KIsah Al-Masih Gadungan yang Membagi Dunia Menjadi 38 Bagian

Jum'at, 21 Mei 2021 - 19:29 WIB
loading...
KIsah Al-Masih Gadungan...
Orang kaya ottoman/ilustrasi/Ist
A A A
KAUM Yahudi turut andil dalam ambruknya Khilafah Utsmaniyah. Konflik paling menonjol terjadi antara orang-orang Yahudi dan Sultan Abdul Hamid II . Sultan menolak Yahudi mengambil bumi Palestina.

Baca juga: Kisah Sultan Hamid II Mencegah Zionis-Yahudi Membeli Tanah Palestina

Menjelaskan hal ini, Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam bukunya Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah mencoba menarik jauh ke belakang terkait permusuhan laten kaum Yahudi terhadap Islam dan akar-akarnya: yakni sejak munculnya Islam pertama kali.

Sejak kemenangan Islam dan sejak kaum Yahudi diusir dari Madinah, akibat pengkhianatan mereka yang berulang-ulang dan permusuhan mereka yang terus menerus, mereka diusir dari seluruh Jazirah Arabia pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.

Pada saat itu sebagian dari mereka berpura-pura memeluk Islam, namun sebenarnya mereka sedang menabur racun di tubuh umat Islam dalam perjalanan sejarah yang panjang.

Ash-Shalabi menganggap apa yang dilakukan oleh Abdullah bin Saba’, orang-orang Qaramithah, Hasyasyun, dan Rawandiyah, serta gerakan-gerakan yang merusak lainnya yang muncul di dalam sejarah kaum muslimin, adalah contoh yang bisa kita lihat dengan nyata.

Baca juga: Kisah Sultan Hamid II yang Terlupa Membaca Shalawat, Simak Videonya

Sultan Sulaiman
Kisah ini bermula tatkala orang-orang Tartar yang berkuasa di negeri Qaram menghadiahkan seorang gadis Rusia-Yahudi yang mereka tawan pada suatu peperangan kepada Sultan Sulaiman Al-Qanuni pada abad kelima belas Masehi.

Ash-Shalabi menceritakan Sultan Sulaiman menikahinya. Dari pernikahan dengan gadis ini, Sultan dikarunai seorang putri. Tatkala puterinya ini besar, ibunya yang beragama Yahudi mengawinkan sang putri dengan “anak temuan” Kroasia yang bernama Rustam Pasya. Dengan tipu dayanya pula, dia berhasil membunuh Perdana Menteri Ibrahim Pasya.

Kemudian diangkatlah menantunya sebagai penggantinya. Lebih jauh lagi, dia melakukan konspirasi yang lain, hingga akhimya dia mampu menyingkirkan putra mahkota Mushthafa bin Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Anak Sultan dari istri pertamanya, dan menggantinya dengan anaknya sendiri yang bernama Salim ll sebagai putra mahkota.

Pada masa itu, orang-orang Yahudi mengalami tekanan di berbagai tempat, baik di Andalusia maupun di Rusia. Mereka banyak diusir dan melarikan diri karena takut akan adanya proses inkusisi. Maka orang-orang Yahudi itu pergi menghadap Sultan dan meminta izin padanya untuk hijrah dan menetap di dalam wilayah Utsmani. Akhimya mereka pun menetap di lzmir, wilayah Adrianapel, Kota Bursah, dan kawasan-kawasan Utara dan Barat Anatolia.

Ash-Shalabi menuturkan, tatkala mereka berada di bawah pemerintahan Utsmani, maka diterapkanlah syariah Islam di mana mereka menikmati keindahan syariah Islam itu dan mendapatkan kebebasan luas.

Baca juga: Turki Ancam Balas AS yang Akui Genosida Armenia oleh Ottoman

Pada realitasnya orang-orang Yahudi Spanyol bukan hanya mendapatkan perlindungan di dalam pemerintahan Utsmani, namun mereka mendapatkan pula kesejahteraan dan kemerdekaan sempuma. Mereka mendapatkan posisi-posisi yang sangat sensitif di dalam pemerintahan Utsmani, seperti yang dialami oleh John Joesef Nasi dan orang-orang Yahudi Spanyol yang lain-lain memperoleh kemerdekaan.

Sedangkan kepala pendeta memiliki hak penuh untuk mengurus semua urusan yang berhubungan dengan masalah-masalah keagamaan dan hak-hak sipil. Semua surat keputusan yang ditetapkan olehnya akan mendapatkan legitimasi dari pemerintah Utsmani, bahkan sering berubah menjadi hukum khusus untuk kalangan Yahudi.

Ash-Shalabi menceritakan, Ali Pasya, menteri luar negeri Utsmani yang belakangan menjadi Perdana Menteri, saat melakukan kunjungan resmi ke negeri-negeri Eropa dan negeri-negeri Kristen pada tahun 1865 M diikuti oleh sejumlah besar orang-orang Yahudi.

Mereka menikmati beberapa kekhususan dan perlindungan sesuai dengan undang-undang pemerintahan Utsmani. Mereka mendapatkan rasa damai, keamanan; dan kemerdekaan eksistensi di dalam pemerintahan Utsmani.“
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
Seattle Berisiko Dihantam...
Seattle Berisiko Dihantam Tsunami 12 Meter dalam Hitungan 3 Menit
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Bima Sakti kini Berada...
Bima Sakti kini Berada di dalam Sebuah Kekosongan Kosmik Raksasa
Artikel Terkini
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved