Kisah Hikmah: Menyembunyikan Kebaikan
Minggu, 21 Maret 2021 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Singkat cerita, Abdullah membeli si Fulan. Mereka berdua akhirnya pulang bersama. Di tengah jalan, Fulan bertanya kepada Abdullah, “Tuan, mengapa engkau mau membeli budak seperti aku, padahal aku adalah budak yang sakit-sakitan?”
Baca juga: Catet…, 26 Maret Dana Bansos KLJ, KPDJ, dan KAJ Bakal Cair
Abdullah menjawab, “Karena aku melihat kejadian tempo hari itu” (tentang keramat yang dimiliki si Fulan, yakni doanya yang langsung dikabulkan Allah)
Fulan langsung bersandar di suatu tembok dan berdoa, “Ya Allah, jika Engkau menampakkan keramatku, maka aku memohon kepadaMu agar Engkau mencabut nyawaku!”. Seketika Fulan pun terjatuh dan meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raj’un.
Baca juga: Survei Indikator Politik Ungkap Milenial Menolak Pemimpin dengan Kriteria Ini
Muslimah, pelajaran dari kisah tersebut, sejatinya perihal menyembunyikan atau menampakkan kebaikan adalah pilihan belaka. Semuanya bernilai baik manakala dilakukan dengan niat yang baik pula. Semisal, menyembunyikan kebaikan karena ikhlas lillahi ta’ala (agar terhindar dari perasan sombong, misalnya) atau menampakkan kebaikan sebagai sarana untuk mengajak orang lain agar juga mau berbuat baik (seperti seorang guru yang menceritakan perjuangan dan kesuksesan dirinya agar murid-muridnya bisa mengambil pelajaran darinya).
Baca juga: Ibu Kota Baru Untungkan Kalimantan Timur, tapi Bisa Rugikan Provinsi Lain
Sungguh sangat besar keutamaan orang yang menyembunyikan kebaikannya, namun ketika seseorang sudah berusaha menyembunyikan amalan shalihnya, akan tetapi ‘kepergok' orang (baik terlihat atau terdengar), maka janganlah ia membatalkan amalnya, akan tetapi hendaknya ia tetap mengikhlaskan amalnya.
Wallahu A'lam
Baca juga: Catet…, 26 Maret Dana Bansos KLJ, KPDJ, dan KAJ Bakal Cair
Abdullah menjawab, “Karena aku melihat kejadian tempo hari itu” (tentang keramat yang dimiliki si Fulan, yakni doanya yang langsung dikabulkan Allah)
Fulan langsung bersandar di suatu tembok dan berdoa, “Ya Allah, jika Engkau menampakkan keramatku, maka aku memohon kepadaMu agar Engkau mencabut nyawaku!”. Seketika Fulan pun terjatuh dan meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raj’un.
Baca juga: Survei Indikator Politik Ungkap Milenial Menolak Pemimpin dengan Kriteria Ini
Muslimah, pelajaran dari kisah tersebut, sejatinya perihal menyembunyikan atau menampakkan kebaikan adalah pilihan belaka. Semuanya bernilai baik manakala dilakukan dengan niat yang baik pula. Semisal, menyembunyikan kebaikan karena ikhlas lillahi ta’ala (agar terhindar dari perasan sombong, misalnya) atau menampakkan kebaikan sebagai sarana untuk mengajak orang lain agar juga mau berbuat baik (seperti seorang guru yang menceritakan perjuangan dan kesuksesan dirinya agar murid-muridnya bisa mengambil pelajaran darinya).
Baca juga: Ibu Kota Baru Untungkan Kalimantan Timur, tapi Bisa Rugikan Provinsi Lain
Sungguh sangat besar keutamaan orang yang menyembunyikan kebaikannya, namun ketika seseorang sudah berusaha menyembunyikan amalan shalihnya, akan tetapi ‘kepergok' orang (baik terlihat atau terdengar), maka janganlah ia membatalkan amalnya, akan tetapi hendaknya ia tetap mengikhlaskan amalnya.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :