Mengapa Sandal Rasulullah SAW Diizinkan Menembus Sidratul Muntaha?

loading...
Mengapa Sandal Rasulullah SAW Diizinkan Menembus Sidratul Muntaha?
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran asal Banjar Kalimantan Selatan. Foto/Ist
Ustaz DR Miftah el-Banjary
Pimpinan Majelis Dalail Khairat Komunitas Indonesia-Malaysia

Perjalanan Isra Miraj merupakan bentuk kecintaan Allah Ta'ala pada kekasih-Nya Rasulullah Al-Musthafa صلى الله عليه وسلم. Sebuah perjalanan melintasi berbagai dimensi waktu yang sangat mengagumkan di luar nalar batas logika manusia. Oleh karena itulah, mengapa perjalanan Isra Mi'raj yang terjadi dalam satu malam itu disebut sebagai "Mukjizatul Kubra" atau mukjizat terbesar.

Perjalanan Isra dan Mi'raj, paling tidak melalui tiga dimensi alam, yaitu Alam Nur (Light Dimensions), Alam Malakut (Angelic Dimensions) dan Alam Lahut (God dimensions).

Untuk lebih jelasnya saya akan coba jelaskan satu persatu:

1. Perjalanan Lintas Alam Nur (Light Dimensions).
Perjalanan lintas ini ditempuh saat proses perjalanan Isra' dari Masjidil Haram di Kota Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina dengan kendaraan bernama Buraq dengan kecepatan cahaya. Kata "Al-Buraq" sendiri berarti kendaraan cahaya, sebab kata “Al-Buraq” terambil dari “Al-Barq” yang berarti kilatan cahaya yang menyambar.

Perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan kendaraan fisik antara Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha -paling tidak akan dicapai selama 40 hari perjalanan dengan menggunakan tunggangan unta ketika itu- sebab jarak antara Makkah-Palestina kurang lebih 1.500 Km. Namun, dengan kecepatan cahaya "Buraq" tersebut, perjalanan Rasulullah صلى الله عليه وسلم hanya membutuhkan waktu seper-sekian detik saja. Ini tentu merupakan bukti kekuasaan Allah yang tak perlu kita ragukan lagi bagi orang-orang yang beriman.

2. Perjalanan Lintas Alam Malakut (Angelic Dimension).
Perjalanan ini terjadi saat perjalanan dari Masjidil Aqsha baginda Nabi Muhammad bersama Jibril naik menembus ke batas langit pertama hingga ke langit yang ketujuh.

Di setiap fase tingkatan langit tersebut, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bertemu dan disambut oleh para penghuninya. Diantaranya, di langit pertama Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam as. Langit kedua bertemu Nabi Yahya dan Isa. Langit ketiga bertemu Nabi Yusuf. Langit keempat bertemu Nabi Idris. Langit kelima bertemu Nabi Harun. Langit keenam bertemu Nabi Musa. Langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim alaihimissalam.

Bukan sekadar perjumpaan dengan roh para Nabi dan Rasul tersebut di atas, namun Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم juga menjumpai milyaran malaikat yang menyambut kedatangannya.

Sebagaimana diriwayatkan dalam Kitab "Ad-Dhur Manzhud fi Shalawat was Salam ‘ala Shahib al-Maqam al-Mahmud" bahwa pada malam itu, ada seorang Malaikat yang tidak berdiri menghormati kedatangan Rasulullah, Malaikat itu pun dipatahkan sayapnya dan dijatuhkan di atas Jabal Qaf, hingga malaikat Jibril pun memintakan ampunan kepada Allah melalui shalawat yang dibaca Malaikat tersebut untuk baginda Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
halaman ke-1
cover top ayah
تَعۡرُجُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَ الرُّوۡحُ اِلَيۡهِ فِىۡ يَوۡمٍ كَانَ مِقۡدَارُهٗ خَمۡسِيۡنَ اَلۡفَ سَنَةٍ‌ۚ‏
Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.

(QS. Al-Ma'arij:4)
cover bottom ayah
preload video