Mengenali Panggilan Tuhan di Angka 40 (Bagian 1)
Minggu, 23 Mei 2021 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Tafsir Jalalayn dan Tafsir Kemeneag RI menyebutkan manusia yang dimaksud oleh ayat itu adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW, yang diceritakan masuk Islam setelah dua tahun Nabi diangkat menjadi Rasul, dan diikuti oleh anaknya Abdurrahman. Setelah masuk Islam, Abu Bakar menghormati orang tuanya.
Sementara, Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan ayat itu turun sebagai respons atas mogok makan Ibu dari sahabat Nabi, Sa'd RA. Bahwa ibunya menggunakan perintah Nabi untuk menghormati orang tua sebagai alasan untuk memaksa Sa'd murtad. Akhirnya, sekeluarga membuka paksa mulut Ummu Sa'd --yang dikisahkan sulit sekali karena harus menggunakan tongkat-- untuk memasukkan makanan dan minuman.
Karena Qur'an itu sifatnya qadhim, maka saya lebih cocok memakai ayat sebelumnya sebagai keterangan tentang si manusia yang dimaksud Allah untuk di zaman sekarang. Yaitu Surah Al-Ahqaf 46:13, yang menyebutkan mereka adalah "...orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian mereka tetap istiqomah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati." Bahkan Allah melengkapinya dengan cerita happy ending pada ayat setelahnya: "Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (Al-Ahqaf 46:14).
Keterangan ini lebih cocok dengan hadis Nabi yang menyatakan: "Seorang hamba yang muslim apabila usianya mencapai empat puluh tahun, Allah meringankan hisabnya; dan apabila usianya mencapai enam puluh tahun, Allah memberinya rezeki Inabah (kembali ke jalan-Nya). Dan apabila usianya mencapai tujuh puluh tahun, penduduk langit menyukainya. Dan apabila usianya mencapai delapan puluh tahun, Allah menetapkan kebaikan-kebaikannya dan menghapuskan keburukan-keburukannya. Dan apabila usianya mencapai sembilan puluh tahun, Allah mengampuni semua dosanya yang terdahulu dan yang akan datang, dan mengizinkannya untuk memberi syafaat buat ahli baitnya dan dicatatkan (baginya) di langit, bahwa dia adalah tawanan Allah di bumi-Nya."
Bagaimana bisa menjadi orang yang seperti disebutkan Nabi kita ini? Ya balik lagi ke ciri-ciri orang yang disebut dalam ayat Al-Ahqaf 46:13 memiliki sifat istiqamah dalam kebaikan.
(Bersambung)!
Baca Juga: Rahasia Umur 40 Tahun yang Jarang Diketahui Orang
Sementara, Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan ayat itu turun sebagai respons atas mogok makan Ibu dari sahabat Nabi, Sa'd RA. Bahwa ibunya menggunakan perintah Nabi untuk menghormati orang tua sebagai alasan untuk memaksa Sa'd murtad. Akhirnya, sekeluarga membuka paksa mulut Ummu Sa'd --yang dikisahkan sulit sekali karena harus menggunakan tongkat-- untuk memasukkan makanan dan minuman.
Karena Qur'an itu sifatnya qadhim, maka saya lebih cocok memakai ayat sebelumnya sebagai keterangan tentang si manusia yang dimaksud Allah untuk di zaman sekarang. Yaitu Surah Al-Ahqaf 46:13, yang menyebutkan mereka adalah "...orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian mereka tetap istiqomah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati." Bahkan Allah melengkapinya dengan cerita happy ending pada ayat setelahnya: "Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (Al-Ahqaf 46:14).
Keterangan ini lebih cocok dengan hadis Nabi yang menyatakan: "Seorang hamba yang muslim apabila usianya mencapai empat puluh tahun, Allah meringankan hisabnya; dan apabila usianya mencapai enam puluh tahun, Allah memberinya rezeki Inabah (kembali ke jalan-Nya). Dan apabila usianya mencapai tujuh puluh tahun, penduduk langit menyukainya. Dan apabila usianya mencapai delapan puluh tahun, Allah menetapkan kebaikan-kebaikannya dan menghapuskan keburukan-keburukannya. Dan apabila usianya mencapai sembilan puluh tahun, Allah mengampuni semua dosanya yang terdahulu dan yang akan datang, dan mengizinkannya untuk memberi syafaat buat ahli baitnya dan dicatatkan (baginya) di langit, bahwa dia adalah tawanan Allah di bumi-Nya."
Bagaimana bisa menjadi orang yang seperti disebutkan Nabi kita ini? Ya balik lagi ke ciri-ciri orang yang disebut dalam ayat Al-Ahqaf 46:13 memiliki sifat istiqamah dalam kebaikan.
(Bersambung)!
Baca Juga: Rahasia Umur 40 Tahun yang Jarang Diketahui Orang
(rhs)
Lihat Juga :