk senantiasa beramal shaleh setelahnya, itu tanda adalah amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diterima olehNya.
Karena sesungguhnya disyariatkan amal shaleh dan ibadah kepada Allah adalah menimbulkan ketakwaan kepada Allah. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21)
Baca juga: Dana BOS Rp52,5 T Bisa Dipakai untuk Pembukaan Sekolah dan Asesmen Nasional
Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada Allah, lalu Allah menyebutkan tentang hikmah dan tujuan daripada amal shalih dan ibadah, yaitu agar kalian bertakwa kepada Allah.
Maka apabila amal shaleh kita, ibadah kita, tidak menimbulkan ketakwaan kepada Allah, itu pertanda bahwasanya amal shaleh itu tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika kita beribadah kepada Allah namun tidak memberikan kekuatan untuk beribadah kepada Allah setelahnya, itu pertanda bahwasannya amal tersebut dimasuki oleh sesuatu.
Sebuah contoh, ketika kita telah sholat fardhu lalu kemudian diberikan oleh Allah kekuatan untuk berdzikir setelahnya, setelah itu kemudian Allah berikanlah kekuatan untuk sholat sunah setelahnya, maka itu menunjukkan mudah-mudahan bahwasanya sholat fardhu kita diterima oleh Allah Jalla wa ‘Ala.
Baca juga: Jurnalis Kena Covid-19 Dapat Bantuan Tunai hingga Rp10 Juta
Ketika kita membaca Al-Qur’anul Karim, kemudian ketika membaca Al-Qur’an membuat kita ingat kepada Allah, membuat kita ingat kepada kehidupan akhirat kemudian setelahnya menimbulkan rasa rindu untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, itu pertanda bahwasannya bacaan Al-Qur’an kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Itu menunjukkan bahwasanya amalan shaleh yang menimbulkan ketakwaan dan memberikan kekuatan untuk senantiasa beramal shaleh setelahnya, itu tanda adalah amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diterima olehNya.
Karena sesungguhnya disyariatkan amal shaleh dan ibadah kepada Allah adalah menimbulkan ketakwaan kepada Allah. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21)
Baca juga: Dana BOS Rp52,5 T Bisa Dipakai untuk Pembukaan Sekolah dan Asesmen Nasional
Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada Allah, lalu Allah menyebutkan tentang hikmah dan tujuan daripada amal shalih dan ibadah, yaitu agar kalian bertakwa kepada Allah.
Maka apabila amal shaleh kita, ibadah kita, tidak menimbulkan ketakwaan kepada Allah, itu pertanda bahwasanya amal shaleh itu tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika kita beribadah kepada Allah namun tidak memberikan kekuatan untuk beribadah kepada Allah setelahnya, itu pertanda bahwasannya amal tersebut dimasuki oleh sesuatu.
Sebuah contoh, ketika kita telah sholat fardhu lalu kemudian diberikan oleh Allah kekuatan untuk berdzikir setelahnya, setelah itu kemudian Allah berikanlah kekuatan untuk sholat sunah setelahnya, maka itu menunjukkan mudah-mudahan bahwasanya sholat fardhu kita diterima oleh Allah Jalla wa ‘Ala.
Baca juga: Jurnalis Kena Covid-19 Dapat Bantuan Tunai hingga Rp10 Juta
Ketika kita membaca Al-Qur’anul Karim, kemudian ketika membaca Al-Qur’an membuat kita ingat kepada Allah, membuat kita ingat kepada kehidupan akhirat kemudian setelahnya menimbulkan rasa rindu untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, itu pertanda bahwasannya bacaan Al-Qur’an kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Lihat Juga :