Hajar Aswad (3): Ini Mengapa Jutaan Orang Berebut Mencium Si Hitam
Jum'at, 07 Mei 2021 - 16:11 WIB
loading...
Penampakan situs suci Hajar Aswad di Kakbah, Masjidil Haram, saat dilihat dari jarak sangat dekat. Foto/Reasahalharmain
A
A
A
SETIAP Muslim terutama yang sedang menunaikan ibadah haji maupun umrah pasti ingin mencium maupun mengusap hajar aswad. Batu hitam yang berasal dari surga itu terletak di sudut sebelah Tenggara Ka'bah , yaitu sudut darimana Tawaf dimulai.
Baca juga: Hajar Aswad (2): Tragedi Berdarah Batu Hitam dari Masa ke Masa
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu tentang ibadah haji RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau Radhiyallahu anhu mengatakan:
حَتَّى إِذَا أَتَيْنَا الْبَيْتَ مَعَهُ اسْتَلَمَ الرُّكْنَ فَرَمَلَ ثَلاثًا وَمَشَى أَرْبَعًا
Ketika kami sampai di Ka’bah bersama Nabi SAW, Beliau mengusap Hajar Aswad lalu Beliau berlari-lari kecil tiga putaran dan berjalan empat putaran.
Mengapakah kaum Muslimin mencium atau mengusap Hajar Aswad?
Imam al-Bukhâri dan Imam Muslim meriwayatkan hadis dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma.
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَقْدَمُ مَكَّةَ اسْتَلَمَ الرُّكْنَ الأَسْوَدَ أَوَّلَ مَا يَطُوفُ حِينَ يَقْدَمُ يَخُبُّ ثَلاثَةَ أَطْوَافٍ مِنَ السَّبْعِ
Aku pernah melihat Rasulullah SAW ketika tiba di Makkah jika telah mengusap Hajar Aswad, di awal ibadah thawaf, Beliau mempercepat langkah pada tiga putaran (pertama) dari tujuh putaran.
Baca juga: Hajar Aswad (1): Jibril yang Membawakan Batu Hitam Itu dari Hindustan
Inilah antara lain yang menjadi pegangan kaum Muslimin dalam mencium Hajar Aswad atau mengusapnya.Lantaran itu pula, batu hitam itu sudah licin karena terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan miliaran manusia sejak dahulu kala.
Mereka melakukan itu dalam rangka mengikuti Rasulullah SAW dan menjadikan Beliau sebagai suri tauladan, bukan karena meyakini bahwa Hajar Aswad bisa mendatangkan manfaat atau bisa mendatangkan celaka.
Oleh karena itu Amirul Mukminin Umar bin al-Khattab Radhiyallahu anhu mengatakan:
Baca juga: Hajar Aswad (2): Tragedi Berdarah Batu Hitam dari Masa ke Masa
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu tentang ibadah haji RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau Radhiyallahu anhu mengatakan:
حَتَّى إِذَا أَتَيْنَا الْبَيْتَ مَعَهُ اسْتَلَمَ الرُّكْنَ فَرَمَلَ ثَلاثًا وَمَشَى أَرْبَعًا
Ketika kami sampai di Ka’bah bersama Nabi SAW, Beliau mengusap Hajar Aswad lalu Beliau berlari-lari kecil tiga putaran dan berjalan empat putaran.
Mengapakah kaum Muslimin mencium atau mengusap Hajar Aswad?
Imam al-Bukhâri dan Imam Muslim meriwayatkan hadis dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma.
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَقْدَمُ مَكَّةَ اسْتَلَمَ الرُّكْنَ الأَسْوَدَ أَوَّلَ مَا يَطُوفُ حِينَ يَقْدَمُ يَخُبُّ ثَلاثَةَ أَطْوَافٍ مِنَ السَّبْعِ
Aku pernah melihat Rasulullah SAW ketika tiba di Makkah jika telah mengusap Hajar Aswad, di awal ibadah thawaf, Beliau mempercepat langkah pada tiga putaran (pertama) dari tujuh putaran.
Baca juga: Hajar Aswad (1): Jibril yang Membawakan Batu Hitam Itu dari Hindustan
Inilah antara lain yang menjadi pegangan kaum Muslimin dalam mencium Hajar Aswad atau mengusapnya.Lantaran itu pula, batu hitam itu sudah licin karena terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan miliaran manusia sejak dahulu kala.
Mereka melakukan itu dalam rangka mengikuti Rasulullah SAW dan menjadikan Beliau sebagai suri tauladan, bukan karena meyakini bahwa Hajar Aswad bisa mendatangkan manfaat atau bisa mendatangkan celaka.
Oleh karena itu Amirul Mukminin Umar bin al-Khattab Radhiyallahu anhu mengatakan:
Lihat Juga :