Begini Kaitan Ilmu Falak dalam Penentuan Awal Waktu Sholat
Minggu, 14 Maret 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Contoh lainnya, waktu salat asar. Pada hadis nabi waktu salat asar dijelaskan dalam dua keterangan maka ilmu falak menempuh jalan dengan memahami dan mengompromikannya tidak seperti yang berjalan sebelumnya, misalnya ada yang berpendapat menggunakan ketika bayang-bayang satu kali bendanya ada juga yang dua.
“Tetapi ilmu falak menempuhnya yaitu bahwa waktu salat asar itu awalnya ketika bayang-bayang suatu benda itu sama panjang dengan bendanya ditambah dengan bayang-bayang benda itu ketika matahari melewati batas timur barat itu tadi yang disebut dengan kulminasi,” lanjut Oman.
Mengapa begitu? Dijelaskan Oman karena jika hanya berpedoman pada satu kali panjang bendanya itu suatu ketika untuk tempat yang jauh dari katulistiwa misalnya daerah selatan ketika bulan juni maka baru masuk zuhur itu bisa bayang-bayang sudah satu kali panjang bendanya.
Baca juga: Hati-hati dengan Si Pencuri Sholat Ini
Kemudian kalau bulan Desember, misalnya, daerah yang jauh dari wilayah katulistiwa maka pada saat masuk waktu zuhur yaitu waktu kulminasi maka bayang-bayang bisa satu kali panjang bendanya bahkan lebih sehingga jika waktu itu dipatok semata-mata untuk masuk waktu salat asar itu ada persoalan.
“Oleh karenanya ilmu falak mendefinisikan awal waktu salat asar adalah ketika matahari membuat bayang-bayang satu kali panjang bendanya ditambah bayang-bayang benda itu ketika matahari kulminasi. Jadi misalnya kita memajang tongkat ketika sepanjang dua meter bayang-bayang di waktu zuhur itu satu meter, ketika masuk waktu salat asar panjangnya menjadi tiga meter,” jelasnya.
“Kemudian untuk maghrib sudah sangat jelas terbenamnya matahari, tetapi dalam ilmu falak terbenamnya matahari itu dinyatakan sebagai posisi di mana tepi piringan matahari yang terlihat oleh pengamat terdapat pada horizon mar’i atau kaki langit. Kalau kita di pantai itu terlihat seperti ada pertemuan antara permukaan laut dan langit," sambungnya.
Selanjutnya, yang Isya juga fenomena matahari juga yaitu mega menghilang. Subuh juga sangat jelas yaitu terbit fajar diakibatkan oleh hamburan sinar matahari sebelum matahari itu terbit pada situasi tertentu.
"Dapat disimpulkan awal penentuan waktu salat itu didasarkan pada fenomena matahari sehari-hari di dalam perjalanannya dari timur ke barat," ujarnya.
“Tetapi ilmu falak menempuhnya yaitu bahwa waktu salat asar itu awalnya ketika bayang-bayang suatu benda itu sama panjang dengan bendanya ditambah dengan bayang-bayang benda itu ketika matahari melewati batas timur barat itu tadi yang disebut dengan kulminasi,” lanjut Oman.
Mengapa begitu? Dijelaskan Oman karena jika hanya berpedoman pada satu kali panjang bendanya itu suatu ketika untuk tempat yang jauh dari katulistiwa misalnya daerah selatan ketika bulan juni maka baru masuk zuhur itu bisa bayang-bayang sudah satu kali panjang bendanya.
Baca juga: Hati-hati dengan Si Pencuri Sholat Ini
Kemudian kalau bulan Desember, misalnya, daerah yang jauh dari wilayah katulistiwa maka pada saat masuk waktu zuhur yaitu waktu kulminasi maka bayang-bayang bisa satu kali panjang bendanya bahkan lebih sehingga jika waktu itu dipatok semata-mata untuk masuk waktu salat asar itu ada persoalan.
“Oleh karenanya ilmu falak mendefinisikan awal waktu salat asar adalah ketika matahari membuat bayang-bayang satu kali panjang bendanya ditambah bayang-bayang benda itu ketika matahari kulminasi. Jadi misalnya kita memajang tongkat ketika sepanjang dua meter bayang-bayang di waktu zuhur itu satu meter, ketika masuk waktu salat asar panjangnya menjadi tiga meter,” jelasnya.
“Kemudian untuk maghrib sudah sangat jelas terbenamnya matahari, tetapi dalam ilmu falak terbenamnya matahari itu dinyatakan sebagai posisi di mana tepi piringan matahari yang terlihat oleh pengamat terdapat pada horizon mar’i atau kaki langit. Kalau kita di pantai itu terlihat seperti ada pertemuan antara permukaan laut dan langit," sambungnya.
Selanjutnya, yang Isya juga fenomena matahari juga yaitu mega menghilang. Subuh juga sangat jelas yaitu terbit fajar diakibatkan oleh hamburan sinar matahari sebelum matahari itu terbit pada situasi tertentu.
"Dapat disimpulkan awal penentuan waktu salat itu didasarkan pada fenomena matahari sehari-hari di dalam perjalanannya dari timur ke barat," ujarnya.
(mhy)
Lihat Juga :