Prof Haedar Tanggapi Anggapan Shaf Berjarak Sebagai Mazhab WHO
Sabtu, 03 April 2021 - 19:31 WIB
loading...
A
A
A
Haedar juga mengomentari sebagian kaum muslimin yang selalu membandingkan antara masjid dan mall. Menurutnya, bila tempat lain tidak bisa menjadi teladan mematuhi protokol kesehatan yang telah disusun sedemikian rupa oleh ahli epidemiolog, maka seharusnya umat Islam menjadi uswah hasanah.
“Di saat seperti ini jangan lagi berdebat soal ibadah di masjid lebih daripada yang tidak. Di rumah maupun di masjid itu tetap taqarrub ila Allah. Jangan sampai yang ibadah di masjid menganggap tauhidnya lebih kuat, dan yang di rumah dianggap lemah. Padahal tidak ada hubungannya,” terang Haedar.
Selain perbandingan masjid dan mall, Haedar juga mengomentari sebagian opini publik yang menganggap shaf berjarak mengikuti mazhab WHO.
Padahal, menurut Haedar, hal tersebut tidak benar sebab konsep darurat dan mafsadat merupakan prinsip hukum Islam yang keabasahannya diakui para ulama Islam. “Jangan ikut-ikut orang yang punya pendapat sempit,” tambahnya.
Seandainya masjid al-Muttaqin menjalankan protokol kesehatan secara ketat, maka akan menjadi masjid yang mencerahkan akal budi. Masjid yang demikian merupakan prototipe sempurna yang memadukan prinsip-prinsip hukum Islam dan pandangan yang berbasis ilmiah.
Baca juga: Jokowi Apresiasi Dakwah Muhammadiyah Dalam Melahirkan Wirausaha Muda
“Di saat seperti ini jangan lagi berdebat soal ibadah di masjid lebih daripada yang tidak. Di rumah maupun di masjid itu tetap taqarrub ila Allah. Jangan sampai yang ibadah di masjid menganggap tauhidnya lebih kuat, dan yang di rumah dianggap lemah. Padahal tidak ada hubungannya,” terang Haedar.
Selain perbandingan masjid dan mall, Haedar juga mengomentari sebagian opini publik yang menganggap shaf berjarak mengikuti mazhab WHO.
Padahal, menurut Haedar, hal tersebut tidak benar sebab konsep darurat dan mafsadat merupakan prinsip hukum Islam yang keabasahannya diakui para ulama Islam. “Jangan ikut-ikut orang yang punya pendapat sempit,” tambahnya.
Seandainya masjid al-Muttaqin menjalankan protokol kesehatan secara ketat, maka akan menjadi masjid yang mencerahkan akal budi. Masjid yang demikian merupakan prototipe sempurna yang memadukan prinsip-prinsip hukum Islam dan pandangan yang berbasis ilmiah.
Baca juga: Jokowi Apresiasi Dakwah Muhammadiyah Dalam Melahirkan Wirausaha Muda
(mhy)
Lihat Juga :