Hajar Aswad (3): Ini Mengapa Jutaan Orang Berebut Mencium Si Hitam
Jum'at, 07 Mei 2021 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ
Sesugguhnya saya tahu bahwa kamu itu hanya sebongkah batu yang tidak bisa mendatangkan manfaat juga tidak bisa mendatangkan bahaya. Kalau bukan karena saya melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka saya tidak akan menciummu. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim].
Baca juga: Foto Resolusi Tinggi Ungkap Keajaiban Batu Hajar Aswad di Makkah
Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Umar Radhiyallahu anhu mengucapkan perkataan itu karena manusia kala itu belum lama meninggalkan peribadatan mereka terhadap berhala-berhala. Umar Radhiyallahu anhu khawatir orang-orang bodoh mengira bahwa mengusap Hajar Aswad merupakan bentuk pemuliaan terhadap sebagian batu, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Arab pada masa jahiliyah.
Umar Radhiyallahu anhu ingin memberitahu manusia bahwa mengusap Hajar Aswad itu hanya dalam rangka mengikuti sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bukan karena batu itu bisa memberikan manfaat atau mendatangkan bahaya, sebagaimana keyakinan orang-orang Arab terhadap berhala-berhala mereka.
Yang disyari’atkan terkait Hajar Aswad itu adalah menciumnya saja atau mengusapnya dengan tangan jika tidak memungkinkan untuk menciumnya atau memberikan isyarat ke arahnya jika tidak memungkinkan melakukan dua hal di atas.
Hanya saja, pada musim haji tahun lalu jamaah haji dilarang keras mencium bahkan menyentuh Ka'bah dan hajar aswad untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. Jadi kini cukup dengan memberikan isyarat ke hajar aswad.
Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.
Baca juga: Menakjubkan, Indahnya Hajar Aswad Dilihat dari Jarak Dekat
Sesugguhnya saya tahu bahwa kamu itu hanya sebongkah batu yang tidak bisa mendatangkan manfaat juga tidak bisa mendatangkan bahaya. Kalau bukan karena saya melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka saya tidak akan menciummu. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim].
Baca juga: Foto Resolusi Tinggi Ungkap Keajaiban Batu Hajar Aswad di Makkah
Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Umar Radhiyallahu anhu mengucapkan perkataan itu karena manusia kala itu belum lama meninggalkan peribadatan mereka terhadap berhala-berhala. Umar Radhiyallahu anhu khawatir orang-orang bodoh mengira bahwa mengusap Hajar Aswad merupakan bentuk pemuliaan terhadap sebagian batu, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Arab pada masa jahiliyah.
Umar Radhiyallahu anhu ingin memberitahu manusia bahwa mengusap Hajar Aswad itu hanya dalam rangka mengikuti sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bukan karena batu itu bisa memberikan manfaat atau mendatangkan bahaya, sebagaimana keyakinan orang-orang Arab terhadap berhala-berhala mereka.
Yang disyari’atkan terkait Hajar Aswad itu adalah menciumnya saja atau mengusapnya dengan tangan jika tidak memungkinkan untuk menciumnya atau memberikan isyarat ke arahnya jika tidak memungkinkan melakukan dua hal di atas.
Hanya saja, pada musim haji tahun lalu jamaah haji dilarang keras mencium bahkan menyentuh Ka'bah dan hajar aswad untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. Jadi kini cukup dengan memberikan isyarat ke hajar aswad.
Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.
Baca juga: Menakjubkan, Indahnya Hajar Aswad Dilihat dari Jarak Dekat
(mhy)
Lihat Juga :