Semua Imam Mazhab Sholat Tarawih 20 Rakaat, Bukan 8 Rakaat

Kamis, 01 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
Semua Imam Mazhab Sholat...
Siapa yang menghidupkan Ramadhan dengan sholat tarawih karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah maka dosanya yang telah lalu diampuni. Foto/Ist
A A A
Sholat tarawih adalah sholat sunnah yang tidak terpisahkan dari bulan Ramadhan. Adapun waktunya, dikerjakan sesudah sholat fardhu Isya sampai terbitnya fajar. Berapa sebenarnya jumlah rokaat sholat Tarwih?

Mari kita simak penjelasan Pengasuh Yayasan Al-Hawthah Al-Jindaniyah, Habib Ahmad bin Novel Bin Salim Jindan berikut. Beliau menerangkan perihal sholat Tarawih dalam kajian daurah menyambut bulan Ramadhan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya

Untuk diketahui, sholat Tarawih memiliki keutamaan sebagaimana diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata, "Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Barang siapa menghidupkan bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah maka diampunilah dosa‐dosanya yang telah lalu."

Imam An-Nawawi berkata yang dimaksud menghidupkan bulan Ramadhan adalah dengan sholat tarawih. Sehingga tak heran jika sholat sunnah ini selalu dikerjakan oleh para sahabat, tabi'in, salaf dan sampai pada masa kini.

Pencetus Sholat Tarawih
Pencetus pertama dari sholat tarawih tentu Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sebagaimana diriwayatkan dari Ummul Mu'minin Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha. Beliau berkata: "Pada suatu malam, Nabi صلى الله عليه وسلم mengerjakan sholat di masjid, maka datang sekelompok orang ikut mengerjakan sholat bersama Nabi sehingga
bertambah banyak orang yang ikut sholat bersamanya, begitu juga hari berikutnya."

Pada hari ketiga dan keempat banyak orang berkumpul menunggu Nabi, akan tetapi beliau tidak keluar ke masjid, sehingga di pagi harinya Nabi bersabda: Sungguh aku telah tahu apa yang kalian lakukan semalam dan tidak ada yang mencegah aku keluar kecuali aku takut apabila diwajibkan kepada kalian, dan kejadian itu di bulan Ramadhan."

Setelah Rasulullah صلى الله عليه وسلم wafat, sholat tarawih selalu dikerjakan di malam‐malam bulan Ramadhan dan dikerjakan sendiri‐sendiri. Ketika di zaman Sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu, beliau memerintahkan untuk dikerjakan secara berjamaah (seperti dahulu di zaman Nabi صلى الله عليه وسلم)

Diriwayatkan Sayyidina Abdurrahman bin Abdul Qari, beliau berkata, "Ketika aku keluar bersama Sayyidina Umar bin khattab di malam bulan Ramadhan maka kami mendapati muslimin mengerjakan sholat tarawih dengan sendiri‐sendiri dan ada juga yang berjamaah dengan sekelompok orang. Berkata Sayyidina Umar, "Saya berpendapat, kalaulah dikerjakan berjamaah maka akan indah".

Lalu beliau mengumpulkan mereka dan dipilihlah Sayyidina Ubay bin Ka'ab menjadi Imam. Berkata Sayyidina Abdurrahman bin Abdul Qari, lalu keesokan harinya, aku keluar lagi bersama beliau, dan shalat tarawih dikerjakan berjamaah dengan imam Sayyidina Ubay bin Ka’ab, lalu Sayyidina Umar bin Khattab pun berkata, "Inilah sebaik‐baiknya bid'ah".

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad. Adapun jumlah rakaat Sholat Tarawih yang paling shahih adalah 20 rakaat (10 salam). Jika digabungkan dengan 3 rakaat sholat witir, menjadi 23 rakaat.

Tidak ada satupun yang menentang hal ini semenjak zaman Umar bin Khattab dan zaman para Imam 4 Mazhab sampai saat ini. Hanya saja memang Imam Malik di samping berpendapat 23 rakaat, juga memunculkan pendapat bahwa sholat tarawih 36 rakaat ditambah 3 rakaat witir, menjadi 39 rakaat. Pendapat beliau ini berdasarkan amalan penduduk Kota Madinah Al Munawwarah.

Para Imam Mazhab mengambil pendapat yang sama, tentang 20 rakaat, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dan yang lainnya dengan sanad yang shahih, dari Sayyidina Saib bin Yazid radhiallahu 'anhu, beliau berkata, "Sesungguhnya dahulu para-sahabat mendirikan sholat tarawih di zaman Sayyidina Umar 20 rakaat". Begitu juga yang diriwayatkan dari Imam Malik bin Anas di dalam Kitabnya Al-Muwaththo’ dari sahabat Yazid bin Rumman radhiyallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya dahulu para sahabat mendirikan sholat tarawih di zaman Sayyidina Umar 23 rakaat."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bacaan Kamilin, Doa...
Bacaan Kamilin, Doa Setelah Salat Tarawih Lengkap dengan Dalilnya
Sejarah Salat Tarawih...
Sejarah Salat Tarawih 20 Rakaat, Simak Ulasannya di Sini!
Panduan Salat Tarawih...
Panduan Salat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat, Kaum Muslim Wajib Tahu
10 Bacaan Surat Pendek...
10 Bacaan Surat Pendek Beserta Urutannya untuk Salat Tarawih
Tetap Berkah Meski di...
Tetap Berkah Meski di Rumah: Panduan Niat Salat Tarawih Sendiri
Siap Berjamaah! Panduan...
Siap Berjamaah! Panduan Niat Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat yang Penting Diketahui
Rekomendasi
Fenomena Aneh, Ribuan...
Fenomena Aneh, Ribuan Capung Serbu Pantai Rhode Island AS
3,5 Abad Diburu, Harta...
3,5 Abad Diburu, Harta Karun di Laut Bahama Masih Banyak Tersisa, Ini Penampakannya
Segel Tanah Liat Kuno...
Segel Tanah Liat Kuno Ditemukan di Reruntuhan Kota Bairen
Artikel Terkini
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Quran tentang Kekayaan, Panduan Mencari dan Mengelola Harta Halal
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved