Mengapa Sandal Rasulullah SAW Diizinkan Menembus Sidratul Muntaha?

Rabu, 10 Maret 2021 - 21:31 WIB
loading...
A A A
Ada riwayat yang meriwayatkan bahwa kata "Sidrah" berarti daun, sedangkan "Al-Muntaha" berarti puncak terakhir. Sidratul Muntaha bisa dipahami sebagai daun yang lebar hingga meliputi Kursi yang luasnya jauh melebihi langit dan bumi. Ada pula yang memahami "Sidratul Muntaha" merupakan pohon pokok kehidupan. Dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Sidratul Muntaha sebuah dimensi puncak yang berada setelah langit yang ke-7.

Pada batas ambang "Sidratul Muntaha" inilah puncak batasan malaikat Jibril yang hanya diizinkan oleh Allah untuk mengantar dan menemani Rasulullah. Selanjutnya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم sendirilah yang hanya diizinkan untuk bertemu dengan Allah Rabbu Jalaaluhu secara langsung tanpa hijab dan batasan, sebagaimana yang disebutkan pada ayat “Fakaana Qaaba Qausaini aw Adna”.

Al-Imam Abu Laits Nashruddin Muhammad As-Samarqandi di dalam Kitab At-Tanbighul Ghafilin menyebutkan dialog itu pada peristiwa kisah Mi’raj tersebut:

"Manakala Nabi naik dan masuk ke batasan “Sidratul Muntaha” Jibril tak ikut naik menemaninya. Nabi bertanya. "Tidakkah engkau ikut masuk bersamaku, wahai Jibril?" tanya Rasulullah.

Sayyidina Jibril menjawab, "Tidaklah ada seorang pun yang diizinkan masuk melewati batas ini, melainkan hanya engkau ya Muhammad, sebab engkau merupakan seorang makhluk yang paling dikasihi Allah. Aku hanya diizinkan mengantar engkau sampai di sini, duhai Rasulullah! Sekiranya aku paksakan untuk tetap masuk, niscaya batang tubuhku akan terbakar dan melebur sirna," jawab Jibril.

Akhirnya, hanya baginda Rasulullah sendiri yang diizinkan masuk naik menembus wilayah Sidratul Muntaha tersebut -tanpa seorang pun yang pernah diizinkan masuk- kecuali hanya satu-satunya baginda kita Rasulullah sesuai dengan maqam dan derajatnya yang tinggi melebihi maqam para malaikat dan para nabi.

Hal itulah yang pernah disebutkan oleh Al-Imam Buhsiri mengenai ketinggian maqam serta kemuliaan derajat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dibandingkan para Nabi dan Rasul lainnya di dalam qasidah al-Burdah:

"Maqam Nabi mengungguli para Nabi dalam penciptaan dan akhlak.# Tiada tertandingi dalam hal ilmu dan kemuliaan.

Di sanalah Rasulullah menghadap Allah Rabbu Jalaalahu yang bersifat "Laitsa Kamitsilihi Syai'un" (Allah yang tidak dapat diserupakan dengan sesuatu apa pun). Di sanalah Rasulullah mengucapkan tahiyyat salam; Attihiyatul Mubarakatus Shalawatut Thaibatulillah. Di sanalah terjadi dialog yang mesra dan saling memuliakan antara baginda Rasulullah Saw dengan Allah Swt; sebagaimana bacaan yang kita baca dalam tasyahud pada bacaan shalat kita.

Dan di sana pula lah Rasulullah صلى الله عليه وسلم menerima perintah langsung menunaikan shalat 5 waktu sebagai kewajiban baginya dan umatnya.

Keutamaan Habibuna Muhammad صلى الله عليه وسلم menembus maqam tertinggi masuk hingga ke Sidratul Muntaha tersebut menunjukkan bahwa betapa mulia dan tingginya maqom Rasulullah dibandingkan malaikat Jibril, bahkan melebihi keseluruhan maqam para malaikat dan seluruh para nabi dan rasul yang ada. Hanya Rasulullah seorang satu-satunya yang diizinkan menembus wilayah alam Lahut, wilayah ketuhanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Masjid Az-Zikra Sentul...
Masjid Az-Zikra Sentul Gelar Zikir Akbar Spesial Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad
Rasulullah SAW Paling...
Rasulullah SAW Paling Sering Berpuasa di Bulan Syaban, Ini Alasannya!
Nubuat Rasulullah SAW...
Nubuat Rasulullah SAW Tentang Perang Besar Akhir Zaman
Rekomendasi
Stephen Hawking Yakin...
Stephen Hawking Yakin Alien Akan Menjajah Bumi
Detak Jantung Misterius...
Detak Jantung Misterius dari Dalam Perut Bumi Bakal Membelah Afrika
Abd-al Rahman al-Sufi,...
Abd-al Rahman al-Sufi, Astronom Muslim yang Mengindentifikasi 100 Bintang Baru
Artikel Terkini
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Infografis
Fenomena Solar Maximum...
Fenomena Solar Maximum Berpotensi Membakar Satelit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved